Pesta Seks Gay, MUI: Ini Peringatan Keras Buat Pemerintah

 

  • Aktivitas pesta gay  itu sudah menjadi kesesatan dan menunjukkan bejatnya pelaku.

 

  • Panitia Pesta Seks Gay di Apartemen Mewah Positif HIV

Silakan simak berikut ini.

 

***

 

Pesta Gay, MUI: Ini Peringatan Keras Buat Pemerintah

JAKARTA — Wakil Sekretaris Jenderal MUI KH Zaitun Rasmin, meminta agar semua komponen bangsa ikut bertanggung jawab atas dilakukannya pesta gay yang terjadi berulang kali. Menurut dia, aktivitas itu sudah menjadi kesesatan dan menunjukkan bejatnya pelaku.

“Itu adalah penyakit kronis yang harus dihilangkan,” ujar dia kepada Republika Kamis (3/9).

Dia menambahkan, aktivitas baru-baru ini yang dilakukan enam kali berturut-turut oleh pihak yang sama, juga merupakan peringatan keras bagi pemerintah. Utamanya masyarakat sekitar.


Juru bicara Polda Metro Jaya Yusri Yunus, kiri, berbicara dengan tersangka yang ditangkap dalam penggerebekan pesta seks sesama jenis atau gay, saat konferensi pers di Mabes Polri Jakarta, Jakarta, Rabu (2/9/2020). – (AP/Tatan Syuflana)

Kok bisa berulang kali seperti itu, tapi tidak terendus oleh berbagai pihak,” tanya dia.

Dia menegaskan, untuk menghindari aktivitas serupa ke depannya, perlu ada pengawasan ketat dari pemerintah, khususnya melalui pihak kepolisian dan pemerintah daerah. Bahkan, dirinya juga menyebut bahwa masyarakat harus ikut peduli, dan melaporkan setiap hal mencurigakan ataupun yang dirasa aneh di sekitarnya kepada pihak berwajib.

“Walaupun kita harapkan, jangan ada yang main hakim sendiri. Tapi laporkan ke pihak berwajib, termasuk ke MUI salah satunya,” tuturnya.

Pendiri Wahdah Islamiyah itu melanjutkan, Pemda, seharusnya juga aktif dalam melakukan pemantauan, baik menggandeng aparat maupun pihak lain yang berwenang. Katanya, hal itu ditujukan untuk mengatasi masalah LGBT yang saat ini ia nilai masih subur.

Terkait pembinaan, dia menyarankan, agar mereka mau diobati dan disadarkan. KH Zaitun menyebut, selain dengan bantuan Psikolog Klinis, para pelaku Gay atau LGBT juga diharapkan bisa berkomunikasi dengan ahli agama.

“Kita dari MUI atau ormas-ormas Islam bisa membantu. Jadi kalau kami diberi akses untuk mengajak mereka ke jalan yang benar, dan diminta membina agar mereka tidak kembali terpengaruh, kami bisa dan ingin,” ungkap dia.

Sebelumnya sempat diberitakan, beberapa panitia kegiatan yang kini jadi tersangka, mengumpulkan peserta dalam grup yang bernama Hot Space Indonesia. Dalam grup obrolan dari aplikasi WhatsApp itu, diketahui ada 150 orang yang ikut bergabung. 

Untuk pelaksanaan pesta gay sendiri, tersangka mengaku telah melakukan sebanyak enam kali berturut-turut sejak medio 2018 lalu. Para peserta, kata dia, dipungut biaya sekitar Rp 150 ribu per orang, atau Rp 350 ribu per tiga orang.

Rep: Zainur Mahsir Ramadhan/ Red: Agus Yulianto

republika.co.id, Kamis 03 Sep 2020 19:06 WIB

***

Rekonstruksi Pesta Seks Gay di Apartemen Mewah Terungkap Fakta Mengejutkan

Ari Sandita Murti, Sindonews · Kamis 03 September 2020 17:09

Foto: Sindonews

JAKARTA – Polda Metro Jaya menggelar rekonstruksi kasus pesta seks gay di sebuah apartemen mewah di bilangan, Setiabudi, Jakarta Selatan pada Kamis (3/9/2020) .

Dalam rekonstruksi tersebut, para tersangka menampilkan 26 adegan, terungkap tersangka TRF merupakah inisiator acara cabul tersebut.

(Baca juga: Duh, Panitia Pesta Seks Gay di Apartemen Mewah Positif HIV)

“Total adegan rekonstruksi kasus pesta gay ada 26 adegan, yang mana adegannya menggambarkan tentang perencanaan, persiapan, hingga saat pelaksanaannya,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Kamis (3/9/2020).

Dijelaskan Yusri, rekonstruksi pesta seks gay tersebut digelar di kawasan Polda Metro Jaya hal ini untuk memudahkan penyidik. Adapun dalam rekonstruksi itu semua tersangka dihadirkan untuk memerankan tiap adegannya.

Di tempat yang sama , Wadir Krimum Polda Metro Jaya, AKBP Jean Calvijn Simanjuntak menambahkan, dalam rekonstruksi itu tergambar secara jelas tahapan kasus cabul itu, mulai dari tahap perencanaan, tahap persiapan, hingga tahap pelaksanaannya.

“Dari rekonstruksi itu jelas tergambar secara terang benderang masing-masing 9 tersangka perannya, terkait tahap rencanaan, persiapan, dan pada saat pelaksanaannya. Tersangka TRF ini yang pertama kali menginisiasi dan share ke group komunitas ini dan secara umum menyanggupi dan menyetujui dilakukannya event ini,” tutupnya.

(fmi)

 

***

Duh, Panitia Pesta Seks Gay di Apartemen Mewah Positif HIV

JAKARTA – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, TRF seorang panitia pesta seks gay yang sudah dijadikan tersangka, belajar mengadakan pesta gay dari Thailand. Tersangka lalu membuat sebuah komunitas khusus gay melalui group WhatsApp dan Instagram sejak tahun 2018 lalu.

(Baca juga: Kaum Gay Gelar Pesta Seks di Apartemen Berkedok Rayakan Hari Kemerdekaan)

Panitia pesta seks gay di apartemen mewah di bilangan Setiabudi, Jakarta Selatan itu sudah beberapa kali menggelar pesta gay. Bahkan, komunitas gay itu sudah terbentuk sejak tahun 2018 lalu.

“Dipimpin oleh TRF, mereka mendirikan komunitas di medsos sejak Februari 2018 lalu. Selama ini, mereka sudah enam kali melakukan kegiatan cabul (pesta gay) di tempat berbeda-beda,” ujarnya pada wartawan, Rabu (2/9/2020).

Pesta gay itu dilakukan dengan modus, promosi, dan bayaran yang hampir serupa sebagaimana yang digelar di Setiabudi, Jakarta Selatan. Bahkan, permainan atau game dalam pesta gay itu pun serupa, mulai dari oral seks hingga seks bebas, hanya jumlah pesertanya saja yang berbeda-beda.

“Saya tak bisa sebutkan secara rinci, tapi tempatnya biasanya di hotel atau apartemen di Jakarta semua, lalu ditarik bayaran. Rata-rata mereka usianya 20-40 tahun dan mereka bukan mencari keuntungan, tapi hanya kesenangan,” tuturnya.

Sementara para peserta, tambahnya, menghirup obat perangsang demi membuat permaianannya itu lebih menyenangkan. Dari 9 penyelenggara yang diamankan itu, satu diantaranya diketahui terkena HIV.

“Kita sudah cek protokol kesehatan, dilakukan rapid test dan semuanya negatif. Namun, kita akan cek kembali semuanya secara kesehatan,” pungkasnya. (fmi)

(Ari)

 

Ari Sandita Murti, Sindonews · Rabu 02 September 2020 17:35 WIB

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 852 kali, 1 untuk hari ini)