Petinggi NU Beranikah seperti Ini, Haris Pertama: Jika Abu Janda Tidak Ditangkap, Saya Mundur dari Ketua KNPI

Petinggi NU tempat berkiprahnya Abu Janda yang sampai menatar anggota2 banser/ Ansor NU, ketika kini ramai soal penghinaan Abu Janda terhadap Islam dan bersikap rasis; beranikah para petinggi NU bersikap seperti ketua KNPI . Diberitakan, SIKAP TEGAS! Haris Pertama: Jika Abu Janda Tidak Ditangkap, Saya Mundur dari Ketua KNPI

Silakan simak ini.

***

 

SIKAP TEGAS! Haris Pertama: Jika Abu Janda Tidak Ditangkap, Saya Mundur dari Ketua KNPI



Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) resmi melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri terkait dugaan rasis terhadap mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai.

 

Laporan tersebut telah diterima Bareskrim Polri dengan nomor: LP/B/0052/I/2021/Bareskrim pada Kamis, 28 Januari 2021. 

 

Abu Janda dilaporkan atas dugaan melanggar Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 27 ayat (3) dan/atau Pasal 45 A ayat (2) juncto Pasal 25 ayat (2) dan/atau Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Kebencian atau Permusuhan Individu dan/atau Antar Golongan (SARA), Pasal 310 dan/atau Pasal 311 KUHP.

 
 

Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama meminta agar Polri tegas kepada buzzer pemecah belah seperti Abu Janda. Menurutnya, Abu Janda merupakan orang yang pertama kali melontarkan kalimat rasis terhadap Natalius Pigai sebelum kelompok pendukung Jokowi lainya.

 

“Kami yakin Polri akan menindak tegas Abu Janda. Karena ini bertentangan dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika,” kata Haris Pertama dalam keterangan persnya.

 

Haris menilai pernyataan Abu Janda tidak mencerminkan prinsip kebhinnekaan dan tidak menghargai perbedaan suku, agama ras dan antargolongan (SARA).

 

“Polri sebagai aparat penegak hukum jangan ragu untuk melakukan penegakan hukum terhadap kasus ini secara cepat dan tegas,” ujarnya.

 

Haris sangat menyangkan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh sekelompok orang yang kerap menggaungkan Pancasila.

 

“Meski berbeda dukungan politik. Tidak pantas melontarkan kata-kata rasis. Orang semacam Abu Janda harus segera ditangkap. Ini juga merusak citra pemerintah Jokowi,” tegasnya.

 

Siap Mundur dari Ketua KNPI

 

Haris Pertama menyebut pelaporan terhadap Abu Janda ini mempertaruhkan marwah organisasi KNPI sekaligus harapan masyarakat Indonesia. Sehingga dirinya siap mundur dari jabatan Ketua KNPI jika sampai Abu Janda tidak ditangkap Bareskrim Polri.

 

“Pertaruhan Marwah KNPI dan Harapan Masyarakat Indonesia tentang penegakan hukum yang adil adalah dengan di tangkapnya Abu Janda. Jika Abu Janda tidak tertangkap maka saya mundur menjadi Ketua Umum DPP KNPI !!!” ujar Haris Pertama melalui akun twitternya @harisknpi, Sabtu, 30 Januari 2021.

 

Sikap tegas Ketua KNPI ini mendapat dukungan luas publik di sosial media.

 

“Full support bang #TangkapPermadiArya 

#TangkapAbuJandaRasis,” komen @AtiRatna3.

 

“Salut, telah menunjukan siapa anda sebenarnya. Saya menaruh harapan besar kepada calon pemimpin seperti anda, untuk indonesia masa depan,” ujar akun @tiswosolihin6.

 

“Semoga hukum bisa ditegakkan dgn seadil-adilnya.. tidak ada yang boleh kebal terhadap hukum…semuanya sama di mata hukum,” komen @mysigit_.

Pertaruhan Marwah KNPI dan Harapan Masyarakat Indonesia tentang penegakan hukum yang adil adalah dengan di tangkapnya Abu Janda.

Jika Abu Janda tidak tertangkap maka saya mundur menjadi Ketua Umum DPP KNPI !!!

— Haris Pertama (@harisknpi) January 30, 2021

Full support bang #TangkapPermadiArya#TangkapAbuJandaRasis

— Ati Ratna (@AtiRatna3) January 30, 2021

Salut, telah menunjukan siapa anda sebenarnya. Saya menaruh harapan besar kepada calon pemimpin seperti anda, untuk indonesia masa depan.

— TiS (@tiswosolihin6) January 30, 2021

Semoga hukum bisa ditegakkan dgn seadil-adilnya.. tidak ada yang boleh kebal terhadap hukum…semuanya sama di mata hukum.

— Sigit Hidayat (@mysigit_) January 30, 2021

[PORTAL-ISLAM.ID] Sabtu, 30 Januari 2021 BERITA NASIONAL

(nahimunkar.org)

(Dibaca 212 kali, 1 untuk hari ini)