Rachmawati Soekarnoputri bersama Petisi Rakyat Menggugat menemui pimpinan DPR RI Fadli Zon di Gedung Parlemen, Jakarta, Kamis (9/10). Petisi Rakyat menggugat meminta Pimpinan DPR RI menunda pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih. Foto: Mustafa Ramli/Jawa Pos/JPNN.com, Kamis, 9.10.2014.

***

Rachmawati Sebut Indonesia Malu Jika Jokowi Dilantik Jadi Presiden

Massa PDIP

JAKARTA, Jaringnews.com – Anak Proklamator Soekarno, Rachmawati Soekarnoputri menyebut Presiden Terpilih Joko Widodo bermasalah. Dia membeberkan kasus korupsi yang membelit Jokowi di Solo dan Jakarta.

Hal itu dinyatakan Rachmawati saat datang ke DPR Jakarta, Kamis (9/10) siang. Adik Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri itu menjelaskan pelantikan Jokowi sebagai presiden harus ditunda.

Dia mengatakan Jokowi perlu mengklarifikasi kasus korupsi yang diduga membelitnya. Jika tidak, dunia Internasional akan bertanya-tanya dan Indonesia merasa malu.

“Presiden terpilih versi KPU banyak membawa masalah-masalah hukum. Tetapi laporannya dan yang tahu kasus hukumnya Jokowi tidak ditindaklanjuti baik KPK dan Kejaksaan Agung,” kata Rachmawati.

Dia menyebutkan kasus korupsi yang diduga melibatkan Jokowi adalah kasus impor bus TransJakarta karatan dan dugaan penyimpangan dalam anggaran pendidikan Kota Solo. Menurutnya ada 5 kasus korupsi yang menjerat Jokowi.

“Ada apa sama Republik ini? Ada kasus bus transjakarta, taman BMW, rekening luar negeri, kartu sehat solo, dan dana olahraga,” jelas dia.

Dia juga menyebutkan Jokowi tidak pantas jadi Presiden, sebab dikendalikan asing. Bahkan dia menyebut, Megawati yang memilih Jokowi sebagai calon presiden, adalah antek asing.

“Megawati sendiri sudah antek kapitalis. Sudah jelas antek-antek kapitalis semua kok ini, mereka kuasai semua. Saya harap DPR juga dapat segera membentuk pansus Pilpres untuk membongkar kecurangan Pilpres,” tutup dia.

Chandra Harimurti
(Chm / Hal) Kamis, 9 Oktober 2014 19:06 WIB

***

Rachma: PDIP Mengkhianati Rakyat, dan Mega Antek Kapitalis

joko-widodo-jokowi-_140605070935-750

JAKARTA – Sungguh ucapan Rahmati itu, seperti secercah kebenaran yang selama ini tertutupi. Rachma menyebutkan kekalahan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) yang diusung PDIP dan partai pendukung Jokowi-JK lainnya di parlemen, dinilai sebagai bentuk ketidakpercayaan rakyat.

Penilaian itu disampaikan salah satu putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (9/10/2014).

Menurutnya, kekalahan baik di DPR dan MPR, menunjukkan bahwa rakyat sudah mulai bosan dengan janji-janji palsu partai tersebut.

“Ini salah satu bukti ketidakpercayaan rakyat kepada PDIP. Dia (PDIP) sudah menghianati rakyat kita. Indonesia ini kan bukan saja milik sekelompok orang,” kata Rachmawati.

Dibagian lain, Rachmawati Soekarnoputri menyebut kakaknya Megawati Soekarnoputri yang juga ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) pro-kepentingan asing.

Hal itu disampaikan Rachma usai melaporkan sejumlah kecurangan pemilihan Presiden 2014, dan kasus hukum Presiden terpilih Jokowi ke pimpinan DPR, Kamis (9/10/2014).

Menurut dia, seharusnya yang menjadi pimpinan negara adalah Prabowo Subianto dari Koalisi Merah Putih (KMP).

“Harus begitu, ngga ada lagi. Megawati sendiri sudah antek kapitalis, sudah antek-antek kapitalis semua kok ini, mereka kuasai semua,” kata Rachma di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Menurutnya, Koalisi Merah Putih (KMP) lebih merakyat ketimbang Koalisi Indonesia Hebat. “(KMP) lebih jauh kerakyatan,” ujarnya.
Sungguh yang disampaikan Rachma itu, perlu menjadi renungan dan perhatian bagi bangsa Indonesia, karena yang menyampaikan Rachma, bukan siapa-siapa saudara kandungnya sendiri. (jj/dbs/voa-islam.com) Kamis, 15 Zulhijjah 1435 H / 9 Oktober 2014 17:51 wib

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.441 kali, 1 untuk hari ini)