Prabowo berada di Depok, Jawa Barat. (jpc)

JAKARTA—Pidato CalonPresiden Prabowo Subianto mengenai tampang Boyolali dipelintir. Timses Prabowo Sandi menganggap judul dari potongan video itu merupakan pelintiran.

Potongan video dari Prabowo Subianto mengenai tampang Boyolali sudah viral di media sosial terutama di Twitter.

Timses Prabowo Sandi memberikan klarifikasi mengenai potongan video ini melalui salah satu akunnya Relawan Prabowo Sandi 2019 atau RPS 2019.

Berikut pernyataan klarifikasi dari Timses Prabowo seperti dirangkum Pojokjabar.com dari akun RPS 2019 di media sosial Facebook.

Pernyataan Prabowo yang menjadi viral itu diketahui disampaikan saat meresmikan Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10) lalu.

Saat itu Prabowo didampingi Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Mantan Pangkostrad yang juga Mantan Gubernur Jateng, Letjen (Purn) Bibit Waluyo.

Posko itu berada di Ruko Galaxy, Jalan Solo-Semarang, Winong, Boyolali Kota. Dalam acara tersebut hadir sejumlah emak-emak relawan pendukung Prabowo-Sandi. Selain itu ada pula beberapa purnawirawan TNI.

Dalam salah satu bagian dalam pidato itu, Prabowo membicarakan mengenai belum sejahteranya masyarakat saat ini. Ia memberi perumpamaan wajah Boyolali yang belum pernah masuk hotel-hotel mahal.

“Kalian kalau masuk, mungkin kalian diusir. Tampang kalian tidak tampang orang kaya, tampang-tampang kalian ya tampang orang Boyolali ini. Betul?” kata Prabowo kepada para pendukungnya.

Dalam video berdurasi 6 menit itu, tak tampak hadirin memprotes pernyataan Prabowo. Mereka justru tertawa dan mendukung pernyataan eks mantan Pangkostrad dan mantan Danjen Kopassus itu dengan jawaban ‘betul’.

Kemudian beredar potongan video di media sosial dengan keterangan pada caption yang menonjolkan mengenai ‘tampang Boyolali’ yang disampaikan Prabowo Subianto.

Tim Prabowo menyatakan apa yang ada di potongan video itu merupakan pelintiran karena konteksnya tidak seperti itu.

“Ini kan cara orang ingin mendiskreditkan Pak Prabowo ya. Karena supaya masyarakat ketahui, pihak sebelah itu kan surveinya stuck dan cenderung turun,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade, Jumat (2/11/2018).

“(Survei) Pak Prabowo dan Bang Sandi naik terus. Nah mulailah cara cari cara mendiskreditkan Pak Prabowo. Caranya apa? Memotong-motong video percakapan Pak Prabowo supaya masyarakat salah persepsi untuk memfitnah Pak Prabowo, mendiskreditkan Pak Prabowo,” ujar politisi Partai Gerindra asal Sumatera Barat ini. (ral/rps/pojokjabar)

Sumber: jabar.pojoksatu.id / ikrar amin

(nahimunkar.org)

(Dibaca 416 kali, 1 untuk hari ini)