Pimpinan MTA Ahmad Sukino Meninggal


Ahmad Sukino (Foto/jglsmr)

Pimpinan Pusat Yayasan Majelis Tafsir Al Quran ( MTA) Ahmad Sukino meninggal dunia pada Kamis (25/2/2021) pukul 03.47 WIB.

Ia meninggal pada usia 73 tahun.

Sukina disebutkan meninggal karena sakit di RSUD Dr Moewardi Solo, Jawa Tengah.

Bendahara MTA Sunarjo membenarkan adanya informasi tersebut.

“Betul,” ujarnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis (25/2/2021) pagi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Yayasan Majelis Tafsir Al Quran (MTA) Mugijatna.

“Telah berpulang ke Rahmatullah Almarhum Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina Pimpinan Pusat Yayasan Majelis Tafsir Al Quran pada usia 73 tahun di RS Moewardi Surakarta dikarenakan sakit,” ujarnya sebagaimana rilis yang diterima Kompas.com, Kamis (25/2/2021) pagi.

Dimakamkan di Mojogedang, Karanganyar

Pemakaman imbuhnya, akan dilakukan pada Kamis (25/2/2021) siang pukul 12.00 WIB di Pemakaman Muslim Kaliboto, Mojogedang, Kabupaten Karanganyar.

Tribunjateng.com, Kamis, 25 Februari 2021 07:56

***

Bagi Yang Ingin Mengetahui Pemahaman MTA ( Majlis Tafsir Alquran )/ Arsip

 

MTA DITINJAU DARI PEMAHAMAN AHLUSSUNAH WAL JAMA’AH MANHAJ SALAF :

Yang heboh,. Menyatakan Allah itu TIDAK ADIL, silahkan lihat videonya disini

Yang konyol, mengatakan TIKUS Itu HALAL, silahkan lihat videonya disini

Yang lucu, Cicak juga katanya HALAL , silahkanlihat videonya disini

  1. Tidak menggunakan qo’idah tafsir yang benar, MTA membuat metode tafsir sendiri sehingga banyak kekeliruan di dalamnya.
  2. Memalingkan makna sifat-sifat Allah dengan tanpa hujjah yang benar.
  3. Membuang sifat AL-HAYAA-U bagi Allah Azza wa Jalla (Q.S Albaqarah:26) dan menggantinya dengan makna “Meninggalkan sesuatu perbuatan” berhujjah dengan hadits lemah bahkan salah dalam penulisan matannya. Padahal Rasulullah menyatakan dalam sabdanya: “innallaha hayiyyun kariimun” Sesungguhnya Allah Pemalu lagi Maha Mulia” (H.R. Abu dawud, Tirmidzi)
  4. Menolak Sifat Wajah bagi Allah Azza wa Jalla. MTA katakan :”Allah tidak mempunyai muka”. Sedangkan Allah Azza wa Jalla telah menjelaskan hal ini dalam firmanNya (Q.S Albaqarah:272), juga hadits hadits dari Rasulullah shalalllahu’alaih wassalam “Sesungguhnya engkau tidak akan ditnggal sehingga engkau melakukan amalan yang mengharap dengan WAJAH ALLAH” (H.R Bukhari dan Muslim)
  5. MTA meyaqini bahwa surga tempat tinggal ADAM adalah di BUMI. Mereka menafsirkan surat albaqarah:35 bahwa Syurga Adam itu adalah “KEBUN DI ATAS BUMI INI”. Padahal ini adalah pendapat yang masyhur dari orang orang qadariyyah dan mu’tazilah.
  6. Menyelewengkan makna bahkan mengingkari syafa’at Nabi . Dlm tafsir surat albaqoroh:48 mereka mengatakan bahwa syafa’at adalah “TIUPAN ‘ILMU, BUDI PEKERTI YANG TINGGI DAN PERADABAN KENABI AN YANG SUCI, TEGASNYA DI HARI AKHIR NANTI TIDAK AKAN DITERIMA SYAFA’AT”. Padahal adanya syafa’at ini telah ditetapkan Allah Azza wa Jalla dan hadits-hadits mutawatir dari Rasulullah sholallohu’alaihi wasallam.
  7. Meyaqini bahwa yang haram hanya 4 saja yang disebut dalam surat al an’am:145, sedangkan yang dijelaskan oleh Nabi dgn hadits yang shahih diingkarinya. Bahkan berani membuang hadits tsb.
  8. Salah dalam mendudukkan ayat ayat utk orang kafir dan disematkan kpd orang2 muslim, smisal surat al-a’raf:40, sehingga mereka menganggap sama hukumnya orang muslim dengan orang kafir jika telah masuk neraka yaitu kekal di dalamnya.
  9. Menganggap yang diharamkan Rasulullah hanya makruh saja jadi boleh dilakukan/dikerjakan. Ini bertentangan dengan surat al-hasyr:7, dan ali imran :31
  10. Menganggap hadits yang shahih bahkan mutawatir disamakan dengan hadits syadz bila bertabrakan dengan al-qur’an, jadi boleh dibuang, dan ini adalah pendapat yang paling bathil dari inkarussunnah.
  11. Mereka menghalalkan anjing buas, serigala , katak/kodok dll yang telah diharamkan Rasulullah shalallahu’alaihi wasallam, tetapi utk menutupi pendapat ini di hadapan para pengikut MTA yang masih pemula maka sang ketua dan para ustadznya menjawab ;”MTA tidak berhak mengharamkan dan menghalalkan anjing, yang berhak mengharamkan dan menghalalkan hanyalah Allah”. Perkataan ini utk mengelabuhi ummat agar pengikutnya tidak lari karena tahu bahwa ustadznya menghalalkan anjing walau dia tidak memakannya. Lihat bukti perkataan mereka dalam tafsir MTA jilid ke 4 pada saat menafsirkan surat albaqoroh:173. Padahal faham seperti ini telah dibantah oleh Rasulullah , beliau bersabda “Ingatlah, sesungguhnya apa yang diharamkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti apa yang diharamkan oleh Allah”. (HR Ibnu Majah, no. 12, dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).
  12. Mereka mengingkari adanya jahannamiyuun, yaitu orang yang beriman yang dientaskan dari neraka oleh Allah Azza wa Jalla berdasarkan ayat2 yang diperuntukkan bagi orang orang kafir. Padahal banyak hadits mutawatir yang mengabarkannya. Mereka meyaqini bahwa “”wa khobarulwaahidi dhonniyyun” hadits yang ahad adalah DUGAAN/dhonny”. Imam syafi’i telah membantah perkataan sesat ini dan beliau berkata;
    “ijma’almuslimuuna qodiiman wahadiitsan’ala tatsbiiti khobarilahaadi walintihaa-i ilaihi” “Kaum muslimin sejak dahulu hingga skarang telah spakat atas menetapkan hadits ahad dan berhenti padanya”(Ar-Risalah), juga dikuatkan oleh Imam Ibnu Hajar Atsqolani, Ibnu Abil Izz, Syaikh Albani dll.
  13. Menganggap bahwa petunjuk hadits Nabi tidak harus diikuti karena Nabi adalah manusia biasa yang bisa benar dan bisa SALAH. Ini sungguh akan merusak syahadat mereka terhadap Rasulullah , karena Rasulullah bersabda :” TIDAKLAH KELUAR DARINYA MELAINKAN KEBENARAN” [Diriwayatkan oleh Ad-Daarimiy no. 501; shahih. Diriwayatkan juga oleh Ahmad 2/164 & 192, Al-Haakim 1/105-106, dan yang lainnya].
  14. Dalam hukum mawaarits mereka juga tidak menggunakan hadits yang shahih yang menjelaskannya, tapi hanya dengan ayat al-qur’an saja yang ditafsirkan aqalnya sendiri.
  15. Dalam hukum zakat, mereka membuat ajaran bid’ah yaitu zakat profesi yang tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah dan para sahabatnya juga imam empat skalipun. Dan mereka menyamakannya dengan hukum zakat pertanian, TETAPI anehnya ukuran zakatnya menggunakan zakat MAL. Aneh bin ajaib, bisa bisanya membuat syari’at sendiri.
  16. Membolehkan tayammum mutlaq saat safar walaupun ada air, ini menyelisihi dalil yang sangat banyak.
  17. Menganggap bahwa laki laki dan perempuan semuanya wajib shalat jum’at scara mutlaq. Padahal jika meruju’ pada hadits Nabi tidaklah sbagaimana yang mereka fahami. Dan mereka menganggap orang yang ada udzur di masjid kemudian shalat di rumahpun dianggap shalat jum’at pada hari itu.
  18. Mengatakan bahwa ISBAL hukumnya “MUBAH”, sedangkan Rasulullah telah menyatakan keharamannya dengan adzab neraka jika tidak dengan kesombongan dan bila dengan kesombongan lebih berat lagi yakni tidak diajak bicara oleh Allah dan tidak disucikan.
  19. Menghalalkan musik, maka dari itu dalam radio mereka juga full music, padahal para sahabat telah menafsirkan Surat Luqman:6 sebagai haramnya nyanyian dan alat alat musik.
  20. MTA tidak mempercayai/meyaqini bahwa jin bisa masuk dalam tubuh manusia, sementara itu Rasulullah telah menjelaskan dengan hadits2 yang shahih akan adanya kesurupan dan ruqyah.
  21. Sungguh banyak lagi penyimpangan2 dalam MTA dan kesalahan2 penafsiran mereka, tapi ini cukup kiranya sebagai peringatan agar kita berhati hati pada faham yang seperti ini. Kami memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikan tulisan ini di dalam timbangan ‘amalan kebaikan kami. Wallahua’lam bisshawaab. Barokallahufiikum.

sumber dari akun fb Abu Faris Bambang Surono/aslibumiayu.wordpress.com – Maret 9, 2013

Posted on 2 Februari 2016

by Nahimunkar.org

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 626 kali, 1 untuk hari ini)