Jakarta, DETIKISLAM.COM – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mulai tidak puas dengan kerja Jokowi yang menyingkirkan partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu.

Joko Widodo atau Jokowi dinilai tak baik karena tidak melibatkan partai yang didirikan Abdurrahman Wahid itu di kantor Transisi.

“Kalau dalam Islam, akhlaknya tidak baik,” kata Ketua DPP PKB, Jazilul Fawaid dalam acara diskusi di Jak Tv, Senin (11/8) malam.

Kata Jazilul, sejak awal PKB mendukung Jokowi di Pilpres 2014 termasuk memperkenalkan di kalangan pesantren. “Kita mendukung sejak awal,” paparnya.

PKB merasa, Jokowi hanya mementingkan partai tertentu saja seperti PDIP dan NasDem. Jokowi selalu mengilah bahwa dirinya tidak memerlukan orang partai tetapi kenyataannya di kantor transisi di isi orang-orang partai seperti Akbar Faizal dari NasDem, Rini Soemarno, PDIP orang dekat Megawati Soekarnoputri, Hasto Kristiyanto dari PDIP, Hendropriyono PDIP.

PKB merasa ditipu gaya lugu Jokowi. PKB melalui salah satu ketuanya, Jazilul Fawaid menilai cara kerja Jokowi itu menunjukkan ahlaknya sudah busuk. Jazilul pun mengatakan, PKB mempunyai peran dalam memenangkan Jokowi seperti mengenalkan di kalangan NU dan pesantren. Termasuk mengkounter isu-isu negatif seperti Jokowi itu kristen.

Selain itu, ia pun tidak setuju upaya menyingkirkan orang-orang partai di lingkungan Jokowi.

“Selama tak ada aturan yang melarang menteri rangkap jabatan di parpol, kami memperjuangkan kader kami yang mampu memimpin, rakyat pun hanya ingin menteri yang menyelesaikan masalah dan kesejahteraan,” jelasnya.

Selain itu, Jazilul mencurigai, ada orang-orang yang mempunyai kepentingan dan tidak berjuang saat Pilpres hanya mengambil keuntungan dengan menyingkirkan orang-orang partai.

Ia pun tidak sependapat yang mengatakan, orang-orang partai itu korupsi, padahal kenyataannya, orang-orang birokrat sudah sangat banyak yang terbukti korupsi.

 

(BR – Nahimunkar.com)

(Dibaca 1.495 kali, 1 untuk hari ini)