Novrizal Sikumbang

10 Feb 2013 11:40:59

Lukman Edy_8326523427

Lukman Edy (Foto: Aktual.co/Istimewa)

PKB sebagai parpol berbasis massa Islam semakin terpuruk ketika founding father, Abdurraham Wahid atau Gus Dur menyatakan partai PKB sebagai partai terbuka untuk menampung kaum minoritas.

Jakarta, Aktual.co — Sulitnya partai politik berbasis Islam dalam ajang pertarungan politik saat pesta demokrasi atau pemilihan umum terletak pada saat menjaring suara pemilih.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy menjelaskan, sebagai parpol berbasis massa Islam ini semakin terpuruk ketika founding father, Abdurraham Wahid atau Gus Dur menyatakan PKB sebagai partai terbuka untuk menampung kaum minoritas.

“Pasca reformasi, ada satu fakta ketika Gus Dur menyatakan PKB partai terbuka, merekrut orang selain Islam. Tapi, sekarang kami tidak merasa nikmati keterbukaan itu, karena orang-orang minoritas tidak memilih PKB,” keluh Lukman Edy dalam acara Aktual Forum ‘Quo Vadis Parpol Islam dalam Arus Demokrasi Liberal’ di Dapur Selera, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu, (10/2/).

Dikatakan Lukman, ketika mendiang Gus Dur akan membuka PKB menjadi parpol terbuka, sebenarnya tidak berjalan mulus, ketika dalam struktur kepengurusan adanya nama lain yang bukan dari kaum nahdiyin, sehingga terjadi protes di kalangan kiyai. Namun hal itu dapat dipahami, pasalnya kaum minoritas sebagai salah satu kontribusi besar buat negara.

“PKB tidak hanya mayoritas, tetapi juga untuk minoritas, termasuk masalah suara. Karena mengedepankan kebangsaan,” ucap dia.

Akan tetapi, kata Ketua Fraksi PKB di MPR itu, sejak awal untuk mendapatkan suara dari kaum minoritas, namun kenyataan kekinian hingga saat ini mereka sulit mendapatkan pemilih dibeberapa Pemilu yang telah mereka ikuti.

“Tetapi ada problemnya yang hari ini kami rasakan, karena kami tidak pernah merasakan dari keterbukaan itu. Karena orang minoritas tidak mau memilih PKB,” pungkasnya.

Tri Wibowo –

(nahimunkar.com)

(Dibaca 4.101 kali, 1 untuk hari ini)