PKI Berontak, Membantai Ribuan Tokoh dan Ulama di Madiun, September 1948

 






BERKARYA NETWORK 

@Berkarya_Info

20 Sep

Bukan Soal 30 September 1965 Saja, di Kota Madiun Pada 30 September 1948, Juga Menyimpan Kisah Pilu “Banjir Darah” Kekejaman PKI/ twitter

***

Awas Jaga Para Ulama…! PKI/Komunis Sudah Tidak Ada Rasa Takut, Stop Isu Orang Gila…

Posted on 15 September 2020

by Nahimunkar.org

 
 



Kejam, Begini Cara PKI Bantai Ribuan Tokoh dan Ulama di Madiun. Tak tanggung-tanggung, korban pembantaian kejam yang dilakukan oleh PKI kala itu mencapai 1.920 orang, padahal PKI hanya menduduki Madiun Jawa Timur selama 13 hari saja, terhitung sejak tanggal 18-30 September 1948.

Sugeng Harianto – detikNews

Rabu, 03 Okt 2018 14:48 WIB

Di bulan September, monumen ini kerap dijadikan lokasi upacara peringatan pembantaian yang dilakukan PKI – (Partai Komunis Indonesia) terhadap para Ulama dan ribuan Umat Islam di Madiun. (Foto: Sugeng Harianto/File/ dtk)

 
 

PKI/Komunis dalam memusuhi Islam bagai Syetan. Bahkan Syetan masih percaya adanya Tuhan sedangkan Komunis/PKI tidak percaya adanya Tuhan. Sedangkan inti Islam adalah mengimani dan menyembah Tuhan yang hanya satu yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka komunis dan wadyabala syetan lainnya sangat memusuhi Islam.

{وَمَا نَقَمُوا مِنْهُمْ إِلَّا أَنْ يُؤْمِنُوا بِاللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ (8) الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (9) إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ} [البروج: 8 – 10]

8. Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, [Al Buruj:8]

9. Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu. [Al Buruj:9]

10. Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar. [Al Buruj:10]

Hati2 dibulan September terulang kembali…, Mulai musim *Orang Gila* lagi nih.. rapatkan barisan jaga Ulama2 kita

https://berita7.id/tetangga-sebut-alfin-andrian-tidak-gila-istrinya-baru-melahirkan/

 
 

*MUTIARA HADITS*

 
 

_MUSUH ULAMA itu MUSUH ALLOH_

 
 

Dalam Hadis Qudsi Alloh Subhanahu wa Ta’ala menyatakan :

 
 

مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ.

 
 

_”Siapa saja yang memusuhi waliku (Ulama’, orang mukmin bertaqwa), maka Aku umumkan perang kepadanya.”_ (HR. Bukhari)

 
 

*PENJELASAN*

 
 

Alloh SWT memproklamirkan peperangan terhadap mereka yang memusuhi ulama, menghina dan menyakiti mereka, karena ulama adalah wali Alloh yang menjelaskan firman firman Nya, menjadi penerang umat dan pewaris para rasulNya 

 
 

Mari kita jaga para ulama kita dari permusuhan orang jahil demi kelangsungan da’wah Rosulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 
 

Semoga Alloh SWT melindungi dan menjaga para ulama dan pejuang Islam dari kedengkian musuh musuhnya. Aamiin Ya Mujibas Sa’ilin ?? Ahadun Ahad ️ Allohu Akbar  Isy Kariman Aw Mut Syahidan

 
 

✍?  *Catat:*

 
 

Kalo Korbannya Ulama atau Tokoh & Aktivis Islam = Pelakunya *Orang Gila* minimal *Gangguan Jiwa*, Kalau Korbannya Aparat atau Pejabat = Pelakunya *Teroris* minimal *Radikal*

 
 

 
 

******

 
 

 
 

*Hikmah Penusukan Syeikh Ali Jaber*

 
 

1. Harus tetap waspada  jangan merasa aman!

 
 

2.Test Case

 
 

3. Ada pengawalan terutama pada tablig akbar, bedah buku  dan atau kajian yang Ustadz nya masyhur dan jamaah nya banyak. Tentunya ahli beladiri , Minimal 4 orang di ring 1. Di ring 2 minimal 3 orang. Di ring 3 minimal 2 orang

 
 

4. Ustadz utama nya mudir Pondok setiap ke luar minimal dikawal 2 orang. Walaupun Ustadz ahli beladiri. Ingat presiden SBY menguasai banyak ilmu beladiri , mantan jenderal pula, tapi tetap dikawal!.

 
 

5.  Ustadz2 jangan sembarangan bertemu dengan orang tak dikenal

 
 

6. Setiap yg masuk ke Pondok kudu mengisi buku tamu. Chek KTP. Fotonya sesuai tidak dengan aslinya. Jangan lupa tamu difoto dan KTP nya juga-SI. Tanyakan detail keperluan nya.

 
 

6. Jika tamu tersebut Aparat sipil, aparat polisi, TNI kudu minta surat tugasnya-Asli. Sesuaikan dengan KTP nya  jangan ragu menanyakan, karena ranah pondok adalah privasi pondok, itu HAK!

 
 

Terakhir jangan lupa dokumentasi kan setiap momen dengan cctv, kamera HP dan lainnya.

 
 

Ditulis oleh Advokat Muslim *Sukpandiar, SH, MH bin Moh.Idris* Telp dan WA 081314495785. Pembina Hukum Pakaji dan Satda juga penulis Buku “Advokasi Elegan Dakwah Islam” . 

 
 

#GanyangKomunis/PKI

#GebukPKI/KOMUNIS

#SaveUlamadanAktivisIslam

#StopKriminalisasiUlamadanAktivisIslam

 
 

Dikirim oleh:

Alfaqir ilalloh Azza wa Jalla,

 
 

*Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al-Bantani, S.Pd, M.Pd, I* حفظه اللّٰه تعالى 

(Aktivis Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat, Praktisi PAUDNI/Pendidikan Anak Usia Dini Non Formal dan Informal, Aktivis Pendidikan dan Kemanusiaan, Domisili di Bekasi Kota)

 
 

Seorang Hamba yang mengharap Ridho RabbNya

14/09/2020 14.17

(nahimunkar.org)

***

Kenang Kejamnya Pemberontakan PKI di Madiun 18 September 1948, Fadli Zon: Kiai Diculik dan Dibantai

 

 

JAKARTA–Politisi Gerindra, Fadli Zon mengingatkan tentang peristiwa kelam yang pernah terjadi di Indonesia, yakni pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Fadli Zon menyebut, pada 18 September hari ini, bertepatan dengan peristiwa penyerangan PKI di bawah pimpinan Muso, di Madiun pada tahun 1948.

Saat itu, banyak ulama menjadi korban setelah diculik dan dibantai secara kejam.

Padahal, di sisi lain, para pejuang sedang berjuang dalam melawan Belanda untuk mempertahankan kemerdekaan.

Maka dari itu, Fadli Zon menilai, PKI adalah penghianat yang seolah menusuk dari belakang.

 

“Hari ini 18 September, tepat 72 thn lalu (1948) PKI melakukan pemberontakan dipimpin Musso di Madiun. Byk ulama/Kyai n tokoh pemerintahan Republik diculik n dibantai. Ketika para pejuang RI Soekarno-Hatta dll konsentrasi hadapi Agresi Militer Belanda, PKI menusuk dari belakang,” tulis Fadli Zon di akun Twitternya, Jumat (18/9/2020).

Seperti diketahui, pemberontakan PKI pada 1948 merupakan pemberontakan besar pertama yang terjadi semenjak proklamasi kemerdekaan 1945.

Dalam pemberontakan tersebut, ingin mengganti ideologi Pancasila dan membentuk Republik Soviet Indonesia.

Pemimpin pemberontakan PKI di Madiun adalah Muso.

 

Pemberontakan di Madiun

Sejak awal September 1948, Muso bersama beberapa pimpinan PKI berkeliling ke daerah-daerah di Jawa, seperti Solo, Madiun, Kediri, Jombang, Bojonegoro, Cepu, Purwodadi, dan Wonosobo.

Dikutip buku Sejarah Daerah Jawa Timur (1978), ketika Muso dan Amir Syarifuddin berada di Purwodadi mendengar kabar bahwa unsur pro-PKI telah mengambil inisiatif untuk melancarkan revolusi (pemberontakan).

Pada 18 September pagi, sekelompok rakyat Purwodadi mengibarkan bendera merah dan Muso berangkat ke Madiun.

Malam hari mereka tiba di Rejo Agung dekat Madiun dan menjumpai kenyataan bahwa organisasi PKI telah melancarkan coup d’etat di Kota Madiun dan sekitarnya.

Sejak saat itu revolusi komunis atau pemberontakan komunis sudah dimulai.

Selain pengambilalihan kekuasan di Madiun, mereka juga merebut kota-kota dan ibu kota karesidenan Madiun.

Semua alat-alat pemerintah, militer dan sipil pada waktu itu lumpuh serta mampu dikuasai.

Kaum komunis berambisi untuk memegang pimpinan pemerintahan dan mereka ingin mendirikan front nasional.

 

wartakotalive.com, Jumat, 18 September 2020 17:02/ diringkas

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 512 kali, 1 untuk hari ini)