Ilustrasi: Mandi Kembang Mobil Esemka: Menyambut Prestasi dengan Kemusyrikan/ al-khilafah

Jakarta –  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai calon gubernur DKI, Joko Widodo atau Jokowi tidak amanat karena meninggalkan jabatannya sebagai walikota Solo.

“Amanat belum selesai beliau tinggalkan ke tempat yang lain, karena itu akan mencederai juga amanat rakyat yang telah diberikan,” kata mantan cagub DKI dari PKS, Hidayat Nur Wahid di Jakarta, Senin.

Menurut Hidayat, PKS akan memberikan dukungan ke Jokowi bila yang bersangkutan memberikan jaminan akan memimpin Jakarta sampai 2017. Padahal, konon kabarnya Jokowi sudah di plot dengan Prabowo untuk maju dalam Pilpres 2014.

“Beliau harus memberikan jaminan bahwa dia akan melaksanakan amanat PKS dan akan memimpin Jakarta sampai selesai sampai 2017,” ungkapnya.

Kata Hidayat, Jokowi belum memberikan jaminan yang diajukan PKS. “Pak Jokowi akan berada di posisi gubernur jika terpilih sesuai dengan amanat rakyat kan untuk gubernur itu kan harus mengabdi selama 5 tahun kan bukan berhenti di tengah jalan,” jelas politisi senior PKS ini.

Selain itu, ia menegaskan PKS akan memberikan dukungan kepada salah satu calon gubernur DKI setelah adanya pertemuan kedua dengan masing-masing calon gubernur DKI.

“Presiden partai kemarin dengan tegas mengatakan bahwa pertemuan akan dilanjutkan sekali lagi dengan masing-masing pihak,” ungkapnya.

Hidayat membantah dukungan PKS terhadap calon gubernur terkait dengan mahar. “Tanpa dikaitkan dengan mahar politik dalam bentuk uang. Tapi dalam bentuk program kerja dan komitmen yang ada baiknya bagi PKS dan Jakarta

Senin, 06 Agustus 2012 22:12 source: itoday/ Kiblat

***

Jokowi Kesulitan Menjawab Pertanyaan tentang Makna Ramadhan, Kenapa?

MENJADI tokoh publik memang harus siap dengan segala macam pujian saat aktifitas positifnya diliput media dan jadi perbincangan masyarakat, sebaliknya seorang tokoh publik juga harus siap dikritisi bahkan dihujat ketika apa yang dilakukannya tidak memenuhi harapan masyarakat.

Hari ini siapa yang tidak mengenal Joko Widodo (Jokowi), Walikota Solo yang berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dengan panggilan Ahok ini sedang menjadi sorotan semua pihak, terutama saat ia dan pasangannya masuk pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta.

Sebagai kandidat kuat Calon Gubernur DKI Jakarta, tentu wajar jika saya dan kita semua bertanya tentang latar belakang calon pemimpin kita ini, terutama terkait dengan keislaman pasangan Jokowi Ahok yang dipertanyakan berbagai kalangan. Buat saya dan mungkin kita semua, wajar saja jika aspek keislaman menjadi faktor penting sebelum menentukan pilihan, lebih baik repot berjam-jam mencari info sebanyak-banyaknya tentang kandidat Cagub dan Cawagub DKI Jakarta, daripada menyesal selama 5 tahun kemudian.

Hasil penelusuran saya sampai pada tayangan video dibawah ini, sebuah tayangan berdurasi 1 menit, 52 detik yang merupakan liputan khusus bulan Ramadhan dari salah satu stasiun TV Swasta nasional. Dalam tayangan tersebut Jokowi mendapatkan pertanyaan yang sederhana, yaitu terkait dengan “Apa makna bulan puasa Ramadhan bagi Pak Jokowi?” Tapi kondisi tersebut menjadi tidak sederhana, ketika Pak Cagub ibukota negara ini kesulitan menjawab pertanyaan tersebut.

Kondisi tersebut langsung membangkitkan otak alam bawah sadar saya, bahwa pertanyaan berbagai kalangan terkait dengan minimnya keislaman seorang Jokowi bisa jadi ada benarnya dong? Waduh…!!! Bagi saya kondisi tersebut memunculkan ketidaknyamanan tersendiri. Jujur pada putaran pertama saya tidak mendukung pasangan Jokowi – Ahok atau Fauzi – Nacharowi. Tapi saya punya komitmen untuk tetap memilih salah satu pasangan yang ada.

Untuk saya, mencari info tentang setiap kandidat harus dilakukan, karena saya tidak mau menyesali pilihan saya nantinya, makanya dari pada menyesal belakangan, mendingan repot sejak awal tapi yakin dengan pilihan kita nanti. Nah, masih ada waktu untuk merenungi kembali setiap pilihan kita pada tanggal 11 Juli lalu, dan bulan Ramadhan ini adalah sarana terbaik untuk melakukannya…

http://suarajakarta.com27/07/2012 BlogPemilihan Gubernur

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.977 kali, 1 untuk hari ini)