Sikap plintat plintut suatu negeri pun menimbulkan pertanyaan.

Berikut inilah pertanyaannya, dan berita tentang gambaran Sudan Selatan negeri Nasrani dukungan Zionis, dan sebaliknya Kosovo yang merdeka dari Serbia kemudian meningkat  populasi Islamnya. Apakah memang sikap plintat plintut itu cerminan dari tidaksuka dengan Islam, tapi sebaliknya suka kepada zionis penjajah ?

***

Jika Bisa Mengakui Sudan Selatan, Kenapa Kosovo Tidak?

Wahyu Dwi Anggoro – Okezone

kosovo

Rakyat Kosovo saat rayakan kemerdekaan (Foto: AFP)

JAKARTA – Kebijakan Indonesia terhadap Kosovo dinilai tidak konsisten. Indonesia belum mau mengakui kemerdekaan Kosovo, namun di sisi lain mereka mendukung kemerdekaan Sudan Selatan yang kondisinya mirip dengan Kosovo.

Sudan Selatan memerdekakan dirinya tahun 2011 lalu. Negara baru itu memisahkan diri dari Sudan.

“Indonesia bisa mudah mengakui Sudan Selatan, namun pemerintah sulit mengakui Kosovo,” ujar mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam dialog tentang Kosovo yang diadakan Muhammadiyah di Jakarta, Kamis (16/5/2013).

“Indonesia juga mudah mengakui Libya. Padahal rezim mereka berganti, bendera Libya juga berubah,” lanjutnya.

Hidayat mengaku merasa malu ketika bertemu dengan warga Kosovo.Mereka selalu bertanya kenapa Indonesia belum mau mengakui kemerdekaan negaranya.

“Mereka bertanya, Indonesia kan negara berpenduduk muslim terbesar. Kenapa hingga kini tidak mau (mengakui Kosovo),” terang Hidayat. (faj) Kamis, 16 Mei 2013 22:04 wib

***

Merdeka dari Serbia, Populasi Muslim Kosovo Terus Meningkat

Monday, 13 May 2013, 23:53 WIB

http://static.republika.co.id/uploads/video/thumbnail/l/130513235304.jpg

 REPUBLIKA.CO.ID, PRISTINA–Selepas merdeka dari Serbia, syiar Islam bergeliat di Kosovo. Bukti menggeliatnya dakwah Islam tercermin dari banyaknya jumlah masjid yang dibangun.

Seperti dikutip Balkaninsight.com, Senin (13/5), Komunitas Muslim Kosovo (BIK) mengungkap pihaknya telah merekonstruksi 113 bangunan masjid yang rusak setelah perang saudara, dan membangun masjid baru sebanyak 155 masjid baru sejak tahun 1999.

Namun, survei yang dilakukan pemerintah Kosovo mencatat lebih dari 100 masjid dibangun tanpa izin. Survei ini tentu mengejutkan berbagai pihak, termasuk komunitas Muslim sendiri. Pertanyaan yang mengemuka mengapa populasi Muslim yang mayoritas tidak memiliki keleluasaan dalam membangun masjid.

Saat ini, populasi Muslim kosovo mencapai 95 persen. Mayoritas Muslim merupakan etnis Albania. Besarnya populasi Muslim, membawa Kosovo sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar kedua di Eropa.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Sadly Rachman

****

Presiden negara Kristen Sudan Selatan kepada para pemimpin zionis Yahudi: “Tanpa bantuan kalian, kami tidak akan pernah ada”

Muhib Al-MajdiRabu, 27 Jumadil Akhir 1434 H / 21 Desember 2011 18:08

 sudan

JERUSALEM (Arrahmah.com) – Salva Kiir, presiden pertama Sudan Selatan yang baru saja memerdekakan diri dari Sudan lewat referendum yang dibackingi oleh negara-negara salibis dan zionis internasional, dukungan, tiba di Yerusalem dalam kunjungan kenegaraan pertamanya ke negara penjajah zionis Yahudi, Selasa (20/12/2011). Ia mendapat sambutan hangat dari presiden penjajah zionis Yahudi, Shimon Perez, dan para pejabat tinggi zionis Yahudi.

Dalam sambutannya, si jagal Peres mengatakan: “Ini adalah sebuah momen yang menggembirakan dan bersejarah bagi saya pribadi dan negara Isreal. Hubungan Israel dengan Sudan (Selatan) dimulai sejak era Perdana Mentri Levy Eskhol dan saya selaku mentri pertahanan, bertemu di Paris pada tahun 1960, dengan para pemimpin lokal dari Sudan Selatan. Kami menyediakan untuk mereka bantuan intensif di bidang agricultur dan infrastruktur. Israel telah mendukung, dan akan terus mendukung negara Anda dalam segala bidang, sehingga menjadi negara yang tangguh dan maju pesat.”

Dalam pidato balasannya, Salva Kiir menyatakan: “Saya sangat gembira berada di Israel dan berjalan di atas ‘tanah yang dijanjikan’. Bersama saya adalah seluruh rakyat Sudan Selatan. Israel senantiasa mendukung rakyat Sudan Selatan. Tanpa kalian, kami tidak akan pernah ada. Kalian senantiasa berjuang di sisi kami untuk menciptakan kestabilan di Sudan Selatan. Kami bersemangat untuk belajar dari pengalaman kalian.”

Dalam kunjungan tersebut, tercapai kesepakatan antara Salva Kiir dan perdana mentri zionis Yahudi, Benyamin Netanyahu tentang pengiriman delegasi zionis Yahudi ke Sudan Selatan untuk meninjau bidang-bidang kerjasama dan bantuan yang akan diberikan oleh negara penjajah zionis Yahudi kepada negara Kristen Sudan Selatan. Salva Kiir sendiri membuka lebar-lebar negaranya untuk bantuan penjajah zionis Yahudi, terutama di bidang agricultur, infrastruktur, pembangunan air, dan teknologi tinggi.

Sebelum meninggalkan negara penjajah zionis Yahudi, Salva Kiir juga terlibat pembicaraan serius dengan mentri pertahanan zionis Yahudi, Ehud Barak, dan mentri luar negeri zionis Yahudi, Avigdor Lieberman. Sejak lama, negara zionis Yahudi telah mendukung pemberontakan gerakan Pembebasan Kristen Sudan Selatan untuk memisahkan diri dari Republik Sudan yang mayoritas penduduknya muslim. Negara zionis Yahudi itu juga termasuk negara yang pertama kali mengakui kemerdekaan negara Kristen Sudan Selatan pada 10 Juli 2011.

Dengan berdirinya negara Kristen Sudan Selatan, dan kerjasama intensif di segala bidang dengan negara penjajah zionis Yahudi, maka aliansi zionis dan salibis internasional dalam memerangi Islam dan kaum muslimin kini semakin meluas ke benua Afrika.

(muhib al-majdi/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.953 kali, 1 untuk hari ini)