PALESTINA—Kepala Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) telah mendesak komunitas internasional melindungi Gaza pasca serangan udara Israel membombardir daerah tersebut, Selasa (13/11/2018).

Sekretaris Jenderal PLO Komite Eksekutif Saeb Erekat mengatakan melalui Twitter bahwa semua serangan Israel akan dilaporkan kepada Mahkamah Pidana Internasional.

“Kami memanggil masyarakat internasional melakukan segala yang dibutuhkan untuk mencegah pembantaian baru di Gaza Palestina,” kata Erekat.

Israel telah meluncurkan serangan udara terhadap Gaza Senin (12/11/2018) malam setelah tembakan roket menyasar pemukiman Yahudi.

Tiga orang Palestina menjadi korban dalam serangan itu dan sembilan lainnya terluka.

Militer Israel mengatakan 200 roket ditembakkan dari Gaza sejak Senin. Namun sistem pertahanan udara Iron Dome berhasil mencegat 60 roket yang sebagian besar sisanya jatuh di tanah kosong.

Roket yang ditembakkan dari Gaza melukai 29 orang Israel, termasuk satu orang luka berat, yang diidentifikasi sebagai tentara Israel. []

SUMBER: ANADOLU / islampos.com / Sodikin

***

DPR Kecam Serangan “Brutal” Israel ke Palestina yang Akibatkan RS Indonesia di Gaza Rusak

JAKARTA—Wakil Ketua Badan Kerjasama Antarparlemen (BKSAP) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Rofi’ Munawar mengecam tindakan penyerangan Israel ke wilayah Gaza dan telah mengakibatkan kerusakan Rumah Sakit Indonesia.

“Israel telah melakukan penyerangan yang sangat brutal ke wilayah Palestina dan telah mengakibatkan kerusakan terhadap Rumah Sakit Indonesia di Gaza,” ujar Rofi Munawar kepada Islampos.com melalui surat elektronik, Ahad (28/10).

Legislator asal Jawa Timur ini menjelaskan, dengan rusaknya RS Indonesia semakin membuktikan bahwa Israel melakukan serangan ke gaza tidak mempertimbangkan instalasi publik seperti Rumah Sakit dan perumahan penduduk. Padahal komandan dan perencana mereka pasti mempertimbangkan tingkat penghancuran sipil dan kemungkinan korban akibat dari serangan langsung terhadap tujuan militer.

 “Dalam Law of Armed Conflict (LOAC) telah mengatur terkait perlindungan terhadap penduduk sipil. Peraturan ini menegaskan aturan bahwa operasi militer harus diarahkan pada tujuan militer. Termasuk kekebalan khusus berlaku untuk unit medis rumah sakit militer dan sipil” tegasnya.

Rofi menambahkan, hak-hak pihak medis menurut Hukum Humaniter Internasional (HHI) adalah dilindungi saat perang, dan rumah sakit tidak boleh terkena serangan. Aturan ini juga termaktub dalam Konvensi Jenewa I,II, dan IV, yang menyatakan tentara terluka dan sakit (KJ I), tentara korban kapal perang karam (KJ II), tawanan perang (KJ III), penduduk sipil (KJ IV), unit medis dan ICRC, harus dilindungi.

 “Pemerintah Indonesia harus bersikap atas serangan Israel dan memastikan seluruh awak medis aman maupun rekontruksi RS Indonesia.” papar Rofi.

Sebagaimana diketahui, dentuman keras serangan udara Israel ke Gaza pada sabtu (27/10) telah menyebabkan guncangan hebat sehingga mengakibatkan kerusakan di sejumlah bagian RS di Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan adalah ruangan kantor administrasi, koridor, ICU, juga toilet. []

By Rifki M Firdaus / islampos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 93 kali, 1 untuk hari ini)