beblawy

Hazem Beblawy dustakan Qur’an karena bilang Yesus punya ayah

  • Tanpa Politisi Islam, Liberal Mesir Penuhi Kabinet
  • Kabinet pertama sejak penggulingan kekuasaan Presiden Muhammad Mursy oleh militer Mesir dilantik pada hari Selasa (16/7/2013), dengan tokoh-tokoh liberal memegang pos-pos penting di kementerian.

“Hazem El Beblawy” diangkat jadi Perdana Menteri Mesir, lalu membentuk susunan kabinet berisi orang-orang liberal, tanpa dari aktivis Islam.

Sebelum jadi perdana menteri Mesir bentukan militer yang mengkudeta, Beblawy sudah kesandung masalah berat yang mengagetkan banyak orang. Pasalnya ia menyatakan dalam sebuah artikel bahwa Kristus Yesus putra Maryam punya ayah!

Para aktifis menemukan khurafat Beblawy dalam buku catatannya 3 tahun lalu saat dia mendukung pencalonan Gamal Mubarak sebagai presiden.
INI jelas bertentangan dengan agama dan dokumen sejarah, bertentangan dengan akidah, Muslim dan Kristen bersama-sama.
Beblawy telah menerbitkan sebuah artikel di surat kabar al-Syuruq pada 22 April 2011 berjudul “Pemerintah sipil untuk umat beragama” di dalamnya dia memaparkan sejarah para nabi Allah yang mengunjungi Mesir atau tinggal di sana, tapi ia melakukan kesalahan akidah saat mengatakan bahwa Kristus Yesus memiliki ayah.

Beblawy adalah seorang ekonom liberal berusia 77 tahun berbicara tentang sejarah nabi, bukan mengemukakan fakta agama dan sejarah malah datang dengan membawa kebohongan dan kesesatan, dan mendustakan al-Quran, mendustakan Umat Islam dan Umat Nasrani, dan membenarkan Yahudi yang mengatakan Isa anak Zina, artinya Isa punya ayah!!
Presiden Adly Mansour yang ditunjuk militer adalah seorang yahudi dari sekte sabatiyyah, sekarang perdana menterinya, Beblawy sama saja. Allahul musta’an.

Majalah al-Umm: Sabtu, 4 Ramadhan 1434 H/ 13 Juli 2013

sumber : https://www.facebook.com/photo.php?fbid=196543940504771&set=a.106805749478591.16245.100004474991875&type=1&theater

(gensyiah.com/ nahimunkar.com)

***

Tanpa Politisi Islam, Liberal Mesir Penuhi Kabinet

Rabu, 17 Juli 2013 – 11:26 WIB

Partai Salafy yang mendukung roadmap militer tidak diikutsertakan dalam kabinet.

Hidayatullah.com—Kabinet pertama sejak penggulingan kekuasaan Presiden Muhammad Mursy oleh militer Mesir dilantik pada hari Selasa (16/7/2013), dengan tokoh-tokoh liberal memegang pos-pos penting di kementerian.

Al-Ikhwan al-Muslimun menolak kabinet itu. Lewat jurubicaranya Gehad el-Haddad kepada AFP mengatakan,”Kami tidak mengakui legitimasi atau otoritasnya.”

Jajaran kabinet bentukan Perdana Menteri Hazem el-Beblawy –seorang ekonom liberal- sama sekali tidak memasukkan orang-orang dari partai Islam manapun, termasuk dari An-Nur, partai Salafy yang mendukung peta jalan transisi kekuasaan buatan militer.

Jenderal Abdul Fattah al-Sisi, panglima angkatan bersenjata sekaligus tokoh sentral dalam kudeta terhadap Presiden Mursy, kembali menjabat sebagai menteri pertahanan sekaligus deputi pertama perdana menteri.

Muhammab Ibrahim, menteri dalam negeri yang diangkat Mursy tetap menempati posnya.

Seperti dugaan semula, jabatan menteri luar negeri dijabat oleh seorang bekas duta besar Mesir di Amerika Serikat. Nabil Fahmy yang menjadi dubes Mesir di Washington 1999-2008 menempati pos penting itu.

Presiden sementara Adly Mansour memasukkan 3 menteri perempuan dan menghapus kementerian informasi, kesehatan serta lingkungan. Kabinet terdiri dari 33 orang, tidak termasuk Beblawy.

Mansour juga mengambil sumpah mantan bintang sepakbola Mesir, Taher Abu Zeid, sebagai menteri olahraga.

Pelantikan anggota kabinet diwarnai unjuk rasa yang merengut nyawa 7 orang pendukung Mursy.*

Rep:

Ama Farah

Editor: Dija/ hdytllh

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.771 kali, 1 untuk hari ini)