Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin/ Photo : VIVA.co.id/Eko Priliawito

Mahfud MD dalam akun twitternya menanggapi rencana pemotongan gaji PNS Muslim oleh pemerintah yang berdalih untuk zakat. Di akun itu pun ramai bersahutan komentar-komentar.

Di antara komentar ada yang cukup telak: Mantab. Duitnya Doyan, Sistem Hukumnya Kagak

Berikut ini tanggapan Mahfud MD, berita, dan suara sebagian netizen. Dan di bagian bawah ditampilkan kutipan fatwa para syaikh tentang tidak ada kewajiban zakat gaji tiap bulan dalam Islam.

***

Mahfud MD‏ @mohmahfudmd

FollowFollow @mohmahfudmd

Niatnya Pak Menag mungkin baik. Utk berbuat baik kadang hrs setengah dipaksa, Tp zakat itu baru wajib jika sdh mencapai nishab & haul (tersimpan setahun). Bgmn kalau gaji PNS tak mencapai nishab & haul, msl, krn bayar hutang & keperluan lain? Pikir lg lah.

4:32 AM – 6 Feb 2018

***

PNS Muslim Akan Dipotong Gajinya untuk Zakat

VIVA – Pemerintah sedang menyiapkan Peraturan Presiden atau Perpres, mengenai pemotongan gaji untuk setiap Aparatur Sipil Negara, atau ASN yang beragama Islam. Nantinya, mereka akan dipotong gajinya sebesar 2,5 persen, sesuai dengan aturan zakat.

“Sedang dipersiapkan Perpres tentang Pungutan Zakat bagi ASN Muslim. Diberlakukan hanya ASN Muslim, kewajiban zakat hanya kepada umat Islam,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin, di Istana Negara, Jakarta, Senin 5 Februari 2018.

Aturan ini, menurut Lukman, akan berlaku di tahun ini. Hanya masih menunggu payung hukum saja. Tetapi, bagi ASN yang menolak kebijakan ini, bisa melayangkan sikapnya. “Bisa mengajukan keberatan, menyampaikan permohonan,” katanya.

Lukman mengatakan, kebijakan ini bukan sebuah paksaan bagi ASN muslim. Tetapi, hanya berupa imbauan. Ini dilakukan, mengingat potensi zakat yang menurutnya sangat besar.

Dengan potensi itu, maka banyak hal yang bisa dilakukan ke depannya untuk pemanfaatannya bagi masyarakat. Potensi zakat secara keseluruhan berdasarkan hitungan Baznas, bisa mencapai Rp270 triliun.

Apalagi, nanti jika diberlakukan zakat bagi ASN muslim ini. “Sekarang sedang dihitung, berupaya, ASN jumahnya lebih dari empat juta,” katanya.

Prosesnya, zakat yang dipotong dari ASN sepenuhnya dikelola oleh Baznas. Setiap honor gaji diberikan, maka otomatis akan dipotong untuk zakat 2,5 persen. “Dikelola oleh Baznas, yang mengelola zakat, baik pengumpulan dan penanfaatannya, sudah ada badan sendiri itu Baznas,” katanya./ https://www.viva.co.id

***

Sebagian komentar di akun Mahfud MD:

***

Berikut ini fatwa para syaikh tentang tidak ada kewajiban zakat gaji tiap bulan dalam Islam. Silakan simak baik-baik.

***

Adakah Zakat Gaji Bulanan atau Zakat Penghasilan ?

oleh: As Syaikh Ahmad Bin Yahya An Najmi

  1. Pertanyaan:

Apakah gaji bulanan ada (kewajiban) zakatnya?

Jawaban :

Tidak Ada zakat padanya kecuali bila anda menerima gaji, dan tetap tersimpan bersamamu satu haul (tahun).

As Syaikh Abu Usamah Abdullah Bin Abdurrahim Al Bukhari

  1. Pertanyaan:

Tolong jelaskan hukum zakat profesi? (dibahasakan kepada Syaikh dengan nama penghasilan bulanan -red) [1]

Jawaban:

Syaikh Abu Usamah Abdullah Bin Abdurrahim Al Bukhari pada sore 5 Syawal 1425, menjawab sebagai berikut:

Pemasukan bulanan yang disebut oleh para pegawai dengan nama gaji (bulanan), apabila digunakan dan selalu habis, maka tidak ada zakat padanya.”

Zakat itu diwajibkan dengan beberapa perkara:

Satu: Harta yang terkumpul telah berlalu padanya satu haul yaitu satu tahun

Dua: Hendaknya telah mencapai nisabnya

Apabila telah berlalu satu haul dan telah sempurna, bersama pemilikan, serta mencapai nisabnya, maka diwajibkan padanya zakat, baik itu gaji bulanan, atau harta yang yang dia simpan selain dari gaji bulanannya, atau selainnya, maka wajib zakat senilai 2,5% pada harta yang ada.”

Asy Syaikh Abdullah Bin Abdurrahman Jibrin

  1. Pertanyaan:

Gajiku 8000 Real dan pada setiap bulannya kebanyakan tidak tersisa kecuali jumlah yang sedikit. Apakah ada kewajiban zakat terhadapku? Kami mohon penjelasan bagaimana mengeluarkan zakat gaji bulanan? Ia adalah perkara yang musykil bagi banyak orang.

Jawaban:

Tidak ada zakat pada suatu harta hingga telah berputar padanya satu haul (satu tahun). Maka bila engkau telah menghabiskan gaji tersebut, maka tidak ada zakat terhadapmu. Apabila engkau menyimpan gaji tersebut seukuran nisabnya, maka wajib zakat terhadapmu bila telah berputar satu haul pada harta simpanan itu… (Baca Fatawa Zakah dari Situs Beliau)

[1]Pertanyaan oleh Juhdi -Desa Wanasari Kec. Cibitung Kab. Bekasi -juhdi@…co.id.

Sumber: http://ghuroba.blogsome.com dikutip dari Majalah An Nashihah Volume 11 Tahun 1/1427 H hal.5 ol& Vol 09 Tahun 1/1426 H hal. 4

Sumber: qurandansunnah.wordpress.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 339 kali, 1 untuk hari ini)