Polemik soal Konspirasi Corona

Ada polemic soal konspirasi corona.

Silakan baca.

***

Konspirasi Korona?

By Dr Tundjungsari Ratna Utami, Sp. A

Seseorang mengirimi saya video wawancara bu Siti Fadhilah dan Dedi Cobuzer. Setelah itu dia juga berkirim tulisan Mohamad Alwi Faisal.

Inti tulisan MAF, corona tuh seperti sakit flu biasa. Cukup istirahat 14 hari, makanan bergizi, dan bla bla bla. Jangan mau dibodohi dst.

Saya ingin mbahas video bu mantan menkes dulu. Pertama, biasakan mendengarkan video itu sampai selesai. Sepanjang 25 menit.

“Saya berhasil membuktikan bahwa flu burung tidak menular human to human. Jadi WHO gagal menyatakan itu pandemik. Tidak ada vaksin untuk flu burung.”

Bagaimana dengan corona?

“Something like that.”

Like that disini bukan berarti Bu Siti berasumsi corona tidak menular human to human. No.

Kita lihat fakta. Orang yang kontak erat dengan pasien covid tanpa APD akhirnya positif juga. Orang serumah. Cluster jamaah ibadah. Apapun agamanya.

“Jika Ibu masih jadi menkes, apa yang akan Ibu lakukan?”

“Mandiri. Kita harus mandiri.”

Lalu beliau memaparkan mandiri yang dimaksud. Membuat alat diagnosis sendiri. Virus yang ada China atau Amerika, bisa jadi beda dengan Indonesia. Bikin alat deteksi sendiri. Lebih pas.

Begitu pula bikin vaksin sendiri. Kita mampu. Banyak orang pintar di Indonesia. Tinggal butuh dana dan kebijakan politik.

Saya kira memindahkan anggaran pindah ibukota untuk menangani wabah tidak akan diprotes rakyat. Mbuh kalau diprotes yang lain. Tapi pemerintah itu, mestinya bekerja untuk rakyat, kan?

Lanjut dikit. Mengulik tulisan MAF menyatakan corona bisa sembuh dengan mudah.

Memang sih, sebagian besar yang terinfeksi sembuh sempurna. Tapi ingat, seperti kebanyakan flu, penyakit ini mudah sekali menular. Sekali lagi, gampang banget.

Angka kematian? Anggap saja 3,3%. Jika ada 100 juta yang terinfeksi, maka 3,3 juta akan mati karena corona. Mengapa saya ambil angka 100 juta? Penduduk Indonesia tuh banyak, 270 jutaan. Karena sangat mudah menular, angka 100 juta tuh lumayan dikit.

Biasanya ada ngeyel: dibandingkan kematian karena TBC, karena melahirkan, itu belum seberapa ya. Bla bla bla.

Pada kasus TBC, melahirkan, pola penularan, cara kematian, relatif sudah diketahui. Itupun kita masih kewalahan. Bayangkan kalau polanya saja kita tidak mengenal. Apa mau menunggu kematian karena covid jadi rangking 1 baru bertindak?

Kembali ke video Bu Siti.

Konspirasi yang beliau maksud, lebih ke arah motif ekonomi. Kalau kita tidak bisa mandiri mengatasi wabah, maka wabah akan datang lagi dan lagi. Agar dagangan laku. Dagangan siapa? Ya dagangan mereka.

Maka kalau bisa kita mandiri. Dukung APD mandiri. Tes diagnosis mandiri. Alat PCR mandiri. Vaksin mandiri. Mungkinkah?

Mungkin!!!

Toh hanya satu yang tidak mungkin di dunia ini. Yakni memakan kepala Anda sendiri.
________________________________________________

Manusia hadir ke muka bumi telah diserahkan amanah sebagai khalifah untuk membangun dan memelihara kehidupan di dunia berdasarkan aturan Allah Ta’ala. Tidak sedikit manusia mengaku beriman, tetapi tatkala memiliki wewenang kepemimpinan justru mengabaikan hukum Allah Ta’ala.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.” (QS Al-Ahzab: 72).

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam : “Jika amanah telah disia-siakan, tunggu saja kehancuran terjadi.” Ada seorang sahabat bertanya: ‘Bagaimana maksud amanah disia-siakan?’ Nabi menjawab: “Jika urusan diserahkan bukan kepada ahlinya, maka tunggulah kehancuran itu.” (HR Al-Bukhari)

Via fb

Kampus El Hijrah

11 jam · 

 

====

Redaksi NM menelusuri, ketemu data nama, kemungkinan penulis tersebut adalah ini:

 dr. Tunjungsari Ratna Utami, M.Sc, Sp. A, Dokter Poliklinik spesialis anak di RSUD Ambarawa, Jawa Tengah/ http://rsudambarawa.semarangkab.go.id/

 

***

(Redaksi NM mendapatkan kiriman tulisan disebut dari Dr.Mohamad Alwi Faisal yang telah ditanggapi dr. Tunjungsari Ratna Utami, M.Sc, Sp. A, tersebut. Silakan baca di bawah ini).

 

***

  


 

MOHON DI BACA SAMPAI TUNTAS ,supaya tdk gagal paham …

Mereka ( Tenaga Medis) cuma korban penipuan , semua ini settingan, bohongan. Virus Covid19 beneran ada, dan seperti flu lainnya, tapi lebih ringan, namun mudah Menular karena sudah di tambahi asam amino 4x lipat 

 

Ada 1000 orang lebih sembuh, tapi ndak dikasih tau bagaimana cara sembuhnya, padahal sakitnya cuma seputar Tenggorokan dan batuk

 

Kalau sampai bocor cara sembuhnya, ndak ngeri lagi,, kacau rencana mereka,, Masyakarat akan melawan

 

Saat Ibu Siti Supari melawan, WHO Keok, negara lain acungi jempol, sehingga negara lain tidak ikut kena wabah buatan ini. wabah settingan dengan code Flu Burung ndak jadi menyerang Indonesia

 

Dokter Terawan hari ini sudah disingkirkan, jangan sampai melawan seperti dokter Siti Supari mantan Menkes

 

 Semua ini masalah Riba, masalah segelintir orang yang pengen kaya dan mau usianya 1000 thn lagi. Allah sudah sebutkan orang orang ini paling tamak terhadap hart dunia

 

Dokter dan tenaga medis hanya korban karena tidak bisa menolak siapapun pasien nya

 

Seharusnya masyarakat yang dikasih tau agar jangan kerumah sakit selain sakit jantung, stroke, diabetes akut dan penyakit mematikan lainnya

 

Covid19 ini cuma sakit flu biasa, kami sekeluarga sudah kena, memang menyebalkan sakit nya, ringan tapi lama efeknya

 

Karyawan saya sudah positif malah tertular saya, dirawat diisolasi di unair lalu dipindah ke phc, pengobatannya sampai sembuh hany dikasih vitamin c & e, dikasih makan buah 2 buah pagi, 2 buah sore, banyak istirahat dan pereda nyeri kalau ada sakit tenggorokan, dan di uap jika sesak nafas

 

14 Hari begitu sampai bosan, sampai sembuh fit

 

Bayangkan kalau cara penyembuhan ini bocor ke Masyakarat, gagal lagi orang Yahudi memplokoto umat Islam

 

Ayoo kawan kawan, saat ini bukan masalah hidup mati, ini bukan wabah, ini masalah agama kita diinjak injak

 

Umat Islam ndak boleh sholat dimasjid sampai the new normal Ini Jadi kebiasaan dan kita harus disuntik vaksin

 

Sementara mall, pasar, tempat keramaian lain buka dan ruameee semuanya

 

Menurut saya cara pengobatan Covid19 :

 

Pertama kita harus tau bahwa batuk bukan penyakit utama, demam bukan penyakit utama, tapi reaksi tubuh terhadap perlawanan infeksi atau lainnya, termasuk sakit tenggorokan 

 

Kalau kita beli obat flu, isinya adalah pereda nyeri tenggorokan, pereda batuk kering, pereda demam, ada pengencer dahak juga kadang kadang

 

Dari sini kita belajar, untuk penyembuhan flu diobati sesuai dengan gejala sakitnya apa. Katakanlah COVID19 gejala sakitnya adalah radang tenggorokan, batuk kering, demam, sesak nafas

 

Maka pengobatan nya :

1. Istirahat Total (ini wajib apapun jenis sakit flu nya, karena virus dilawan oleh antibodi). Bener-bener istirahat sampai fit, bukan sampai badan terasa enakan. Harus sampai fit, bisa 7 hari istirahat nya

 

2. Supplay vitamin dengan dosis double, kalau saya biasanya kena flu minum farmaton vit 2x sehari, ester C 1000mg 2x sekali, Madu 5 Sendok, Habbats Cair 5 Kapsul, Zaitun 3 Sendok

 

3. Jika sesak nafas (karena semua jenis flu yang menyerang manusia memang tidak menyebabkan sesak nafas, apalagi untuk orang yang punya asma seperti saya, flu pasti barengannya sesak nafas). Jadi ndak usah heran kala covid19 katanya bikin sesak nafas, karena semua flu memang begitu broo.

 

Nah lanjut lagi, kalau sudah sesak nafas, pengobatannya yang mujarab adalah pakai alat uap nebulizer + Ventolin cair + cairan infus (dilakukan sendiri dirumah, sangat mudah dan tidak berbahaya). Diuap sehari 3x sampai hilang sesak nafasnya, biasanya 1-3 hari Hilang sesaknya seiring dengan semakin membakar kondisi tubuh

 

3. Jika batuk ada dahaknya, dengan Diuap ikutan sembuh batuknya, masalahnya dahak akan keluar banyak dan pasti membuat iritasi tenggorokan, sehingga membuat sakit tenggorokan

 

4. Sakit tenggorokan diobati dengan Metylpredynoasolon dan pereda nyeri nya asame fenamat, biasanya 1 sampai 3x minum sudah sembuh

 

5. Kalau demam Tinggal diturunkan dengan paracetamol (perlu diingat demam disini berhubungan dengan infeksi, biasanya infeksi di tenggorokan atau radang tenggorokan). Kalau ndak ada radang tenggorokan parah, biasanya ndak demam

 

6. Hindari makan buah yang bergetah seperti melon , nanas, semangka. Jeruk bagus.

 

7. Selama pengobatan ini, istirahat total aka bedrest aka isolasi. Ndak usah mikir kerjaan, ndak usah mikir lain lain (ini yang buat sembuhnya cepat banget)

 

Coba dipelajari cara penyembuhan diatas, apakah perlu kalian kerumah sakit kalau cuma sakit flu?

 

Gak kasihan kah dengan para dokter, tenaga medis dan pasien sakit berat lainnya?

 

Akhirnya pasien sakit berat terpaksa mati karna tidak tertangani, dan kurang ajarnya lagi semua pasien penyakit berat yang mati semuanya dibilang karena covid19, agar masyarakat semakin takut.

 

Semua Sakit flu nama virusnya Korona, ndak percaya? Cek di WHO cek di jurnal kedokteran, cek di website CDC

 

Jadi, ayoolaaah saudara muslim, jadilah muslim yang cerdas. Jadilah pemikir yang kritis.

 

Sakit flu yang heboh disebut flu Spanyol, senjata biologi pertama Amerika dalam perang dunia pertama. Tujuannya adalah membuat The FED (pengendali uang diseluruh dunia)

 

Hari ini Dibuat lagi COVID19, Tujuannya juga sama, perkara Riba juga

 

tenaga medis mati, dokter mati. Dibilang karena covid19.

 

Kita yang pernah sakit flu, coba bayangkan, ndak ada waktu istirahat, pasien yang takut mati ini (baca kena flu takut mati) terus berdatangan kerumah sakit. Sementara dokter dan tenaga medis tetap harus kerja dengan baju Apd, berat, sesek, capek, lelah, ndak ada waktu istirahat dan ndak boleh nolak pasien selama Ruangan masih ada

 

Terus mau gak mati? Terus dibilang katanya karena covid19?

 

Ayolah kita berpikir waras.

Ibarat ini perang, sudah fahamkah kita siapa musuh Yang kita hadapi sesungguhnya?

 

Bagaimana cara pengobatannya?

 

Bagaimana cara pencegahannya?

 

Jangan Asal menerima berita dari corong pemerintah, corong Yahudi, Sosmed

 

Contoh Nyata, Real Didepan Mata.

 

Kasus Perawat Ari, Meninggal 2 Hari Lalu. Berita menyebar keseluruh Indonesia bahkan mungkin dunia. Perawat mati bersama bayinya karena covid19

 

Semuanya langsung nyebarkan beritanya, padahal itu semua hoax

 

Kepala RS AL diwawancarai Tribune Surabaya.

 

Ditanya dirawat berapa sampai mati?

 

Jawab : ari datang sudah dalam kondisi kritis (Apakah karena pendarahan, ataukah kelelahan +hamil muda), mereka dan kita pun tidak tau. Video yang kita lihat didorong beberapa orang pakai apd, itu baru mau masuk RS, belum ada perawatan apapun, baru mau masuk RS, didepan Lift sudah meninggal ari nya

 

Ditanya lagi, apakah positif covid19?

 

Jawab : belum tau, baru diperiksa tadi setelah meninggal, dan hasilnya baru akan keluar paling cepat 7 hari kedepan

 

See, coba lihat, ini nyata didepan mata, beritanya kita bisa cari sendiri. Masih hangat

 

Kita ndak tau ari punya penyakit sesak nafas kah sebelumnya atau sakit lainnya atau punya keluhan kehamilan yang berat, semua masih tanda tanya (tapi malah di vonis langsung covid19) 

 

Yang pasti istri saya lagi hamil, dan kehamilan sampai ini bulan ke 6, bawaannya lemes, mual muntah, lelah, tekanan darah turun, emosi labil. Dan kebanyakan wanita hamil begitu.

 

Nah ini ada wanita hamil 4 Bulan, kerja tanpa istirahat dengan apd lengkap.. Nauudzubillah

 

Semoga kita mau berpikir lebih kritis dan selalu memohon perlindungan kepada Allah dari musuh musuh allah yang mencoba menghancurkan kita umat islam dengan berbagai cara.

 

Dr.Mohamad Alwi Faisal

 

(dari kiriman pembaca NM).

(nahimunkar.org)