Polisi Gagal Tangkap Pengasuh Ponpes Tarekat Shiddiqiyyah di Jombang yang Dilaporkan Cabuli Santriwati

Polisi gagal menangkap MSA, Pengasuh Ponpes (Tarekat) Shiddiqiyyah, Ploso, Jombang, Jawa Timur. Sebab upaya penangkapan yang dilakukan di kawasan sekitar pondok pesantren dihalang-halangi sejumlah pendukung MSA.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, polisi telah melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan undang-undang. Namun upaya penegakan hukum berupa penangkapan tersebut ternyata mendapatkan perlawanan dari MSA.

“Penyidik sudah melakukan upaya sesuai dengan prosedur dan profesional. Kita telah melakukan penegakan hukum secara terukur. Perlawanannya dengan mengerahkan orang lebih dari jumlah personel yang ada di lapangan,” ujarnya, Senin (17/2).

Dia menambahkan, upaya perlawanan massa itu dengan mengambil kembali tersangka MSA, dari petugas supaya tidak dilakukan penangkapan. “Kita akan evaluasi kembali (upaya penangkapan), dan kita tetap akan melakukan upaya paksa,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara Keluarga Ponpes Shiddiqiyyah, Nugroho Harijanto hingga kini belum menjawab pertanyaan yang diajukan merdeka.com. Dikonfirmasi melalui WhatsApp maupun telepon, hingga kini belum dibalas.

Sebelumnya, MSA dilaporkan ke polisi oleh seorang santrinya lantaran diduga telah melakukan perbuatan cabul.

Laporan terhadap seorang pengasuh Ponpes di Jombang ini ditandai dengan adanya SPDP (Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan) perkara yang telah dikeluarkan oleh Polres Jombang.

Berdasarkan data yang didapat, SPDP telah dikirim Polres Jombang kepada Kejaksaan Negeri Jombang. Surat tersebut tertanggal 12 Nopember 2019 bernomor: B/175/XI/RES.1.24/2019/Satreskrim. SPDP tersebut merupakan rujukan dari Laporan polisi nomor: LPB/392/X/Res.1.24./2019/JATIMRES JBG Tanggal 29 Oktober 2019.

Sejak ditetapkan sebagai tersangka, MSA terhitung sudah 2 kali mangkir dari panggilan polisi. Polisi pun beberapa kali menyiapkan skenario upaya penangkapan, namun belum berhasil hingga kini. [cob]

 

Merdeka.com – Senin, 17 Februari 2020 13:26Reporter : Erwin Yohanes

***

Oknum Pesantren Tarekat Shiddiqiyyah, Produser Film ‘Wage’

Berdasarkan surat pemberitahuan penyidikan yang dikirim Polres Jombang ke Kejaksaan Negeri Jombang pada November 2019, inisial MSAT tertulis Mochamad Subchi Azal Tsani, pengurus ponpes Shiddiqiyah, Ploso, Jombang.

Lembaran surat tersebut sendiri sudah tersebar pada media sosial Twitter. Dari informasi yang dihimpun, Subchi merupakan salah satu putra KH Mochamad Muchtar Mu’thi, pimpinan pondok Pesantren (Tarekat) Majmaal Bahrain Shiddiqiyyah (PMBS) di Jalan Raya Ploso-Babat, Desa Losari, Kecamatan Ploso.

AyoSurabaya.com Selasa, 21 Januari 2020   Regi Yanuar Widhia Dinnata

 

***


Selain dikenal sebagai anak kyai sepuh di ponpes tersebut,  M Subchi Azal Tsani juga dikenal sebagai seorang Produser film ” WAGE”/ gelorabangsa

https://www.nahimunkar.org/pakar-hukum-tersangka-dugaan-pencabulan-santriwati-di-jombang-harusnya-sudah-ditahan/

(nahimunkar.org)

 

 


 

(Dibaca 1.303 kali, 1 untuk hari ini)