Previous Post
Tweet about this on TwitterShare on Google+Email this to someoneShare on Facebook
Read on Mobile

Polisi Ikut Jaga Kuburan Warga yang Meninggal Selasa Kliwon Hingga 7 Hari 7 Malam, Apa yang Terjadi?

Jenazah orang yang sudah meninggal tak sedikit yang menjadi buruan orang yang menganut ilmu hitam untuk dijadikan jimat dan sebagainya.

Maka tak aneh bila terjadi kasus pembongkaran makam, pencurian jenazah hingga tali pocong hilang diambil seseorang.

Untuk mengantisipasi kasus serupa, warga di Gunungkidul Yogyakarta, tepatnya di Desa Karangwuni, Kecamatan Rongkop selalu menjaga kuburan warga yang meninggal di hari Selasa Kliwon beramai-ramai.

Tak tanggung-tanggung, penjagaan yang dilakukan warga selama 7 hari 7 malam tersebut turut dibantu anggota kepolisian setempat.

Menurut Kepala Desa Karangwuni, Suparta, masyarakat di desanya mempunyai kepercayaan yang sama seperti warga Gunungkidul lainnya bahwa orang yang meninggal pada Selasa Kliwon kuburannya harus ditunggui.

“Kalau kebiasaan di desa kami ditungguinya hingga 7 hari, tapi ada juga yang ditunggui sampai 40 hari,” terang Suparta, Jumat (3/11/2017) kemarin.

Warga di desanya, lanjut Suparta, percaya jika ada warga yang meninggal pada Selasa Kliwon jenazahnya akan dicuri makhluk liar.

“Ini bentuk antisipasi warga meski hingga sekarang belum ada kasus pencurian jenazah,” ujar dia.

Adapun dikatakan Sunyoto, warga Dusun Teken, Desa Karangwuni, penjagaan di pusara kuburan orang yang baru meninggal itu dilakukan lantaran khawatir ada jenazah yang dicuri hewan liar. Sejumlah warga percaya bahwa hewan liar yang dimaksud adalah jelmaan orang yang tengah mendalami ilmu hitam.

Sementara itu, dikatakan Kapolsek Rongkop, AKP Hendra Prastawa, pihak sudah mengimbau agar Bhabinkamtibmas berpartisipasi dalam setiap kegiatan warga termasuk menjaga kuburan.

“Di Dusun Teken memang sudah menjadi kebiasaan bila ada warga yang baru meninggal kuburannya dijaga hingga 7 hari secara bergantian,” ucapnya.

Sumber: rancahpost.co.id / islamidia.com

***

Jangan Kalian Berjalan, Duduk Dan Bersandar Diatas Kuburan.

Termasuk Adab Ziarah Kubur Yang Harus Diperhatikan Diantaranya Adalah :

● Jangan Kalian Menginjak-injak kuburan atau berjalan diatasnya dengan sendal atau sepatu.

Hal ini sering kita jumpai pada suatu prosesi pemakaman atau jika sedang ziarah yang mana sebagian orang ada yang tak mengindahkan jalan yang mesti dilaluinya sehingga disana sini menginjak-injak dan berjalan diatas kuburan, bahkan terkadang dengan sepatu atau sendal mereka tanpa sedikitpun mempunyai rasa hormat kepada orang yang sudah meninggal.
Tentang besarnya persoalan ini Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﻷَﻥْ ﺃَﻣْﺸِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻤْﺮَﺓٍ ﺃَﻭْ ﺳَﻴْﻒٍ ﺃَﻭْ ﺃَﺧْﺼِﻒَ ﻧَﻌْﻠِﻲ ﺑِﺮِﺟْﻠِﻲ ﺃَﺣَﺐُّ ﺇِﻟَﻲَّ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﺃَﻣْﺸِﻲَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺒْﺮِ ﻣُﺴْﻠِﻢٍ . ﺭﻭﺍﻩ ﺍﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ

“Sungguh berjalan diatas bara api atau pedang atau menambal sepatu dengan kakiku sendiri lebih aku senangi dari pada aku berjalan diatas kuburan seorang muslim”
(HR. Ibnu Majah)

● Lepaskan Sandal Dan Sepatu Kalian Saat Memasuki Area Pemakaman.

Tidak boleh memasuki area pemakaman dengan menggunakan sandal atau alas kaki, kecuali karena DARURAT. Disebutkan dalam hadis dari Basyir –bekas budak Nabi
shallallahu ‘alaihi wa sallam– bahwa beliau bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melewati pemakaman kaum muslimin. Tiba-tiba Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menajamkan pandangan ke arah seseorang yang berada di makam. Ternyata orang ini memakai sandal kulit sapi yang telah dibersihkan bulunya. Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

‏« ﻳﺎ ﺻﺎﺣﺐ ﺍﻟﺴﺒﺘﻴﺘﻴﻦ ﻭﻳﺤﻚ ﺃﻟﻖ ﺳﺒﺘﻴﺘﻴﻚ ‏»

“Hai yang memakai sandal!, bagaimana kau ini, lepas sandalmu.”
Kemudian orang itu pun menoleh. Ketika dia tahu bahwa yang mengingatkan itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dia langsung melepas sandalnya dan melemparkannya.
(HR. Abu Daud, no. 3232 dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

● Jangan Kalian Bersandar di kuburan atau duduk diatasnya,

Ini berdasarkan sabda Nabi, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ﻷﻥْ ﻳَﺠْﻠِﺲَ ﺃﺣَﺪُﻛُﻢْ ﻋَﻠَﻰ ﺟَﻤْﺮَﺓٍ، ﻓَﺘُﺤْﺮِﻕَ ﺛِﻴَﺎﺑَﻪُ ﻓَﺘَﺨْﻠُﺺَ ﺇِﻟَﻰ ﺟِﻠْﺪِﻩِ ﺧَﻴْﺮٌ ﻟَﻪُ ﻣِﻦْ ﺃَﻥْ ﻳَﺠْﻠِﺲَ ﻋَﻠَﻰ ﻗَﺒْﺮٍ . ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ

“Seseorang di antara kalian duduk di atas bara api yang menghanguskan pakaian sampai kedua kulitnya, adalah lebih baik daripada ia duduk di atas sebuah kuburan.”
(HR. Muslim)

Semoga Bermanfaat
_____________________________________
@JBalQies | Taman-Taman Surga | FP
https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=386459521739435&id=100011261707243

Via FB Jehanara BalQies

(nahimunkar.org)

(Dibaca 4.201 kali, 1 untuk hari ini)
Next Post

Related Post

Salman Al-Farisi dan Pencarian Kebenaran
Ilustrasi : islamkafah.com Oleh : Dr. Slamet Muliono (Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya & Direktur PUSKIP/Pusat Kajian

Related Post

Bid’ah dan Kemusyrikan di Indonesia  (2/4)
Ilustrasi Melakukan Kemusyrikan: (Kiri) Ruwatan dengan sesajen/ foto rmol. (Kanan) Sujud di kubur Blitar./ foto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *