.

BEKASI – Tim Resmob Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) di Bekasi, Jawa Barat, Minggu malam, menangkap tiga orang yang diduga terlibat dalam aksi terorisme Lamongan, Jawa Timur. 

Sekitar 20 Tim Resmob berompi Gegana mendatangi sedikitnya tiga lokasi di Bekasi, di antaranya Perumahan Raflesia Bekasi Timur Kota Bekasi, Jatimulya Kabupaten Bekasi, dan sebuah gudang di Bantargebang Kota Bekasi.

“Ada tiga orang yang kita tangkap, masing-masing berinisial E, A, dan F,” ujar Kasat Resmob Polda Metro Jaya Kombes Heri Heryawan usai penggeledahan di rumah E Kelurahan Jatimulya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (15/12).

Menurut dia, ketiga orang tersebut diduga memiliki keterlibatan atas aksi terorisme yang dilakukan tersangka Arkom alias Iwan yang sebelumnya ditangkap di Lamongan.

Menurutnya, E merupakan kakak dari Arkom yang ditangkap pihaknya di sebuah rumah di Jalan Istiqomah, RT03/10, Kampung Rawasapi, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

Sedangkan E dan F yang juga ditangkap di salah satu kawasan di Bekasi belum diketahui perannya dalam kasus tersebut.

Dikatakan Heri, aksi terorisme tersebut berkaitan dengan sejumlah kejadian, di antaranya penganiayaan terhadap polisi di Jonggol, Kabupaten Bogor, dan perampokan di Bekasi.

Resmob Polri & Densus 88 Salah Tangkap Edi

Berdasarkan pengamatan kami lebih dari 10 tahun terakhir pada salah satu korban salah tangkap, Edi yang kebetulan kakak kandung Arkom alias Iwan. Edi ini hanya berbisnis desain interior dan mebel home-made pada sebagian klien-kliennya yang datang dari kalangan orang bule dan menengah ke atas yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya.

Edi secara pemikiran banyak mengaji di Salafi-Saudi ala Rodja FM, ia di Bekasi mengaji dan bekerja saja sebagai pengusaha mebel home-made dan desainer interior dan perumahan.

Seorang keponakan Edi, Connie menyatakan, “iya. A Edi ditangkap, Ya Allah suasana rumah mencekam.. digerebeknya itu parah pada disuruh tengkurap sambil ditodong laras panjang”

Ia mengaji sejak tahun 2000-an dengan Ustadz Zainal Abidin.

“Aa Edi kan jelas-jelas ngaji salafi Ustadz Zainal Abidin..” tutur Connie lagi sambil menjelaskan dulu sempat di bawa polisi karena ia hanya korban salah tangkap juga, ada yang menyimpan benda-benda mencurigakan di bengkel mebelnya.

Bukti tidak keterlibatan Edi memang benar adanya. Buktinya tadi malam (15/12) sudah dikembalikan ke rumahnya jam 22.00 wib.

Sumber: voa-islam.com Senin, 12 Safar 1435 H / 16 Desember 2013 06:22 wib dengan diringkas seperlunya.

***

Ahad, 12 Safar 1435 H / 15 Desember 2013 19:54 wib

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Saat Hendak Jemput Mertua yang Sakit

Korban Salah Tangkap 2

LAMONGAN, JAWA TIMUR (voa-islam.com) – Densus 88 Mabes Polri, kembali menangkap satu terduga teroris di Lamongan, Jawa Timur, bernama Iwan (32) alias Arqom alias Archam alias Bihay, hari Ahad (15/12/2013).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Iwan merupakan warga Bekasi Jawa Barat dan telah berdomisili di Kelurahan Jetis, Gang 2 nomor 17, Lamongan sejak 6 bulan lalu.

Iwan ditangkap di perempatan Jalan Kombespol M Duriyat-Jl Soewoko, saat sedang mengendarai sepeda motor.

Saat akan menyergap, anggota Densus 88 menumpang dua mobil Isuzu Elf dan Toyota Innova. Selain itu, ada pula yang mengendarai sepeda motor.

Orang lama

Tidak diketahui kasus apa yang dituduhkan kepada Iwan, namun menurut Ali Fauzi, mantan kombatan Mindanau, Ambon dan Poso yang juga tinggal di Lamongan, Iwan adalah orang lama yang namanya baru kembali muncul di kalangan intelijen dan Densus 88.

“Informasinya, dia itu orang lama yang menghilang sejak kali pertama Densus 88 dibentuk,” kata Ali Fauzi.

“Nama Iwan kembali muncul untuk diburu setelah Hasan, warga Bekasi yang tinggal di Tenggulun Solokuro ditangkap Densus 88 beberapa waktu lalu, terkait pembelian senjata untuk teman Hasan alias Martin,” kata Ali Fauzi kepada Surya, Ahad sore.

Nawa Iwan, katanya, bahkan sudah muncul sejak Densus 88 kali pertama dibentuk dan dipimpin Brigjen Surya Dharma.

Setelahnya, mantan kombatan Mindanau, Ambon dan Poso ini, nama Iwan alias Arqom kembali diperhitungkan Densus 88 setelah kasus perampokan toko Emas di Jakarta.

“Pastinya saya tidak tahu, yang jelas itu orang lama yang namanya kembali muncul, termasuk setelah Martin ditangkap di Tenggulun,” ungkap mantan pentolan Jemaah Islamiyah ini.

Tetangga tak percaya Iwan teroris.

Sementara itu para tetangga Iwan sendiri merasa kaget dan tak percaya bila yang bersangkutan terlibat terorisme.

“Dia itu orangnya santun. Saya kaget sekali ketika mendengar ditangkap Polisi (Densus 88 ) tadi,” ungkap Sunarsih, salah satu tetangga depan rumah Iwan pada Ahad sore.

“Semua tetangga tidak percaya Iwan terlibat jaringan teroris,” tuturnya.

Jemput mertua yang sedang sakit
Kesaksian Sunarsih, saat ditangkap, sebenarnya Iwan hendak menyewa mobil untuk menjemput mertuanya, Hajah Umamah Fadeli  yang sedang sakit di Surabaya.

Tapi, kata dia, sebelum sampai ke persewaan mobil, sudah keburu ditangkap anggota Densus. 

Sunarsih menambahkan, Mas Iwan baru saja pindah ke Lamongan dari Bekasi bersama istrinya sekitar 6 bulan ini. Sebelumnya, mereka setelah menikah tinggal di Bekasi.

Tapi setelah mertuanya sakit-sakitan, Iwan dan istrinya diminta pindah ke Lamongan untuk menemani ibunya.

Selama ini, suami perempuan bercadar itu juga biasa-biasa saja alias hidup normal seperti warga RT 04 RW 02 lainnya.

Dalam perpakaian maupun penampilannya, juga tidak menunjukkan ikut dalam aliran tertentu, tutupnya (st/tribun)

voa-islam.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 2.921 kali, 1 untuk hari ini)