PEKANBARU – Suyeni dan puluhan rekan-rekannya baru saja usai melaksanakan shalat Ashar, Selasa (25/11) di Mushalla yang berada di komplek kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Pekanbaru. Mereka baru saja menduduki kantor itu, sebagai bentuk menolak kedatangan Presiden Joko Widodo ke Pekanbaru.

Sementara di luar Mushalla, puluhan polisi sedang menunggu mereka. Aparat negara itu dituding mulai memprovokasi mahasiswa. Bentrok tak terhindarkan. Mahasiswa pun diserbu sampai ke dalam Mushalla.
 
Suyeni menceritakan ketika polisi menyerang pentungan, sambil berteriak memberi ancaman paksa pembubaran, mahasiswa mulai mengambil langkah mundur. Mereka pun berupaya menyelamatkan diri dengan berlindung ke pojok Mushalla.
 
Namun mereka kalah jumlah. Polisi datang menyerbu dengan peralatan lengkap plus sepatu, seolah tak mempedulikan lagi lokasi yang mereka injak adalah rumah ibadah bagi umat muslim. Ironisnya, imbas penyerbuan ini, beberapa Alquran yang semula tersusun rapi di dalam Mushalla, berserakan.
 
Beberapa mahasiswa yang terkena pentungan polisi, terlihat ada yang pingsan. Sementara mahasiswi yang juga ikut melakukan aksi, menangis dan menjerit-jerit meminta polisi menghentikan pemukulan pada rekan-rekan mereka yang ada di dalam musholla.
 
Sementara di dalam Mushalla, puluhan mahasiswa lainnya yang terpecah terlibat perang batu dengan polisi. Karena kalah jumlah, mahasiswa sampai ada yang lari tunggang langgang dengan memanjat pagar RRI setinggi hampir dua meter.
 
Bentrokan terjadi sekitar 15 menit. Akhirnya massa mahasiswa bisa dibubarkan paksa. Tidak ada satu pun massa yang diamankan pihak kepolisian. Namun penyerbuan itu mengakibatkan puluhan mahasiswa mengalami luka-luka, mulai dari ringan hingga berat.
 
”Satu orang rekan kami kritis dan dibawa ke RS Ibnu Sina. Ada 25 orang yang luka ringan dan berat,” kata Suyeni.
 
Suyeni yang berasal dari BEM Universitas Riau (UNRI) ini mengatakan, perilaku aparat ketika membubarkan aksi sangat tidak manusiawi. Apalagi mereka sudah berlindung di dalam Mushalla, karena merasa dikepung oleh puluhan polisi yang menunggu dengan senjata.
 
”Polisi memprovokasi kami, menakut-nakuti untuk keluar dari Mushalla. Mereka akhirnya menyerbu ke dalam Mushalla dan memukuli kami membabi buta. Ada yang minta ampun tetap saja dipukul,” jelas Suyeni menceritakan kembali tentang kejadian tersebut.
 
Dengan aksi beringas aparat ini, Suyeni mengatakan, mahasiswa akan terus menyuarakan penolakan kedatangan Presiden Jokowi ke Provinsi Riau.
 
”Kami menolak Jokowi karena blusukan asap ini hanya jadi momen pencitraan. Kenaikan BBM juga menyengsarakan rakyat,” tegas Suyeni. (Pekanbaru Pos/jpnn)

Diterbitkan pada Rabu, 26 November 2014 19:55

Redaksi Online / Dendi Romi / http://sumeks.co.id/

 

 

***

Wednesday, November 26, 2014

Mahasiswa: Kami Sudah Tidak Menganggap Jokowi Presiden

Posted by Admin on 12:55 PM

IQ KW dilarang buka

Presiden Jokowi akan melakukan kunjungan kerja ke Propinsi Riau hari ini (Rabu, 26/11/2014) untuk meninjau kebakaran hutan dan lahan. Mahasiswa di Pekanbaru siap menghadang kedatangan mantan Wali Kota Solo ini.

Berbagai elemen mahasiswa pun menggelar aksi menolak kedatangan Jokowi. Selasa kemarin ratusan mahasiswa mendatangi RRI untuk menyuarakan penolakan itu. Aksi ini berakhir ricuh setelah aparat polisi menyerbu mahasiswa bahkan aparat tak segan memukul mahaiswa dan menginjak-injak mushola. (Baca: Tolak Kehadiran Jokowi, Mahasiswa Dipukuli Polisi Sampai Mushola)

Menurut Menteri Sosial Politik Universitas Riau (UR) Suyeni penolakan mahasiswa terhadap Jokowi karena saat ini orang nomor satu di Indonesia ini tidak lagi pro rakyat.

“Kami sudah tidak menganggap Jokowi Presiden kami seperti dalam demo kami beberapa hari. Dia sudah melukai hati rakyat dengan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi,” ucap Suyeni seperti dilansir Okezone.

Walau sudah babak belur dan puluhan terluka, mahasiswa di Riau tetap akan melanjutkan aksi menolak Jokowi hari ini, Rabu (26/11/2014).

Kawan, negara ini sdg tdk aman. Presiden kita wajahnya saja yg merakyat, tapi perbuatannya “pembunuh rakyat”. Mungkin inilah produk REVOLUSI MENTAL tak berkonsep dari Jokowi. Beda Pendapat; Pukul, Zalimi, Tindas.

Maka, saya serukan SUARA PERLAWANAN PARLEMEN JALANAN “USIR Jokowi dari RIAU”

BANGKIT Melawan atau DIAM Tertindas!
Hari ini RABU (26/11/’14)
Pukul : 11.00 WIB
Titik Kumpul : BEM UNRI

Demikian isi seruan mahasiswa yang disebar melalui laman facebook Kabinet Biru Langit Universitas Riau.
(foto: Demo Mahasiswa Riau Menolak Jokowi, sumber: riauterkini.com)

Source: http://adf.ly/udq5i/ igo-berita

 

(nahimunkar.com)