Brujok

Fahreenheat.com- Apa yang dilakukan Pemerintahan Jokowi adalah semata meniru seni berpering Sun Tzu,  Untuk mengetahui kelemahan dan kekuatan lawan maka: “Buatlah Kegaduhan (kacaukan pikiran”

Dengan membuat kegaduhan maka akan terpecah perhatian masyarakat, Karena bagi Pemerintahan Jokowi ‘musuh terbesarnya’ adalah penilaian kemampuan dari kinerja pemerintahan yang ada, siapakah yang dapat memberi penilaian tersebut? siapa lagi kalau bukan masyarakatnya sendiri (rakyat), yang dikuatirkan Pemerintahan Jokowi adalah ketika penilaian tersebut berakhir kepada tingkat persepsi publik untuk melengserkan kepemimpinan.

Maka diperlukanlah kegaduhan kegaduhan untuk memecah perhatian, agar semua perhatian tidak solid untuk menilai

Kegaduhan yang dinilai sengaja diciptakan adalah:

  1. Intervensi Menkumham dalam kisruh Partai Golkar

Bagaimnapun Partai Golkar masih dianggap sebagai ‘pemimpin’ dalam sebuah koalisi, kalau kekuatan partai ‘lawan’ solid maka penilaian pada pemerintahan yang berjalan akan mempengaruhi situasi politik nasional

Partai Golkar dengan jutaan pemilih, dapat dianggap ‘membahayakan’ kalau kekuatannya solid untuk menjadi pihak oposisi penilai kinerja pemerintahan.

  1. Kisruh PSSI vs Kemenpora

Olahraga paling disukai dinegeri ini adalah Sepakbola, yang mampu menarik begitu banyak perhatian supporter atau pendukung dari berbagai daerah di Indonesia.

Kisruh PSSI vs Menpora adalah memancing perhatian dan pikiran seluruh partisipan dalam sepakbola dari ketua Klub sampai kepada ribuan supporter nya, dan ini menarik karena mampu mengcover kesusahan dan kesulitan politik dan ekonomi yang dihadapi.

  1. AHOK

Indonesia kuncinya adalah Jakarta, setiap desakan perlawanan terkait kinerja pemerintahan yang paling menjadi paduan gerakan adalah Jakarta, kalau ibukota sudah bergerak melawan maka daerah daerah akan mengikutinya.

Maka dibutuhkan pemimpin seperti AHOK sang pembuat kegaduhan dalam tindakan dan ucapan agar masyarakat Jakarta tidak perlu menilai sampai kepemerintahan Jokowi dipusat, publik Jakarta cukup saja sampai di karakter AHOK untuk dinilai.

  1. Kegaduhan yang bersifat menyebar (beras plastik, Sabda Raja, Grasi tapol di Papua)

Semua seolah sengaja diciptakan dalam waktu yang sudah ditetapkan.

Tidak berdiri dengan sendirinya, seolah selesai satu muncul satu lagi, dan ironisnya semuanya adalah bersifat menguras pemikiran masyarakat yang ada.

Itulah Kegaduhan yang sengaja diciptakan ala Pemerintahan Jokowi, percaya atau tidak kita semua sudah terseret di dalamnya.

 (ndi) fahreenheat.com, admin 3 days ago

 ***

Peringatan dari Allah Ta’ala

Firman Allah Ta’ala:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا فِي كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُوا فِيهَا وَمَا يَمْكُرُونَ إِلا بِأَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ (١٢٣)

 Dan  demikianlah Kami adakan pada tiap-tiap negeri pembesar-pembesar  yang  jahat  agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri  itu.  Dan mereka  tidak  memperdayakan melainkan  dirinya  sendiri,  sedang mereka tidak menyadarinya. (QS Al-An’aam/ 6: 123). (Terjemahan ini menurut Al-Quran dan  Tafsirnya,  Depag  RI 1985/1986, juz 8 halaman 266).

Lafal أَكَابِرَ مُجْرِمِيهَا  akaabiro mujrimiihaa itu terjemah Depag sendiri ada  dua macam.  1,  penjahat-penjahat yang terbesar (dalam  Al-Quran  dan Terjemahnya,  Depag  RI  1971, halaman  208),  dan  2,  pembesar-pembesar  yang  jahat  (dalam Al-Quran dan  Tafsirnya,  Depag  RI 1985/1986, juz 8 halaman 266). Dua makna itu berbeda  pengertiannya. Yang satu pembesar-pembesarnya yang jahat, sedang yang satunya lagi penjahat-penjahatnya yang besar.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.306 kali, 1 untuk hari ini)