Politik Kekerasan dan Penumpasan terhadap Para Ulama ala Snouck Hurgronje

Mari kita simak berikut ini.

***

Komunis dan Liberal (Kafirin dan Munafiqin) pun Mengekor Snouck Hurgronje dalam Memusuhi Umat Islam (Arsip)

Posted on 11 Oktober 2019

by Nahimunkar.org


Ilustrasi “Perang Aceh, Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje”/ foto canindonesia.com
 

(Analisa  Ungkapan Jangan Campur Aduk Politik dengan Agama)

 
 

Sikap Snouck Hurgronje terhadap Islam, Ulama, dan Muslimin

Fakta sejarah menunjukkan kedustaan Snaouck Hurgronje dan rencana penyamarannya itu bukan tidak mungkin menunjukkan bahwa masuk Islamnya di Jeddah serta hubungannya dengan orang-orang Aceh di Mekkah al-Mukarramah pun termasuk perbuatan pura-puranya. Namun, dusta tersebut telah memberinya jalan memasuki daerah Aceh, tempat dia akan mengumpulkan informasi-informasi yang dapat memberi saham dalam mewujudkan pemecahan masalah atas daerah Aceh bagi Belanda. Untuk itu Snouck Hurgronje menerima pekerjaan di Batavia.

Dalam perjalanan mata-matanya itu, orang-orang Aceh, termasuk beberapa ulama, menaruh kepercayaan penuh kepadanya. Mereka memberi sambutan hangat dan menerima kedatangannya. Laporan-laporannya (kepada pemerintah Belanda, pen) berisi kebencian, dendam, pemutarbalikan, dan kebohongan, khususnya terhadap para ulama yang dianggap sebagai kendala penghambat tunduknya daerah Aceh kepada pemerintah Belanda. Para ulama merupakan motor penggerak spitritual masyarakat dalam membela daerah itu sehingga di dalam laporan-laporan spionasenya, para ulama itu berpuluh-puluh kali dijuluki gerombolan ulama. Selain itu, diapun menyampaikan usul kepada pemerintah kolonial untuk menempuh cara politik kekerasan dan penumpasan terhadap para ulama dengan menyatakan:

Sesungguhnya musuh utama dan yang giat adalah para ulama dan para petualang yang menyusun gerombolan-gerombolan yang kuat. Sekalipun jumlah mereka sedikit dan tumbuh di antara lapisan-lapisan masyarakat yang bermacam-macam, mereka mendapat tambahan dari sebagian penduduk dan pemimpin-pemimpinnya. Tidak mungkin akan diperoleh manfaat dalam perundingan dengan partai musuh ini karena akidah dan kepentingan pribadi mereka mengharuskan mereka untuk tidak tunduk, kecuali dengan penggunaan kekerasan terhadap mereka. Sesungguhnya persyaratan yang paling mendasar untuk mengembalikan peraturan di daerah Aceh haruslah mengkaunter para ulama dengan kekerasan sehingga ‘ketakutan’ menjadi faktor yang menghalangi orang-orang Aceh untuk bergabung dengan pemimpin-pemimpin gerombolan agar terhindar dari bahaya. Menurut pendapat saya, mesti dipersiapkan rencana mata-mata yang efektif dan terorganisasi untuk memata-matai Tuanku Kuta Karang (pemimpin ulama pada tahun 1892) dan gerombolannya. Pasti akan ada hasil awalnya. Biarpun saya tidak mampu menjelaskan seluruh rinciannya, namun saya berani berkata bahwa pekerjaan mata-mata itu adalah suatu kemungkinan.” [8]

Demikianlah faktanya. Snouck telah melibatkan dirinya untuk kepentingan penjajahan dengan bukti pernyataan dan laporannya kepada Jendral Van Houts untuk memerangi kaum muslimin di seluruh wilayah jajahan Belanda. Dengan kata lain ia mengusulkan untuk menggunakan kekerasan dalam menumpas kaum muslimin. Karena itu Jendral tadi mendapat julukan “pedang Snouck yang ampuh” karena keberhasilannya dalam memerangi umat Islam.

Di samping itu Snouck Hurgronya juga banyak membantu dalam pembinaan kader missionaris Belanda dan membuka sekolahan untuk mengkristenkan muslimin di seluruh wilayah jajahannya.

Terdapat fakta lain pula bahwa seorang tokoh missionaris kondang dan sangat disegani di kalangan kaum orientalis yang bernama Hendrick Kraemer adalah murid Snouck Hurgronje, dari tahun 1921 hingga tahun 1935. Hubungan di antara guru dan murid terus berkesinambungan tanpa putus. Snouck Hurgronje wafat pada tahun 1936.[9]

Dr Van Koningsveled  berkata: “Tidak terputus surat menyurat antara Snouck Hurgronje dan muridnya, Hendrik Kraemer, misisionaris terkenal dan berpengaruh dalam lingkungan  aktivis kristenisasi dari tahun 1921 sampai dengan 1935. Menurut penjelasan Boland, buku Hendrik Kraemer, Misi Kristen di Dunia Non Kristen[10] mengungkapkan dengan jelas bahwa orang-orang Kristen mempunyai rencana untuk mengkristenkan dunia, khususnya Indonesia. Mereka bertujuan menundukkan dunia Islam.[11] Bahkan, Kraemer membandingkan Islam dengan Nazi.[12]



[8]
 K. Van de Maaten, Snouck Hurgronje en de Atjeh Oorlog, Leiden, 1948, hal 95, dikutip Dr Qasim Assamurai, hal  158.

[9] Dr Ahmad Abdul Hamid Ghurab, ru’yah Islamiyyah lil Istisyraq, terjemahan AM Basalamah, Menyingkap Tabir Orientalisme, Pustaka Al-Kautsar, Jakarta,  I, 1992,  hal 97-98.

[10] Hendrik Kraemer, the Crisitian Message in a non-Christian World, London, 1938, edisi kedua, 1947.

[11] B.J Boland, the Strugle of Islam in Modern Indonesia’s  Gravenhage, 1970, hal 236, dikutip Qasim Assamurai hal 164.

[12] Kraemer, op cit, hal 353, bandingkan Boland,  op cit,  hal 240, no 146, dikutip Qasim, ibid, hal 164.

https://www.nahimunkar.org/kristenisasi-di-indonesia-dan-rekayasa-snouck-hurgronje-2/

***

Jokowi: Jangan Campur Aduk Politik dengan Agama

Presiden meminta tidak mencampuradukan antara politik dan agama, “Di pisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” kata Presiden saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/3/2017), seperti dikutip dari Antara.  http://news.liputan6.com Djibril Muhammad 24 Mar 2017, 20:06 WIB

Sentilan seorang penulis:

Pada buku “Jenderal Pemikir”, 2014, maksudnya Presiden SBY, tentang kawat yang dibocorkan Wikileaks, dipapar kesepakatan Cina dengan Amerika Serikat bagaimana cara untuk menguasai Indonesia. Ternyata hanya satu cara. Yaitu mensekularisasi umat Islam.

Perangkatnya sudah disiapkan. Yaitu pilkada, pilpres, dan demokrasi sekular. Apa saja boleh kecuali bawa iman dan tuhan. Masyakat akan dipisahkan dari agama dan budayanya, kemudian direlokasi ke moral pemilu. Ada yang tahu apa moral pemilu? Duit, sekularisme, dan kecurangan!

Umat Islam ketika sudah berubah sekuler, begitu metodenya, tinggal dikapitalisasi. Dan kapital terkuat adalah Cina yang menguasai 80% ekonomi Indonesia kini. Pribumi game over dalam neocortex warfare atau proxy war.

Yang dikemukakan Rosseau, Montesqieu, Hobbes, dan Lock adalah pemisahan kekuasaan agama dengan kekuasaan pemerintahan. Bukan (pemisahan) moral agama dan moral politik. Ngaco berat Presiden Jokowi. (Mengapa Islam dan Pribumi Harus Selamat? Oleh Djoko Edhi Abdurrahman (Mantan Anggota Komisi Hukum DPR) – ( Sabtu, 25 Mar 2017 – 06:22:59 WIB ) www.teropongsenayan.com

***

Politik diarahkan ke tanpa moral dan lepas dari agama?

Umat Islam telah diberi tuntunan dari Allah Ta’ala yang dibawa Utusan-Nya yaitu Nabi Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam yang dituruni wahyu berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits).

Wahyu yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam itu sudah sempurna (mencakup seluruh aspek kehidupan, bahkan mencakup sampai menjelaskan kehidupan akherat) dan hanya jalan inilah yang diridhoiNya.

ٱلۡيَوۡمَ يَئِسَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن دِينِكُمۡ فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَٱخۡشَوۡنِۚ ٱلۡيَوۡمَ أَكۡمَلۡتُ لَكُمۡ دِينَكُمۡ وَأَتۡمَمۡتُ عَلَيۡكُمۡ نِعۡمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ ٱلۡإِسۡلَٰمَ دِينٗاۚ فَمَنِ ٱضۡطُرَّ فِي مَخۡمَصَةٍ غَيۡرَ مُتَجَانِفٖ لِّإِثۡمٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٞ ٣ [ المائدة:3-3]

Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. [Al Ma”idah3]

Ayat ini merupakan dalil bahwa tidak ada satu kebaikan pun—baik amalan lahir maupun batin, akidah, ibadah, muamalah, maupun akhlak—melainkan telah diterangkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan sempurna. Demikian pula, tidak ada satu kejelekan pun melainkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam  telah memperingatkan umat darinya.

Di antara ayat yang juga menunjukkan kesempurnaan Islam—sebagai agama yang mengajarkan semua kemuliaan dan akhlak yang baik, serta melarang segala kemungkaran dan akhlak yang buruk—adalah firman Allah Ta’ala:

۞إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَٰنِ وَإِيتَآيِٕ ذِي ٱلۡقُرۡبَىٰ وَيَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَآءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡيِۚ يَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ ٩٠ [ النحل:90-90]

“Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.” (an-Nahl:90)

Asy-Syaikh Abdurrahman Nashir as-Sa’di t berkata, “Keadilan yang diperintahkan oleh Allah Ta’ala dalam ayat ini mencakup adil dalam (memenuhi) hak Allah Ta’ala dan adil dalam hak hamba-hamba-Nya. Adil adalah memenuhi perintah-perintah-Nya yang terkait dengan harta, badan, atau keduanya, baik terkait dengan hak Allah Ta’ala maupun hak hamba-hamba-Nya. Oleh sebab itu, seorang pemimpin—apakah ia imam (khalifah), qadhi (hakim), atau wakil keduanya—wajib bergaul dengan manusia secara adil yang sempurna dengan menunaikan hak-hak orang yang di bawah tanggung jawabnya … Termasuk keadilan (yang diperintahkan) adalah adil dalam bermuamalah. Maka dari itu, seseorang wajib berlaku adil dalam muamalah jual-beli atau muamalah lainnya, dengan menunaikan semua kewajiban, tidak menahan hak-hak manusia, tidak menipu mereka, tidak mengelabui atau menzaliminya … Jadi, ayat ini mengumpulkan semua perintah dan larangan. Tidak ada satu masalah pun kecuali masuk dalam ayat ini.” (Taisir al-Karimir Rahman secara ringkas, 4/332—333)/ http://asysyariah.com/meneladani-akhlak-nabi/

Selanjutnya mari kita simak petunjuk agama yang menuntun moral secara sangat menghunjam berikut ini.

لما أمر الله تعالى بالعدل والإحسان وبر الأقرباء؛ نهى عن أضداد هذه الصفات؛ فقال جل شأنه {وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ} والفحشاء: كل قبيح من قول أو فعل، أو هو الزنا «والمنكر» كل ما ينكره الشرع والعرف والذوق السليم؛ وهو شامل لجميع المعاصي، والرذائل، والدناءات؛ «والبغي» الظلم والكبر، والاعتداء؛ وهو إجمالاً تجاوز الحد

أوضح التفاسير (1/ 331) المؤلف: محمد محمد عبد اللطيف بن الخطيب (المتوفى: 1402هـ)

Ketika Allah Ta’ala memerintahkan berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, (sekaligus) Allah melarang hal-hal sebaliknya, maka Allah berfirman:

{وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ}

dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. الْفَحْشَاء adalah setiap kekejian berupa perkataan ataupun perbuatan , atau yaitu zina. (Larangan perbuatan) almunkar (kemungkaran) yaitu setiap yang diingkari oleh syariat, kebiasaan, dan perasaan yang jernih, yaitu mencakup (larangan) segala macam maksiat, perbuatan hina dan nista. (Larangan berbuat) al-baghyu yaitu kezaliman, kesombongan, pelanggaran (sewenang-wenang) yaitu secara garis besarnya (larangan) melampaui batas. (Audhahut Tafasir 1/331).

Ayat selanjutnya.

وَأَوۡفُواْ بِعَهۡدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمۡ وَلَا تَنقُضُواْ ٱلۡأَيۡمَٰنَ بَعۡدَ تَوۡكِيدِهَا وَقَدۡ جَعَلۡتُمُ ٱللَّهَ عَلَيۡكُمۡ كَفِيلًاۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا تَفۡعَلُونَ ٩١ [سورة النحل,٩١]

  1. Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat [An Nahl 91]

Itulah agama yang cakupan moralnya begitu menghunjam hingga ketika dalam hal janji pun diingatkan “…kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat” [An Nahl 91]

Apabila agama yang cakupannya sebegitu menghunjamnya terhadap siapapun (sebenarnya) itu disikapi dengan agar dicampakkan begitu saja dengan alasan “Jangan dicampur adukkan agama dengan politik”, maka betapa celakanya.

Tidak ada makna apa-apa yang dekat dengan itu kecuali hanya agar politik itu dijauhkan dari moral (agama), sehingga agar jadi politik tanpa moral serta lepas dari agama.

Sebegitunyakah sebenarnya? Kalau jawabannya ya, berarti landasan yang telah dicanangkan Snouck dalam memusuhi Islam, Ulama, dan kaum Muslimin; itu jelas diadopsi dengan kesepakatan China dan Amerika untuk menguasai Indonesia, satu-satunya jalan adalah sekularisasi terhadap Umat Islam, itu seakan kini telah dideklarasikan. Hingga agama pun tak boleh mendekati politik, sedang politik pun tidak boleh kena agama. Dengan kata lain, agama telah diperintahkan untuk dikubur dari kancah politik, sekaligus politik yang agamis dikubur pula.

Itulah yang sejatinya komunisme anti agama, hingga “dipuji” oleh Nurcholish Madjid  bahwa “Komunisme adalah bentuk lain dan lebih tinggi dari sekularisme. Karena Dalam komunismelah seseorang menjadi atheis sempurna”

Kalau sudah begitu, coba simak pernyataan Nurcholish Madjid ini. Pada salah satu tulisannya, mendiang Nurcholish Madjid  pernah menyatakan: “Komunisme adalah bentuk lain dan lebih tinggi dari sekularisme. Sebab, komunisme adalah sekularisme yang paling murni dan konsekwen. Dalam komunismelah seseorang menjadi atheis sempurna”

Pernyataan itu dikutip oleh Abdul Hadi W.M. melalui tulisannya berjudul Islam, Marxisme dan Persoalan Sosialisme di Indonesia yang dipublikaskan di situs Bayt al-Hikmah Institute, bisa juga ditemukan di http://ahmadsamantho.wordpress.com/2008/01/28/islam-marxisme-dan-persoalan/.

(Membenci Islam, Menjajakan Sekulerisme Bermuara Komunisme dan Atheisme Posted on 6 April 2014 by Nahimunkar.com ).

Terhadap sikap manusia-manusia yang berupaya keras menjauhi Islam seperti itu telah diberitahukan oleh Allah dalam firmanNya:

{ وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْا إِلَى مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنْكَ صُدُودًا } [النساء: 61]

  1. Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul”, niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu [An Nisa” 61]

Jalan keluarnya, Umat Islam wajib mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala, dengan mentaati Allah dan Rasul-Nya. Apabila telah ditempuh jalan itu, maka jaminan Allah akan tiba.

{ وَلَنْ يَجْعَلَ اللَّهُ لِلْكَافِرِينَ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ سَبِيل} [النساء: 141]

dan Allah sekali-kali tidak akan memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk memusnahkan orang-orang yang beriman [An Nisa”141]

Dengan gejala begitu sengitnya permusuhan dari kafirin dan munafiqin terhadap Umat Islam seperti uraian tersebut, (hingga mengubur agama dari kancah politik, dan sekaligus mengubur politik agamis dari percaturan dunia), maka betapa mulianya Allah ketika membela Umat Islam atas kezaliman musuh Islam itu dengan firmanNya:

{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ } [التوبة: 73]

  1. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya [At Tawbah73]

Allah akan mengumpulkan kafirin dan munafiqin di akherat kelak sebagaiana mereka berkumpul di dunia dalam persekongkolan memusuhi Umat Islam.

  {إِنَّ اللَّهَ جَامِعُ الْمُنَافِقِينَ وَالْكَافِرِينَ فِي جَهَنَّمَ جَمِيعًا} [النساء: 140]

Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam (neraka) Jahannam. [An Nisa”140]

Yang dapat dilakukan oleh Umat Islam sekarang diantaranya adalah imbauan agar jenazah pembela penista agama agar tidak usah dishalati, karena menurut Al-Qur’an statusnya adalah munafik, sedang orang munafik, jenazahnya haram dishalati dan haram didoakan.

{بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (138) الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِنْدَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ الْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا} [النساء: 138، 139]

  1. Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih
  2. (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah [An Nisa”,138-139]

{وَلَا تُصَلِّ عَلَى أَحَدٍ مِنْهُمْ مَاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَى قَبْرِهِ إِنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَاتُوا وَهُمْ فَاسِقُونَ } [التوبة: 84]

  1. Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik [At Tawbah84] 

Dengan bersikap tegas itu Insya Allah akan mendapat pahala, karena telah mengikuti perintah Allah Ta’ala, yang dikuatkan dengan penegasan:

{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ } [التوبة: 73]

  1. Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya [At Tawbah73]

Hartono Ahmad Jaiz

(nahimunkar.org) Posted on 29 Maret 2017

by Nahimunkar.org

 
 

(nahimunkar.org)


 

(Dibaca 366 kali, 1 untuk hari ini)