Politikus Partai Ummat: Info A1, “Dia” Terlibat Pembunuhan 6 Laskar FPI

 

Ada seseorang yang sudah dikenal publik terlibat dalam pembunuhan enam Laskar Front Pembela Islam (FPI)

 

“Dia terlibat pembunuhan 6 laskar. Info A1,” kata politikus Partai Ummat Buni Yani di akun Twitter-nya @1keadilan.

 

Berdasarkan informasi yang didapat Buni Yani, kaki tangan seseorang yang terlibat dalam enam Laskar FPI melaporkan situasi politik dalam negeri.

 

“Kaki tangannya datang melaporkan perkembangan yang semakin tidak terkendali. Lalu dia merespon dalam Bahasa Jawa: “Dipites ae” (ditindas saja). Dan besoknya 6 laskar itu tewas mengenaskan. Info A1,” kata Buni Yani.

 

Kata Buni Yani, seseorang yang terlibat dalam pembunuhan enam Laskar FPI itu akan terungkap. “Insya Allah pada waktunya akan terungkap,” jelasnya.

 

Sebelumnya mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI Letjen TNI (Purn) Yayat Sudrajat mengungkapkan aparat negara terlibat dalam pembunuhan enam Laskar FPI.

 

“Terkait judul buku ini harusnya pembantaian terhadap enam umat Islam pengawal HRS oleh aparat negara,” kata Yayat dalam peluncuran Buku Putih terkait penembakan 6 anggota Laskar FPI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek beberapa waktu lalu.

 

Keterlibatan aparat negara dalam kasus ini, kata Yayat berdasarkan pengakuan Kapolda Metro Jaya Fadil Imran yang mengumumkan aparatnya terlibat.

 

“Kita bisa menilai aparat negara yang pernyataannya selalu berubah-ubah, barang bukti diada-adakan dan direkayasa,” papar Yayat

 

Yayat menilai buku putih ini memperlihatkan brutalnya pembunuhan terhadap enam umat Islam pengawal HRS. “Kalau pemerintah mau menegakkan keadilan bisa menguak kebenaran dalam buku ini,” jelas Yayat.

 

Ia juga merasa heran adanya tuduhan enam umat Islam yang terbunuh oleh aparat menggunakan senjata api. “Fakta-fakta korban ekonominya susah dituduh mampu membeli senjata ini,” ungkap Yayat.

 

Dia terlibat pembunuhan 6 laskar. Info A1.

— Buni Yani (@1keadilan) July 26, 2021

 

Kaki tangannya datang melaporkan perkembangan yang semakin tidak terkendali. Lalu dia merespon dalam Bahasa Jawa: “Dipites ae” (ditindas saja). Dan besoknya 6 laskar itu tewas mengenaskan. Info A1.

— Buni Yani (@1keadilan) July 26, 2021

[PORTAL-ISLAM.ID] Senin, 26 Juli 2021 BERITA POLITIK

(nahimunkar.org)

(Dibaca 329 kali, 1 untuk hari ini)