Polri: Abu Janda Belum Ditetapkan Jadi Tersangka, Netizen: Yang Lain Langsung Ditangkap! Contohnya Ustadz Maaher

  • Sudah Saatnya Abu Janda Masuk Penjara

  • Kilah Abu Janda memaksudkan ke Salafi Wahabi dan hanya menjawab Tengku Zul, jelas terpatahkan: Permadi Arya alias Abu Janda terlihat gagap dalam menyampaikan klarifikasi. Dalam video itu, ia menyebut bahwa Islam arogan adalah Islam transnasional dari Arab yaitu salafi wahabi yang mengharamkan sedekah laut dan bukan Islam nusantara. Maka timbul pertanyaan, bukankah Islam memang transnasional dan dari ArabSejak kapan Islam Nusantara jadi agama sendiri yang muncul di Indonesia?

  • Ia juga menyebut bahwa cuitannya dipotong, diviralkan tanpa konteks seakan itu pernyataan mandiri padahal jawaban atas cuitan Tengku Zulkarnaen. Barangkali Abu Janda lupa jika Maheer At-Thualibi juga mengalami hal yang sama bahwa cuitan yang viral merupakan cuitan tanggapan. Jadi itu sama sekali bukan alasan pemaaf menurut hukum pidana.
  • Kasus ini juga menjadi batu uji gagasan Presisi oleh Kapolri baru, jangan sampai gagasan itu digadaikan dengan pengabaian terhadap perilaku Abu Janda. Apabila kasus ini mangkrak, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri berpotensi menurun.


Polri: Abu Janda Belum Ditetapkan Jadi Tersangka

 

VIVA – Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengatakan Permadi Arya alias Abu Janda belum ditetapkan sebagai tersangka atas kasus yang dilaporkan oleh DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Sejauh ini, Abu Janda masih sebagai saksi.

 

“Belum ada tersangka. Terakhir yang diperiksa Abu Janda, itu pun masih dalam status sebagai saksi,” kata Rusdi di Mabes Polri pada Senin, 8 Februari 2021.

 

Saat ini, Rusdi mengatakan kasus yang ditangani oleh Penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim itu masih dalam proses penyelidikan. Sebab, penyidik masih kumpulkan bukti-bukti yang sah untuk menaikkan status perkara menjadi penyidikan.

 

“Belum (naik penyidikan). Ini penyidik masih mencari bukti-bukti yang sah. Sehingga bukti-bukti itu bisa menjadi terang, perbuatan-perbuatan atau tindak pidana yang terjadi,” ujarnya.

 

https://www.viva.co.id/berita/nasional/1346677-polri-abu-janda-belum-ditetapkan-jadi-tersangka

 

Kritik Keras Netizen

 

“Yg lain langsung tangkap, bui dan jd tersangka, menunggu pengadilan yg menentukan salah dan benarnya, bukan kah itu yg seharusnya diberlakukan juga thd c rasis itu?” tulis akun @SusiEmilia2 di twitter.

 

Salah satu contoh nyata adalah yang menimpa (alm) Ustadz Maaher yang langsung ditangkap polisi padahal belum juga dipanggil untuk diperiksa seperti yang diberlakukan kepada Abu Janda.

 

Seperti diketahui, Ustadz Maaher At Thuwailibi ditangkap penyidik Bareskrim Mabes Polri pada Kamis subuh, 3 Desember 2020, atas dugaan menghina Habib Luthfi. Pria yang bernama asli Soni Eranata ini ditangkap di kawasan Bogor, Jawa Barat.

 

Kuasa Hukum Ustadz Maaher, Juju Purwantoro menilai ada kejanggalan dalam penangkapan kliennya.

 

“Banyak keanehan-keanehan juga dalam proses penangkapan ini,” kata Juju di Mabes Polri, Kamis (3/12/2020).

 

Juju mengatakan, Ustadz Maaher ditangkap dan ditetapkan tersangka sebelum melalui proses pemanggilan pemeriksaan. 

 

“Beliau mendapatkan bukan pemanggilan lagi tapi langsung penangkapan tadi pagi jam 4 pagi dan langsung dibawa ke Bareskrim Polri di sini,” terangnya.

 

“Ini jelas di proses penegakkan hukum tampak sekali terjadi kejanggalan dan diskriminasi karena banyak sekali mereka-mereka katakanlah dekat dengan rezim itu walaupun kami lakukan pelaporan berkali kali tidak ada tindak lanjut secara hukum gitu,” tambahnya.

 

Link: https://nasional.okezone.com/read/2020/12/03/337/2320923/kuasa-hukum-sebut-penangkapan-ustadz-maaher-penuh-kejanggalan

Yg lain langsung tangkap, bui dan jd tersangka, menunggu pengadilan yg menentukan salah dan benarnya, bkn kah itu yg sehatusnya diberlakukan jg thd c rasis itu?

— Amelia (@SusiEmilia2) February 8, 2021

Cuma ngingetin aja .. pic.twitter.com/EKZqziQVvS

— Sekarepmu (@wadinug) February 8, 2021

portal-islam.id, Selasa, 09 Februari 2021 BERITA NASIONAL

***

Dugaan Penodaan Agama yang Dilakukan Abu Janda Lebih Parah dari Kasus Ahok


Posted on 5 Februari 2021

by Nahimunkar.org

 
 

Sudah Saatnya Abu Janda Masuk Penjara

  • Permadi Arya alias Abu Janda terlihat gagap dalam menyampaikan klarifikasi. Dalam video itu, ia menyebut bahwa Islam arogan adalah Islam transnasional dari Arab yaitu salafi wahabi yang mengharamkan sedekah laut dan bukan Islam nusantara. Maka timbul pertanyaan, bukankah Islam memang transnasional dan dari ArabSejak kapan Islam Nusantara jadi agama sendiri yang muncul di Indonesia?

  • Ia juga menyebut bahwa cuitannya dipotong, diviralkan tanpa konteks seakan itu pernyataan mandiri padahal jawaban atas cuitan Tengku Zulkarnaen. Barangkali Abu Janda lupa jika Maheer At-Thualibi juga mengalami hal yang sama bahwa cuitan yang viral merupakan cuitan tanggapan. Jadi itu sama sekali bukan alasan pemaaf menurut hukum pidana.

  • Saya berhusnuzon bahwa sudah saatnya Abu Janda masuk penjara atas apa yang ia lakukan. Sudah saatnya Abu Janda diberi efek jera agar tak sembarangan melontarkan ucapan atau melakukan perbuatan yang membuat perpecahan.

  • Kasus ini juga menjadi batu uji gagasan Presisi oleh Kapolri baru, jangan sampai gagasan itu digadaikan dengan pengabaian terhadap perilaku Abu Janda. Apabila kasus ini mangkrak, maka kepercayaan masyarakat terhadap Polri berpotensi menurun.

BACA JUGA  Pakar Hukum: Abu Janda Bisa Kena Pidana Penistaan Agama Seperti Ahok, Sudah Memenuhi Unsur Pasal 156a KUHP

 
 

***

Sudah Saatnya Abu Janda Masuk Penjara


Silakan simak selengkapnya https://www.nahimunkar.org/sudah-saatnya-abu-janda-masuk-penjara/

 
 

Selanjutnya simak sorotan di berita ini.

 
 

***

 
 

 
 

Dugaan Penodaan Agama Abu Janda, Habiburokhman: Lebih Parah dari Kasus Ahok



Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman — jawa pos

JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) Haris Pertama mengancam akan kembali melaporkan Permadi Arya alias Abu Janda ke polisi terkait kasus dugaan penodaan agama.

Permadi Arya diduga melakukan penodaan agama melalui media sosial Twitter. Ia menyebut Islam adalah agama pendatang dari Arab yang arogan kepada budaya lokal nusantara.

Anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra, Habiburokhman mengatakan akan mengawal kasus Permadi Arya yang diduga menghina Islam.

Anak buah Prabowo Subianto ini membagikan tangkapan layar berita yang berisi dua cuitan Permadi Arya.

“Kalau membaca dua cuit ini, menurut saya jelas bahwa yang dia maksud arogan adalah Islam. Sulit sekali berkelit bahwa yang dia maksud arogan itu Tengku Zul,” kata Habiburokhman, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @habiburokhman, Senin (1/2).

Pendiri Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) yang pernah melaporkan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ke polisi ini meminta polisi segera memproses Abu Janda.

“Saya rasa ini lebih parah dari kasus Ahok tempo hari. Saya percaya Polri akan profesional memproses kasus ini,” katanya.

Habiburokhman menegaskan akan mengawal kasus Permadi Arya. Ia meminta masyarakat tetap tenang agar kasus Permadi Arya berjalan sesuai koridor hukum.

“Insha Allah ane sebagai anggota KOM III DPR RI akan mengawal penanganan kasus Abu Janda ini agar senantiasa berjalan di koridor hukum sesuai dengan fakta-fakta yang terjadi. Ane harap masyarakat bisa tenang dan tidak mengambil tindakan di luar hukum,” tandas Ketua DPP Partai Gerindra ini.

Permadi Arya sendiri membantah melakukan penodaan agama. Ia mengaku tidak pernah menyebut Islam arogan.

“Saya tak pernah bilang ‘islam arogan’, saya bilang ‘islam pendatang dari Arab’ yg arogan & itu ditujukan ke Tengkuzul. yang saya maksud itu aliran Salafi Wahabi. Saat twit saya diviralkan bagian twit Tengkuzul nya dibuang, jadi seolah saya generalisasi islam. Terima kasih Kiai,” kata Permadi Arya melalui akun Twitternya, @permadiaktivis1, Minggu (31/1). (pojoksatu/fajar)

FAJAR.CO.ID,  Senin, 1 Februari 2021 09:59

Editor: Hamsah umar

 
 

***

 
 

Kilah Abu Janda memaksudkan ke Salafi Wahabi dan hanya menjawab Tengku Zul, jelas terpatahkan

 
 

Soal salafi wahabi yang dikilahkan Abu Janda, dan kilah bahwa Abu Janda hanya menanggapi Tengku Zul, kilah itu sudah jelas terpatahkan di awal berita di atas yakni:

  • Permadi Arya alias Abu Janda terlihat gagap dalam menyampaikan klarifikasi. Dalam video itu, ia menyebut bahwa Islam arogan adalah Islam transnasional dari Arab yaitu salafi wahabi yang mengharamkan sedekah laut dan bukan Islam nusantara. Maka timbul pertanyaan, bukankah Islam memang transnasional dan dari ArabSejak kapan Islam Nusantara jadi agama sendiri yang muncul di Indonesia?

  • Ia juga menyebut bahwa cuitannya dipotong, diviralkan tanpa konteks seakan itu pernyataan mandiri padahal jawaban atas cuitan Tengku Zulkarnaen. Barangkali Abu Janda lupa jika Maheer At-Thualibi juga mengalami hal yang sama bahwa cuitan yang viral merupakan cuitan tanggapan. Jadi itu sama sekali bukan alasan pemaaf menurut hukum pidana.

  • “Kalau membaca dua cuit ini, menurut saya jelas bahwa yang dia maksud arogan adalah Islam. Sulit sekali berkelit bahwa yang dia maksud arogan itu Tengku Zul,” kata
    Habiburokhman, dikutip Pojoksatu.id dari akun Twitter pribadinya, @habiburokhman, Senin (1/2).

  • “Saya rasa ini lebih parah dari kasus Ahok tempo hari. Saya percaya Polri akan profesional memproses kasus ini,” katanya.

Maka Sudah Saatnya Abu Janda Masuk Penjara https://www.nahimunkar.org/sudah-saatnya-abu-janda-masuk-penjara/

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 453 kali, 1 untuk hari ini)