BARU saja dapat meraih kebebasan untuk mengenakan Jilbab, para anggota polwan kembali diminta untuk mencopot jilbabnya. Pasalnya, Kamis (28/11), Mabes Polri mengeluarkan Telegram Rahasia (TR) agar Polwan tidak dulu menggunakan jilbab selama berdinas sebelum aturan jelas tentang Jilbab keluar.

“Sambil menunggu keputusan tersebut kma pada saat menggunakan pakaian dinas Polwan untuk sementara waktu tidak menggunakan jilbab sampai diterbitkannya keputusan keputusan Kapolri yg mengatur ttg penggunaan jilbab bagi polwan yg berdinasa di Polda Aceh ttk.”

TR ini sendiri langsung ditandatangai Wakapolri Komjen Oegroseno. Dalam akhir TR tersebut,  pihak Mabes Polri menjelaskan bahwa keputusan ini bersifat perintah untuk segera dilaksanakan./ islampos.com, Jumat 25 Muharram 1435 / 29 November 2013 17:23

http://www.islampos.com/polri-sebarkan-telegram-agar-polwan-kembali-lepas-jilbab-88368/

 ***

Anggota Komisi III: “Larang Jilbab Melanggar HAM”

Jumat 25 Muharram 1435 / 29 November 2013 17:52


ANGGOTA Komisi III DPR RI, Muzamil Yusuf menegaskan langkah Polwan memakai jilbab tidak boleh dilarang.

“Itu hak asasi manusia, tidak bisa dilarang,” kata Muzamil kepada Islampos, Jum’at sore (29/11) melalui sambungan telepon.

Terkait ucapan Kepala Divisi Humas Polri Irjen Ronny F Sompie bahwa peraturan jilbab harus menunggu keputusan Kapolri dan turunnya anggaran dari Komisi III, Muzamil menilai hal itu jelas pernyataan keliru.

“Komisi III memang akan mengeluarkan anggaran pakaian Jilbab Polwan, tapi Polwan tidak harus menunggu anggaran dari Komisi III (untuk menggunakan jilbab), karena pemakaian jilbab boleh menggunakan biaya sendiri,” tegas anggota DPR dari Fraksi PKS tersebut.

Muzamil menegaskan keputusan itu langsung disetujui oleh dua Mantan Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo dan Kapolri Jenderal Polisi Sutarman saat bertemu Komisi III. “Ada 62 model pakaian Jilbab Polwan. Jadi tidak ada alasan untuk melarang,” tukasnya.

http://www.islampos.com/anggota-komisi-iii-larang-jilbab-melanggar-ham-88374/

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.555 kali, 1 untuk hari ini)