PONDOK Pesantren Al Anshor, Maluku menolak tudingan Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) yang memasukkan namanya ke dalam jaringan 19 pesantren radikal.

‘’Masya Allah, fitnah ini bisa merugikan masa depan 300-an santri kami dan membahayakan dakwah di Maluku secara umum,” ujar pendiri dan pengelola Ponpes Al Anshor Abu Imam Abdurrahim Rumbara, dalam keterangannya kepada Islampos, Ahad (14/2).

Ia sekali tak menyangka, ternyata pesantrennya dikategorikan radikal oleh BNPT. Pondok yang menampung santri yatim, muallaf, dan dhuafa, ini selain berlokasi di Batumerah dan Liang Kota Ambon, juga ada di di Kecamatan Bula, Kab Seram Bagian Timur.

‘’Saya tahu fitnah itu dari kantor wilayah kementrian agama Maluku,’’ ungkap Ustadz asal Desa Geser, Pulau Seram, itu.

Ia menuturkan, beberapa waktu lalu Kepala Seksi Pesantren Kanwil Agama Maluku, menelepon pihaknya. Pejabat itu menanyakan kurikulum dan kitab apa saja yang diajarkan di Al Anshor. ‘’Karena ada info dari Kemenag Pusat bahwa Pesantren Al Anshor terindikasi terorisme,’’ kata Abu Imam menirukan pejabat tersebut.

Ia kemudian mempertanyakan dasar tuduhan itu. Pasalnya, selama ini Abu Imam dan Al Anshor sudah sangat dikenal dekat oleh kantor agama maupun jajaran pemda setempat.

Lebih lanjut dirinya menegaskan, tudingan BNPT tersebut fitnah belaka. ‘’Kami tidak faham apa dasar tuduhan BNPT terhadap kami,’’ katanay seraya menandaskan bahwa ia juga menolak terorisme dan radikalisme yang bertentangan dengan ajaran agama.

Pemimpin Pesantran Al Anshor membeberkan, tepat pada 14 Februari 2016 ini pesantrennya berusia 12 tahun. ‘’Alhamdulillah anak-anak Maluku dari kalangan bawah yang sempat kami ragukan kemampuannya untuk nyantri, ternyata prestasinya lumayan,’’ ujar Abu Imam.

Hingga saat ini, sudah 3 santri Al Anshor yang hafal Quran 30 juz.  Belasan lainnya hafal dari 1 hingga 16 juz. ‘’Satu santri kami insya Allah masuk nominasi untuk mendapat beasiswa belajar di Madinah Al Munawwarah,’’ ungkap Abu Imam.

Alumnus Al Anshor sebanyak 22 orang, kini melanjutkan kuliah di Makassar, Surabaya, Jakarta, dan Bandung. [rn/Islampos] – Senin 6 Jamadilawal 1437 / 15 Februari 2016

(nahimunkar.com)