POSTER MENYESATKAN: Suka Minum Kopi Ciri Orang Munafik


POSTER MENYESATKAN: Minum Kopi Ciri Orang Munafik

 

Ini contoh poster dakwah yang saya pandang perlu diluruskan.

 

Alangkah baiknya kalau sebelum buat poster bertanya dulu kepada yang berilmu, apa makna qahwah dalam ucapan Ka’ab Al Ahbar. Al Qahwah di zaman dahulu maknanya adalah khamr (minuman yang memabukkan). Bukan kopi di zaman kita.

 

Mohon berhati-hati membuat dan menyebarkan poster. Orang bisa jadi sesat karena Anda, dan Anda harus ikut menanggung dosanya. Camkan.

 

(Ustadz Wira Bachrun)

 

Ini contoh poster dakwah yang saya pandang perlu diluruskan. Alangkah baiknya kalau sebelum buat poster bertanya dulu…

Dikirim oleh Wira Bachrun pada Kamis, 04 Maret 2021

portal-islam.id, Jumat, 05 Maret 2021 KABAR UMAT

***

تفسير ابن كثير ط العلمية (5/ 217)

وَقَالَ كَعْبُ الْأَحْبَارِ: وَاللَّهِ إِنِّي لَأَجِدُ صِفَةَ الْمُنَافِقِينَ فِي كِتَابِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ: شَرَّابِينَ لِلْقَهَوَاتِ «1» ، تَرَّاكِينَ لِلصَّلَوَاتِ، لَعَّابِينَ بِالْكَعَبَاتِ، رَقَّادِينَ عَنِ العتمات، مفرطين في الغدوات، تاركين للجماعات

__________

(1) القهوة: هي الخمرة.

شَرَّابِينَ لِلْقَهَوَاتِ maknanya adalah orang2 yang sering minum khamr (minuman keras memabukkan).

Sumber: Maktabah Syamilah

***

Sering minum khamr merupakan ciri munafik. Kalau ada orang sengaja buat aturan membolehkan penjualan khamr alias minuman keras memabukkan/ miras bahkan sampai tingkat pedagang kaki lima, tentunya lebih parah dari itu. Demikian pula mereka yang ramai2 membuat Undang-Undang Omnibus law yang di sana menghapus materi miras tidak lagi termasuk daftar impor yang negatif, maka betapa besar resikonya bagi keimanan mereka. Dikhawatirkan itu sama dengan membuat syari’at baru yang terindikasi menentang syari’at. Sangat berbahaya bagi keimanan.

Silakan simak ini.
***

Meski Jokowi Cabut Izin Investasi Miras, Perdagangan Eceran Masih Ada di Perpres

Posted on 3 Maret 2021

by Nahimunkar.org

 

Meski Jokowi Cabut Izin Investasi Miras, Perdagangan Eceran Masih Ada di Perpres

  • … di luar investasi industri minuman keraspada nomor 44 dan 45 lampiran Perpres tersebut, juga ada diatur soal perdagangan eceran minuman keras beralkohol. Pada nomor 44, disebutkan perdagangan eceran minuman keras beralkohol dilakukan melalui jaringan distribusi dan tempat khusus.
     
  • Sedangkan pada nomor 45, mengatur secara spesifik perdagangan eceran minuman keras beralkohol di kaki lima.

Presiden Jokowi akhirnya mencabut izin investasi baru industri minuman keras atau miras, seperti diatur dalam Perpres Nomor 10 Tahun 2021 tentang Bidang Usaha Penanaman Modal. 
 

Meski demikian, dalam lampiran III Perpres tersebut, perdagangan eceran minuman keras masih diizinkan.

Untuk diketahui, lampiran III Perpres Nomor 10 Tahun 2021 mengatur soal Bidang Usaha dengan Persyaratan Tertentu. Ada 46 bidang usaha yang terbuka bagi investasi, dengan persyaratan tertentu. Investasi industri minuman keras misalnya, diizinkan di 4 provinsi yakni Bali, NTT, Sulawesi Utara dan Papua.
Hal itu tertera di nomor 31, 32, dan 33 lampiran III Perpres Nomor 10 Tahun 2021, sebelum dicabut Jokowi.
Tapi di luar investasi industri minuman keras, pada nomor 44 dan 45 lampiran Perpres tersebut, juga ada diatur soal perdagangan eceran minuman keras beralkohol. Pada nomor 44, disebutkan perdagangan eceran minuman keras beralkohol dilakukan melalui jaringan distribusi dan tempat khusus.
Sedangkan pada nomor 45, mengatur secara spesifik perdagangan eceran minuman keras beralkohol di kaki lima.
(Sumber: Kumparan)

[PORTAL-ISLAM.ID] Rabu, 03 Maret 2021 BERITA NASIONAL

(nahimunkar.org)

(Dibaca 638 kali, 1 untuk hari ini)