Postingan Istri TNI di Surabaya: Buat yang Ditusuk Semoga Lancar Kematiannya

 

 


Postingan istri TNI tentang kasus penusukan Wiranto/ Gambar: Mdkcom

 

  • Istri Komentar Kasus Wiranto, Tiga Anggota TNI Dicopot

     

Postingan Nyinyir Istri TNI ke Wiranto, “Semoga Lancar Kematiannya”

 

JAKARTA – Anggota TNI Angkatan Udara, Peltu YNS dicopot dari jabatannya lantaran postingan istrnya, FS di media sosial Facebook.

FS dianggap menyebarkan fitnah dan opini negatif terkait penusukan Menko Polhukam, Wiranto.

“Jgn2 ini cma dramanya si wir, buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan, mdh2an si penusuknya baek2 aja dan slmat dr amukan polisi, buat yg ditusuk smoga lancar kematiannya,” tulis FS di akun Facebooknya.

Postingan tersebut langsung mendapat reaksi keras dari TNI AU.

Suami FS, Peltu YNS yang bertugas di Satpomau Lanud Muljono Surabaya, diberikan sanksi keras berupa pencopotan dari jabatannya.

Peltu YNS juga ditahan selama 14 hari karena dianggap melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Sementara FS dilaporkan ke Polres Sidoarjo karena melanggar UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

FS disangka menyebarkan kebencian dan berita bohong di media sosial.

Situs resmi TNI AU melansir bahwa dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral.

Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara.

KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk Syahril Alamsyah alias Abu Rara (31) di Alun-alun Menes, Pandeglang, Banten, Kamis (10/10)./ https://pojoksatu.id
Sabtu, 12 Oktober 2019 | 07:33 WIB

***

Istri Komentar Kasus Wiranto, Tiga Anggota TNI Dicopot

 

Anggota TNI AU berinisial Peltu YNS yang berdinas di Satpomau Lanud Muljono Surabaya dicopot dari jabatannya. Anggota tersebut juga ditahan dalam rangka penyidikan oleh Pomau karena melanggar UU Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Dikutip datariau.com dari merdeka.com, Peltu YNS dicopot dan ditahan setelah istrinya FS kedapatan menyebarkan opini negatif dengan mengunggah komentar di Facebook mengandung fitnah, tidak sopan dan penuh kebencian terkait penusukan Menko Polhukam Wiranto.

“Jgn2 ini dramanya si wir,,,buat pengalihan isu saat menjelang pelantikan, tapi kalo mmg bnr ada penusukan,,,” tulis FS dalam komentar di Facebook.

TNI AU menegaskan, dalam urusan politik, posisi prajurit TNI AU dan keluarganya (KBT/Keluarga Besar Tentara) sudah jelas, netral. Oleh karena itu, KBT dilarang berkomentar, termasuk di media sosial yang berdampak pendiskreditan pemerintah maupun simbol-simbol negara.

KBT yang kedapatan melanggar, dikenakan sanksi sesuai aturan berlaku.

Selain Peltu YNS, dua anggota TNI AD lainnya inisial HS dan Z juga mengalami kasus yang sama, yakni postingan istrinya di media sosial berkaitan kejadian penusukan Wiranto.

Dikutip detik.com, KSAD Jenderal Andika Perkasa menjatuhkan sanksi kepada dua anggota TNI AD karena istri mereka mem-posting soal penusukan Menko Polhukam Wiranto di media sosial.

“Sehubungan dengan beredarnya posting-an di sosial media menyangkut insiden yang dialami oleh Menko Polhukam, maka Angkatan Darat telah mengambil keputusan. Pertama, kepada individu yang juga merupakan istri dari anggota TNI AD, yang pertama berinisial IPDN, dan yang kedua adalah LZ,” kata Andika.

IPDN merupakan istri Komandan Kodim Kendari Kolonel HS. Sedangkan LZ adalah istri Sersan Dua berinisial Z. Kedua orang itu diarahkan ke ranah peradilan umum.

Andika mengatakan pihaknya menindak suami mereka. Kolonel HS dan Sersan Dua Z disebut telah memenuhi pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 yaitu hukum disiplin militer.

“Sehingga konsekuensinya kepada Kolonel HS tadi sudah saya tandatangani surat perintah melepas dari jabatannya dan akan ditambah dengan hukuman disiplin militer berupa penahanan selama 14 hari, penahanan ringan selama 14 hari,” ujarnya.

“Begitu juga dengan Sersan Z, telah dilakukan surat perintah melepas dari jabatannya dan kemudian menjalani proses hukuman disiplin militer,” ujarnya.

Andika mengatakan sudah menandatangani proses serah-terima atau pelepasan administrasi keduanya. Tapi besok baru akan dilepas oleh Panglima Kodam di Makassar karena masuk di Kodam Hasanuddin, yaitu Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

datariau.com – Sabtu, 12 Okt 2019 07:01

 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 2.196 kali, 1 untuk hari ini)