KIBLAT.NET, Jakarta – Melihat banyaknya pelanggaran-pelanggaran hukum dalam penanganan kasus terorisme, PP Muhammadiyah siap menerima pengaduan atau siap menjadi payung perlindungan hukum bagi korban Densus 88.

Sebelumnya telah beredar kabar di sosial media bahwa Majelis Tabligh Korps Muballigh Muhammadiyah siap melakukan advokasi kepada warga Surabaya jika ada kerabat atau tetangganya ditangkap oleh Densus 88.

Menanggapi hal itu, Anggota Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah Mustofa B. Nahrawardaya berharap agar posko-posko pengaduan korban Densus 88 bukan hanya diselenggarakan oleh Muhammadiyah saja. Melainkan sebaiknya seluruh lembaga atau ormas Islam bisa ambil andil dalam hal ini.

“PP Muhammadiyah dalam hal ini sebenarnya sudah menerima dan siap menjadi payung bagi korban kekerasan Densus 88. Harapannya bukan Muhammadiyah dan Pushami saja, bahkan seluruh lembaga bisa ikut andil dalam hal ini,” kata Mustofa kepada Kiblat.net.

Ia juga mengapresiasi dan mendukung rencana didirikannya Posko Nasional Korban Densus 88 (Densus 88 Victim Crisis Center) yang sempat diinisiasi oleh Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami).

“Saya menilai keinginan lembaga Pushami untuk mendirikan posko korban Densus 88, merupakan hal yang bagus dan itu perlu didukung,” pungkasnya.

Reporter: Bunyanun Marsus

Editor: Fajar Shadiq

Sumber: kiblat.net/2016/03/25

(nahimunkar.com)

(Dibaca 3.633 kali, 1 untuk hari ini)