Mohon maaf, Saya Harus Membela Agama Saya.

Saya benci fitnah, saya tidak akan mendengarkan fitnah, oleh karena itu, pilihan saya pada Capres tidak akan terpengaruh fitnah yang bertebaran di mana-mana. Pendukung masing-masing Capres menebar fitnah kepada Capres lawan, semua itu tidak akan membuat saya terpengaruh pada salah satu Capres.

Saya berburu berita VALID yang menurut saya tidak bias dengan kepentingan Pilpres 2014 ini, jadi jauh dari fitnah-fitnah keji. Akhirnya saya MENEMUKAN JAWABANNYA untuk memilih salah satu Capres.

Sampai dengan kemarin (1 Juli 2014), pilihan hati saya masih pada pasangan Jokowi-JK, namun hari ini (2 Juli 2014), dengan Bismillah…. PILIHAN HATI SAYA BERUBAH KE PASANGAN PRABOWO-HATTA. Mohon maaf, saya harus MEMBELA AGAMA saya. Salam Satu Jari

Berita di bawah ini yang MEMBUKA MATA HATI saya,

19 April 2010 (Perhatikan nama-nama pengusung uji materil terhadap UU Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama ini, Salah satunya adalah Prof. Dr. Musdah Mulia yang kini jadi Direktur Megawati Institute)
http://nasional.kompas.com/…/MK.Tolak.Uji.Materi.UU…

9 Okt 2013 (Prof. Dr. Musdah Mulia jadi Direktur Megawati Institute)
http://nasional.kompas.com/…/Musdah.Mulia.Jadi.Direktur…

Biografi Prof. Dr. Musdah Mulia ada di sini:
http://www.tokohindonesia.com/…/2343-muslimah-yang…

Dan banyak informasi lainnya di Google untuk mengetahui lebih dalam profil Prof. Dr. Musdah Mulia ini, akhirnya saya berubah pikiran (KE PASANGAN PRABOWO-HATTA. Mohon maaf, saya harus MEMBELA AGAMA saya. Salam Satu Jari).

Banyu Pindang via fp nahimunkar.com

***

Fatwa Haramnya Pilih Jokowi-JK Lebih Mantap Setelah Musdah Mulia Sebut Jokowi Akan Cabut Larangan Komunisme

Telah menjadi berita ramai tentang haramnya memilih Jokowi-JK. Itu beredar dalam berita berjudul Forum Ulama Akhirnya Keluarkan Fatwa: Haram Hukumnya Memilih Jokowi-JKhttps://www.nahimunkar.org/forum-ulama-akhirnya-keluarkan-fatwa-haram-hukumnya-memilih-jokowi-jk/

Pengharaman itu kini lebih mantap dan menjadi lebih jelas maknanya ketika Musdah Mulia yang dedengkot penghalal homosex menyuara lebih membahayakan umat lagi mengenai langkah-langkah Jokowi. Yaitu  Prof. Dr. Musdah Mulia mengatakan bahwa Capres dan Cawapres nomer dua, Jokowi-JK, siap cabut TAP MRPS No XXV/1966, tentang larangan paham komunisme, demi membangun Indonesia tanpa diskriminasi.

Hal tersebut di ungkapkan langsung oleh Tim Sukses kemenangan Jokowi-JK, Musdah Mulia, yang menjabat sebagai Direktur Eksekutif Megawati Insitute, di Menteng, Jakarta, Rabu (18/6/2014).
Hingga tampak jelas, langkah-langkah yang akan ditempuh Jokowi bila terpilih jadi presiden jelas-jelas membahayakan bagi Islam. Karena hal-hal yang bertentangan atau merugikan Islam justru akan dilakukan. Oleh karena itu, fatwa haramnya memilih Jokowi-JK menjadi sangat bermakna bagi Umat Islam.

– See more at: https://www.nahimunkar.org/fatwa-haramnya-pilih-jokowi-jk-lebih-mantap-setelah-musdah-mulia-sebut-jokowi-akan-cabut-larangan-komunisme/#sthash.veExFDB8.dpuf

(nahimunkar.com)

(Dibaca 21.828 kali, 1 untuk hari ini)