Praktek Dukun Terang-terangan Ini Musibah Besar bagi Agama, Bukan Solusi Adanya Musibah

  • MUSIBAH YG LEBIH BESAR DI ATAS MUSIBAH YG ADA…


Na’udzubillah..

Mereka (crew) mungkin semuanya Syahid..

Justru mereka (dukun2) ini menambah kerusakan.

Pak Dhe No

Nell Hawadaa Chan

AL-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat)

9th jSpaahsoremnusored  · 

***

Persatuan Dukun, Persatuan Maling, dan Gerombolan Setan Bisu

  • Persatuan Dukun… dan Persatuan Maling… Coba Bandingkan


    Ilustrasi. Dukun2 di Negara Saudi Dihukum Mati. Foto/ dok. Net/ nahimunkar.org

Dukun (santet dan semacamnya) hukumannya hukum bunuh menurut Islam. Sedangkan maling hukumannya adalah potong tangan. Jadi kejahatan dukun itu lebih parah, karena merusak iman, hingga hukumannya pun hukum bunuh.

Misalnya ada Persatuan Maling Nusantara, dan berani terang2an mengumumkan keberadaannya, apakah penguasa di negeri ini akan diam saja?

Bila diam saja berarti sama dengan membiarkan sebagai negeri maling secara resmi. Nah, Persatuan Dukun Nusantara itu lebih buruk lagi bila dibanding misalnya Persatuan Maling Nusantara. Maka bila dibiarkan, entah azab Allah macam apa yang akan ditimpakan terutama kepada para punggawa yang ‘seharusnya tidak membiarkannya’ namun membiarkannya.

Sedangkan para ulama dan tokoh Islam yang mampu bersuara untuk mencegahnya namun diam saja, maka jangan salahkan bila statusnya serendah apa yang disebut dengan istilah Setan Bisu syaithoonun Akhros. Bila jumlahnya banyak, maka boleh jadi sebutannya adalah ‘gerombolan setan bisu’. Dan itu sama dengan mengundang azab dan bencana dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

— Mengenai setan bisu, silakan simak ini:
(*) Abu Ali Ad-Daqqooq An-Naisaburi Asy-Syafi’i berkata: “Barangsiapa yang berdiam diri dari (menyampaikan) kebenaran, maka ia adalah Syaithon Akhros (yakni setan yg bisu dari jenis manusia).” (Disebutkan oleh imam An-Nawawi di dlm Syarah Shohih Muslim).

(*) Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah jg pernah berkata: “Orang yang berdiam diri dari menyampaikan kebenaran (padahal ia mampu menyampaikannya, pent) adalah Syaithon Akhros (Setan yg Bisu dari jenis manusia).” (Lihat Majmu’ Fatawa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah).

(*) Imam Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah rahimahullah berkata: “Agama dan kebaikan apalagi yg ada pada seseorang yg melihat larangan-larangan Allah dilanggar, batas-batas-Nya diabaikan, agama-Nya ditinggalkan, dan sunnah Rasul-Nya dibenci. Orang yg hatinya dingin, lisannya diam (dari menyampaikan kebenaran dan mengingkari kemungkaran, pent), dia adalah Syaithon Akhros (Setan yg bisu dr jenis manusia), sebagaimana orang yg berbicara dengan kebatilan dinamakan Syaithon Naathiq (Setan yg berbicara dr jenis manusia).

https://www.nahimunkar.org/mengenal-ciri-ciri-setan-bisu-dan-setan-yang-berbicara/

 
 

Azab dan Bencana karena Membiarkan Kemunkaran -Kemaksiatan



Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلاَ يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللهِ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَ

Sesungguhnya Allah tidak mengazab manusia secara umum karena perbuatan khusus (yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang) hingga mereka melihat kemungkaran di tengah-tengah mereka, mereka mampu mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika itu yang mereka lakukan, Allah mengazab yang umum maupun yang khusus. (HR Ahmad, sanadnya hasan menurut Ibnu Hajar Al-‘Asqalani dalam Fathul Bari).

Nabi saw. menjelaskan, maraknya zina dan riba sebagai penyebab kehancuran sebuah masyarakat. Rasulullah saw. bersabda:

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ الله‏ِ

Apabila zina dan riba telah tampak di suatu kampung, sesungguhnya mereka telah menghalalkan azab Allah bagi mereka. (HR ath-Thabarani dan al-Hakim, shahih menurut Az-Zahabi).

Membiarkan merajalelanya kemunkaran akan mengakibatkan kerusakan. Kerusakan, atau azab yang terjadi akibat perbuatan maksiat atau munkar itu tidak hanya menimpa pelakunya, namun juga orang lain yang tidak terlibat langsung. Realitas ini digambarkan Rasulullah saw. dengan sabdanya:

مَثَلُ الْقَائِمِ عَلَى حُدُوْدِ اللهِ وَالْوَاقِعِ فِيْهَا كَمَثَلِ قَوْمٍ اسْتَهَمُوْا عَلَى سَفِيْنَةِ فَأَصَابَ بَعْضُهُمْ أَعْلَاهَا وَبَعْضُهُمْ أَسْفَلَهَا فَكَانَ الَّذِيْنَ فِيْ أَسْفَلَهَا إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الْمَاءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوْا لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا ِفي نَصِيْبِنَا خَرْقًا وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا فَإِنْ يَتْرُكُوْهُمْ وَمَا أَرَادُوْا هَلَكُوْا جَمِيْعًا وَإِنْ أَخَذُوْا عَلَى أَيِدِيْهِمْ نَجَوْا وَنَجَوْا جَمِيْعاً

Perumpamaan orang-orang yang menegakkan hukum-hukum Allah dan orang-orang yang melanggarnya bagaikan suatu kaum yang berbagi-bagi tempat di sebuah kapal, sebagian dari mereka ada yang mendapatkan bagian atas kapal, dan sebagian lainnya mendapatkan bagian bawahnya. Orang-orang yang berada di bagian bawah kapal, jika hendak mengambil air, melewati orang-orang yang berada di atas mereka. Mereka berkata, “Seandainya kita melubangi bagian kita dari kapal ini, niscaya kita tidak akan mengganggu orang-orang yang berada di atas kita.” Apabila mereka semua membiarkan orang-orang tersebut melaksanakan keinginannya, niscaya mereka semua akan binasa; jika mereka mencegah orang-orang tersebut, niscaya mereka selamat dan menyelamatkan semuanya. (HR al-Bukhari).
Posted on 10 Februari 2021

by Nahimunkar.org

***


Na’udzubillah..

Mereka (crew) mungkin semuanya Syahid..

Justru mereka (dukun2) ini menambah kerusakan.

Pak Dhe No

Nell Hawadaa Chan

AL-FIRQAH AN-NAJIAH (Jalan Golongan yang Selamat)

9th jSpaahsoremnusored  · 

***

 

MUSIBAH YG LEBIH BESAR DI ATAS MUSIBAH YG ADA…

Jika kita telusuri kisah-kisah umat terdahulu yang jatuh ke dalam kehancuran, maka kita akan dapati mereka adalah orang-orang yang telah #Berbuat_syirik_kepada_Allah….

Mereka menyekutukan Allah dengan selain-Nya dan mereka lebih mendahulukan hawa nafsu dari beriman kepada Allah Subhanahu Wata’ala.

Kesyirikan tidaklah sebatas seseorang menyembah kepada berhala atau mengakui adanya pencipta selain Allah Ta’ala, akan tetapi mempunyai makna yang lebih luas dari itu semua…

Jika suatu peribadatan dipalingkan kepada selain Allah Ta’ala, maka ia telah berbuat syirik. Entah itu ditujukan kepada malaikat, orang sholeh, Nabi, wali, jin atau selainnya, maka ia telah melakukan kesyirikan.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah Ta’ala dan semoga kita senantiasa berdo’a kepada Allah agar dijauhkan dari kesyirikan sebagaimana doa Nabi Ibrahim Alaihisholatu wa salam. Yg Allah abadikan dalam kitab suci-Nya:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Dan ingatlah ketika ibrohim berkata:

“Ya Rabbku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim : 35)

Hadanallahu waiyyakum…

Barakallahu Ta’ala fiikum…

Abdulkisan Mufti As-sundaiy    

10 jam  · 

(nahimunkar.org)

(Dibaca 354 kali, 1 untuk hari ini)