razia polisi

Ilustrasi/ poskotacoid

 perusakaan

CIREBON –Markas sebuah organisasi masyarakat anti kemaksiatan di Cirebon dirusak massa preman. Markas ormas Aliansi Masyarakat Amar Ma’ruf Nahi Munkar (Al Manar) di peternakan Abu Mahdi, Cirebon, diserang puluhan preman bersenjata Rabu (3/7). Mereka dilaporkan merusak dan membuat coretan caci maki serta menuntut pembubaran Al Manar yang dianggap merugikan mereka karena sering melakukan razia minuman keras.

Menurut laporan Humas Froum Umat Islam (FUI) Cirebon, penyerangan itu dilakukan di bawah pimpinan Ot, lelaki umur 40-an yang baru keluar dari LP Nusa Kambangan akibat kasus pembunuhan calo bus. Sejumlah preman mabuk dan bersenjata membentak para pekerja peternakan, dan meminta mereka supaya tidak menyembunyikan salah seorang tokoh pimpinan ormas Al Manar, Mukhtar. Karena tidak berhasil menemukan Mukhtar, mereka melakukan penyerangan dipimpin Ot.

Sementara Ot beralasan, gerakan Al Manar dalam melakukan kegiatannya tidak melakukan pendekatan dan sosialisasi terlebih dahulu. Ot juga berharap Al Manar mau mengajak orang-orang lokal dalam kegiatan pemberantasan miras di kampungnya.

Alasan Ot dinilai tak beralasan. “Tidak mungkin kami bekerjasama melakukan pemberantasan minuman keras dengan pecandu minuman keras,” kata perwakilan ormas Islam saat berdialog dengan Ot, disaksikan Kapolsek Pabuaran-Ciledug AKP Sentosa Sembiring dan Camat Ciledug Carsono, Kamis (4/7).

Beberapa warga yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, alasan Ot itu hanyalah akal-akalan kelompok preman. “Nanti kalau mau melakukan razia minuman keras, harus memberitahukan dulu kepada mereka, maka pasti para penjual akan diberitahu oleh mereka akan ada razia, sehingga razia sudah pasti akan gagal,” kata salah seorang warga.

“Buktinya, miras yang sudah ditumpahkan oleh Anggota Al Manar di tanah, ada beberapa orang yang berusaha meminumnya, hal itu menunjukkan bahwa mereka benar-benar butuh miras,” tambahnya.

Warga menilai, kehadiran ormas Al Manar sangat dibutuhkan untuk mengurangi premanisme.

Sementara tokoh Al Manar, Mukhtar mengungkapkan, bahwa dalam setiap razia selalu berkoordinasi dengan aparat keamanan. Hal itu diamini Kanit Intelkam Polsek Pabuaran-Ciledug. Mukhtar menambahkan, razia yang mereka lakukan selalu didasarkan pada laporan dan permintaan warga.

Al Manar merupakan organisasi masyarakat yang terdiri dari berbagai elemen umat Islam di Cirebon. Tergabung dalam ormas ini, antara lain Gapas (Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat), Gardah (Pagar Aqidah), JAT (Jama’ah Anshorut Tauhid), FPI (Front Pembela Islam) dan lain-lain. [mzf] , muslimdaily.net Diposting Jum’at, 05-07-2013 | 13:10:47 WIB

(nahimunkar.com)

(Dibaca 674 kali, 1 untuk hari ini)