• Motor Aktivis Islam dibakar preman, pengendara dan yang membonceng dikeroyok
  • Bentrokan ini diduga karena dipicu oleh rangkaian perseturuan sebelumnya, yang melibatkan antara laskar dengan kelompok preman pimpinan Iwan Walet. Kelompok laskar yang dikenal dengan Tim Hisbah Solo selama ini dikenal sangat aktif melakukan penyisiran terhadap kantong-kantong perjudian, mabuk-mabukan, dan aktivitas kemaksiatan di kota Solo.
  • Sementara, Iwan Walet merupakan salah seorang preman Solo yang dikenal karena aktivitasnya dalam dunia perwaletan. Iwan merupakan mantan anggota TNI dari Kostrad yang dipecat secara tidak hormat karena terlibat dalam sejumlah tindak pidana.

Inilah beritanya

***

Puluhan Preman Serang 2 Anggota Laskar Islam, Solo Siaga

Puluhan orang preman mengeroyok 2 orang anggota sebuah organisasi laskar Islam Solo di kampung Kadirejo RT 01/01 Gandekan, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis sore (03/05/2012). Satu orang anggota laskar mengalami luka berat dan seorang lagi luka ringan. Korban luka berat dilarikan ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Moewardi.

Pengeroyokan anggota laskar disinyalir karena dipicu oleh dendam kelompok preman di bawah pimpinan Iwan Walet terhadap keberadaan sejumlah laskar Islam di Surakarta. Pengeroyokan berawal saat dua orang anggota laskar yang tengah mengendarai sepeda motor, Agus Pamuji dan Sandinino di kampung Kadirejo.

Keduanya mengendarai sepeda motor setelah menghadiri takziah. Saat melintasi lokasi kejadian, sekawanan preman setempat ada yang mengenali 2 anggota laskar itu. Sejumlah preman itu pun langsung melakukan pengejaran dan penghadangan terhadap dua anggota laskar.

Karena kalah dalam jumlah massa, membuat Agus dan Sandi keteteran. Keduanya dikeroyok oleh kawanan preman yang bersenjatakan kayu, linggis, dan benda-benda tumpul keras lainnya. Beruntung, Sandi berhasil meloloskan diri dari serbuan puluhan preman, sehingga ia hanya mengalami luka ringan, robek kepala. Sementara Agus Pamuji, warga Sukoharjo, Jawa Tengah, babak belur dihajar preman anak buah Iwan Walet. 

Massa preman juga membakar sebuah motor yang dikendarai korban. Polisi yang tiba di lokasi kejadian berhasil mengevakuasi kedua anggota laskar ke rumah sakit serta memadamkan sepeda motor milik Agus yang sudah dibakar massa preman. 

Sandinino, warga Semanggi, 23 th, kemudian dilarikan ke IGD Rumah Sakit Islam Kustati, Pasarkliwon, Surakarta karena luka robek di kepala. Sementara Agus harus dibawa ke RSUD Moewardi. 

Pengeroyokan 2 orang anggota laskar memicu ratusan rekan-rekan anggota laskar lainnya mendatangi lokasi kejadian. Mereka bermaksud mencari Iwan Walet yang dianggap sebagai otak pimpinan pengeroyokan. Ratusan laskar menyerbu kampung Kadirejo. Mereka belum berhasil menemukan Iwan Walet yang dicari.

Aparat kepolisian dari satuan Dalmas sempat melemparkan granat flashbang yang membuat suara ledakan cukup keras. Keterangan ini diperoleh dari aparat kepolisian kepada MuslimDaily.Net. Satu wartawan TATV bernama Harun Rasyid terluka di bagian bibir, berdarah. 

Saat ini di lokasi kejadian, aparat Kepolisian dari Polresta Solo, Jawa Tengah disiagakan di Jalan RE Martadinata, Gandekan, Jebres, Solo, Jawa Tengah. 

Bentrokan ini diduga karena dipicu oleh rangkaian perseteruan sebelumnya, yang melibatkan antara laskar dengan kelompok preman pimpinan Iwan Walet. Kelompok laskar yang dikenal dengan Tim Hisbah Solo selama ini dikenal sangat aktif melakukan penyisiran terhadap kantong-kantong perjudian, mabuk-mabukan, dan aktivitas kemaksiatan di kota Solo. 

Sementara, Iwan Walet merupakan salah seorang preman Solo yang dikenal karena aktivitasnya dalam dunia perwaletan. Iwan merupakan mantan anggota TNI dari Kostrad yang dipecat secara tidak hormat karena terlibat dalam sejumlah tindak pidana. 

[muslimdaily] Diposting Kamis, 03-05-2012 | 19:29:25 WIB

***

Iwan Walet, Pimpinan Preman Penyerang Anggota Laskar Islam di Solo Ditangkap
Diposting Kamis, 03-05-2012 | 21:47:50 WIB

Buntut dari aksi pengeroyokan puluhan preman pimpinan Iwan Walet terhadap anggota laskar Islam di Solo, pada Kamis sore (03/05/2012), pihak kepolisian kota Surakarta dilaporkan telah menangkap otak preman penyerang, Iwan Walet. 

Laporan ditangkapnya Iwan Walet oleh aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta diterima MuslimDaily.Net dari keterangan ketua Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) Solo, ustadz Muhammad Sholeh Ibrahim, yang memperoleh informasi dari seorang petugas intel Polresta Surakarta, Kusumo.

Menurut laporan, Iwan Walet ditangkap bersama dengan seorang anak buahnya yang bernama Gombor. 

Sementara itu, pihak Kepolisian Resor Kota Surakarta secara resmi melaporkan jumlah korban korban pengeroyokan dari pihak laskar Islam ada 4 orang. Pihak polisi belum merinci lebih jauh siapa saja keempat korban akibat penyerangan preman pimpinan Iwan Walet itu.

[muslimdaily]

***

Tak Ada Ledakan Bom Rakitan Dalam Pengeroyokan Preman Terhadap Laskar di Solo
Diposting Jum’at, 04-05-2012 | 00:00:06 WIB

Tak ada ledakan bom rakitan dalam pengeroyokan preman terhadap laskar di Solo, demikian laporan reporter MuslimDaily.Net dari lokasi kejadian, mengonfirmasi isu pemberitaan mengenai adanya bom rakitan yang meledak di tengah-tengah bentrok preman dengan laskar di Solo, Kamis, 02/05/2012.

Wartawan MuslimDaily.Net, melaporkan saat terjadi ledakan, dirinya berada di lokasi kejadian bersama dengan sejumlah wartawan dari beberapa media. Ledakan itu menurut keterangan petugas kepolisian yang berjaga di lokasi saat ditanya oleh MuslimDaily.Net, bersumber dari letupan senjata yang dilontarkan oleh aparat kepolisian dari satuan Dalmas.

Menurut para petugas kepolisian (non-Dalmas_red) di lokasi, ledakan itu diduga merupakan ledakan dari sebuah granat jenis flashbang untuk membubarkan ratusan anggota laskar Islam yang tengah menyisir lokasi kejadian mencari pimpinan preman yang menjadi otak pengeroyokan terhadap laskar, Iwan Walet.

Oleh ratusan anggota laskar, Iwan Walet dianggap bertanggungjawab sebagai otak pelaku pengeroyokan sejumlah preman atas rekan anggota laskar kelompoknya. 

Akibat ledakan senjata yang diduga dari granat flashbang itu, terdengan suara yang sangat keras sehingga muncul spekulasi sumber ledakan. Akibatnya, Seorang wartawan TATV Solo bernama Harun Rasyid terluka di bagian bibir, berdarah. 

Peledakan granat flashbang sengaja dilemparkan oleh aparat untuk membubarkan massa agar tidak terlibat bentrok lebih jauh. 

Sebagaimana dilaporkan MuslimDaily.Net sebelumnya, Pengeroyokan anggota laskar disinyalir karena dipicu oleh dendam kelompok preman di bawah pimpinan Iwan Walet terhadap keberadaan sejumlah laskar Islam di Surakarta. Pengeroyokan berawal saat dua orang anggota laskar yang tengah mengendarai sepeda motor, Agus Pamuji dan Sandinino di kampung Kadirejo.

Bentrokan ini diduga karena dipicu oleh rangkaian perseturuan sebelumnya, yang melibatkan antara laskar dengan kelompok preman pimpinan Iwan Walet. Kelompok laskar yang dikenal dengan Tim Hisbah Solo selama ini dikenal sangat aktif melakukan penyisiran terhadap kantong-kantong perjudian, mabuk-mabukan, dan aktivitas kemaksiatan di kota Solo. 

Sementara, Iwan Walet merupakan salah seorang preman Solo yang dikenal karena aktivitasnya dalam dunia perwaletan. Iwan merupakan mantan anggota TNI dari Kostrad yang dipecat secara tidak hormat karena terlibat dalam sejumlah tindak pidana.

Beberapa jam setelah kejadian pengeroyokan, aparat Polresta Surakarta telah menahan Iwan Walet dan salah seorang anak buahnya, Gombor. [muslimdaily].

(nahimunkar.com)

(Dibaca 700 kali, 1 untuk hari ini)