KIBLAT.NET, Bogor – Kepala Divisi Dakwah dan Pendidikan Az-Zikra, Ustadz Ahmad mengatakan serangan kelompok Syiah kepada salah seorang anggota jamaah Az-Zikra bernama Faisal dilakukan sejak dari dalam rumah korban, korban diseret paksa keluar dari rumahnya dan dipukuli di hadapan keluarganya.

“Faisal dipukuli beramai-ramai dilihat langsung anaknya yang masih SD dan kuliah, dan ini menimbulkan trauma berat bagi keluarganya,” katanya kepada para wartawan JITU, Zakir Salmun di area Masjid Az-Zikra, Sentul pada Kamis (12/2).

Menurutnya, serangan itu dilakukan oleh kelompok Syiah karena mereka tidak senang dengan penolakan jamaah Masjid Az-Zikra terhadap aliran Syiah.

“Mereka tidak senang dengan spanduk penolakan atas Syiah yang kita pasang,” terang Ustadz Ahmad.

Saat ini, kata Ustadz Ahmad, kelompok Syiah yang berjumlah 40 orang sedang dimintai keterangan di Polres Bogor. Kelompok itu diketahui juga berasal dari luar kota Bogor. Untuk saat ini, dua orang saksi dan satpam sedang dimintai keterangan juga oleh pihak aparat kepolisian.

“Dan nanti, putri korban juga akan menjadi saksi dalam peristiwa ini,” tuturnya.

Masih menurutnya, kelompok penyerang mengaku sebagai kalangan Syiah dengan pimpinan bernama Ibrahim Al-Habsyi. Saat, melakukan penyerbuan mereka juga mengaku sebagai anggota Forum Betawi Rempug (FBR).

“Di antara mereka ada yang menggunakan uniform FBR saat penyerangan, dan meneriakkan yel-yel FBR,” ungkap Ustadz Ahmad.

Terkait peristiwa penyerangan ini, menurutnya Majelis Az-Zikra menuntut kepada aparat hukum untuk menindak seluruh pelaku. Az-Zikra tidak akan menolerir apabila ada satu pelaku saja yang lolos dari jeratan hukum.

“Jika satu orang saja dari mereka dibebaskan, Az-Zikra akan mengumumkan perang,” tegasnya.

Seperti diketahui, pada Rabu malam tepatnya pukul 23.00 WIB sekelompok massa menyerang perkampungan Az-Zikra, di Sentul, Bogor. Perkampungan itu terletak di kompleks Majelis Az-Zikra milik da’i kondang Ustadz Arifin Ilham. Massa penyerang mengaku melancarkan penyerbuan karena tidak senang dengan spanduk penolakan terhadap ajaran Syiah.

Reporter: Bilal Muhammad
Editor: Hunef Ibrahim

(nahimunkar.com)