Banyaknya pengusaha yang masuk dalam jajaran Kabinet Kerja mungkin hal itu tidak aneh karena Presiden dan Wapres sendiri juga berlatar belakang pengusaha. Apalagi banyak diungkap bahwa di belakang keduanya juga banyak pengusaha, taipan, dan pemilik modal. Sebut saja Rini Soewandi diduga terlibat kasus BLBI pada masa Megawati yang menyebabkan kerugian negara sekitar 600 Triliun malah kembali diangkat menjadi menteri pada Kabinet Kerja ini sebagai Menteri BUMN. Tentu tidak berlebihan jika ada kekhawatiran bahwa “Kabinet Pengusaha” seperti itu nantinya akan lebih pro bisnis dan pragmatis; kepentingan penguasa dan pemilik modal akan lebih banyak diutamakan daripada kepentingan rakyat.
Hal ini tentu saja membuat Kabinet Kerja nanti tetap tidak bisa lepas dari karakter neo-liberal karena dua sebab. Pertama: kerangka sistem yang dibentuk oleh berbagai UU yang ada adalah kerangka neo-liberal. Kedua: rekam jejak Presiden dan Wapres serta sebagian besar menteri—terutama menteri ekonomi dan menteri teknis—diwarnai corak neo-liberal. Salah satu ciri neo-liberal adalah doktrin bahwa peran negara harus seminimal mungkin dalam perekonomian dan pelayanan publik, sementara peran swasta harus sebesar-besarnya.

Kebijakan neoliberal yang tidak pro rakyat ini nampaknya semakin terbukti dengan adanya rencana kenaikan BBM sebelum akhir tahun 2014. Peluncuran tiga kartu sakti andalan pun tidak akan sebanding dengan dampak kenaikan BBM yang tentu saja membuat ekonomi rakyat semakin sulit. Bahkan Pengamat pemerintahan dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Suswanta memprediksi, “Perubahan yang pasti adalah negara akan dikelola dengan cara bisnis, sehingga rakyat harus membayar mahal untuk mendapatkan haknya,” Prediksinya. Kabinet Kerja yang bercita rasa Neoliberal ini tentu saja akan dengan ramah dan menggelar karpet merah untuk para pemilik modal, akan tetapi secara bertahap akan mencabut subsidi untuk rakyat.
Alih-alih lebih baik, justru kondisi rakyat semakin sengsara dengan adanya kebijakan-kebijakan yang tidak pro rakyat.
Sri Indrianti
Alumni D3 Manajemen Informatika Bina Sarana Informatika
Jl. Letjen Suprapto no. 90 a, Tulungagung-Jatim/ suara-islam.com/ Kabinet Kerja : Kabinet Pengusaha Bercita Rasa Neoliberal, Rabu, 12/11/2014 18:42:59/ disingkat.

(nahimunkar.com)

(Dibaca 519 kali, 1 untuk hari ini)