MEMANG BIANG MASALAH KETERBELAHAN ITU ADA DI ISTANA…

 

PERPECAHAN ITU TERUS DIPELIHARA DENGAN MEMELIHARA RELAWAN…

 

BARU KALI INI ADA PRESIDEN YANG SUDAH MEMENANGKAN PILPRES, BUKANNYA MENJADI PRESIDEN UNTUK SELURUH RAKYAT INDONESIA, TAPI MASIH SAJA MENJADI PRESIDEN UNTUK RELAWANNYA…

 

***

 

Jokowi Kumpulkan Relawan di Istana Bogor, Bahas Sikap di 2024

 

Presiden Joko Widodo mengumpulkan sejumlah kelompok relawan pendukungnya di Istana Kepresidenan Bogor hari ini, Jumat (29/7).

 

Ketua Umum Sekretaris Nasional Jokowi, Rambun Tjajo mengatakan salah satu pembahasan dalam pertemuan itu tentang penentuan sikap menyambut Pilpres 2024.

 

Hal ini disampaikan Rambun kepada CNNIndonesia.com, Jumat (29/7/2022).

 

***

 

“Presiden Relawan Indonesia. Tidak malu-malu gunakan fasilitas negara utk kepentingan politik pribadi,” ujar Muhammad Said Didu @msaid_didu.

 

“Mmg sdh tak ada etika …mungkin dia berpikir istana itu sdh jd milik cebong..😁😁,” timpal @mus_tanjung.

 

“Saya ingat betul di Era Presiden SBY, betul2 menjaga kesucian istana negara sebagai kantor presiden, sebagai property negara dan steril dari kepentingan individu dan kegiatan partai, karena fasilitas tersebut adalah simbol bagi seluruh rakyat Indonesia. Betulkan bang 

@msaid_didu,” ungkap politisi Demokrat @akang_hero.

Presiden Relawan Indonesia.
Tidak malu-malu gunakan fasilitas negara utk kepentingan politik pribadi. https://t.co/dwQObza3aH

— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) July 29, 2022

Mmg sdh tak ada etika …mungkin dia berpikir istana itu sdh jd milik cebong..😁😁

— Mus Tanjung (@mus_tanjung) July 30, 2022

Saya ingat betul di Era Presiden SBY, betul2 menjaga kesucian istana negara sebagai kantor presiden, sebagai property negara dan steril dari kepentingan individu dan kegiatan partai, karena fasilitas tersebut adalah simbol bagi seluruh rakyat Indonesia. Betulkan bang @msaid_didu

— ehermankhaeron (@akang_hero) July 30, 2022

portal-islam.id, 31 Juli 2022 SOSIAL MEDIA

***

 

Pemimpin yang Menipu Rakyat

Jakarta, Swamedium.com — Sekali lagi aku termangu, membaca hadis yang sebenarnya sudah berulang kali kubaca. Aku terdiam merenungi sabda Nabi Muhammad shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Beliau berkata:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Seseorang yang diberi amanat oleh Allah untuk memimpin rakyat, lalu mati ketika sedang menipu rakyatnya, maka Allah mengharamkan baginya surga.” (HR. Muslim).

 

Ini adalah kabar dan sekaligus peringatan dari Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam. Sulit membayangkan ada pemimpin menipu rakyatnya sendiri. Tetapi hadis itu ada, sementara tidaklah Rasulullah shallaLlahu alaihi wa sallam berbicara kecuali dengan bimbingan Allah ‘Azza wa Jalla. Maka suatu saat pasti akan pernah terjadi seorang pemimpin menipu rakyatnya, memperdayai mereka, secara diam-diam atau terang-terangan. Mereka culas.

 

Jika ini terjadi, sungguh musibah besar. Terlebih jika berkumpul dalam diri pemimpin itu beserta orang-orang di sekelilingnya sifat ringan berdusta, melempar tanggung-jawab dan tidak punya malu mengkhianati perkataan sendiri. Inilah pemimpin yang tidak menyayangi rakyatnya.

 

Semoga ini tidak terjadi pada kita. Sekiranya pemimpin yang menipu itu ada atau berpotensi ada di masa kini, semoga Allah subhanahu wa ta’ala hindarkan kita dari keburukan yang lebih besar. Kepada-Nya kita memohon. Angkat tanganmu dan jangan pernah abaikan untuk terus berdo’a:

 

اللَّهُمَّ لاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

 

“Ya Allah, janganlah Engkau serahkan kepemimpinan wilayah kami kepada orang yang tidak mengasihi kami.” (HR. Tirmidzi).

 

Diam-diam aku merasa khawatir, pemimpin yang menipu itu telah dekat atau sesungguhnya telah ada di masa kita. Pemimpin yang amat besar fitnahnya. Sesiapa mendekat, akan ikut rusaklah dia.

 

Maka sekali lagi, mohonlah dengan sungguh-sungguh seraya memperbaiki diri dan mengajak orang lain pada perbaikan. Semoga Allah Ta’ala karuniai pemimpin yang bertakwa dan amanah.

 

Catatan gelisah menjelang Subuh, 19 Juni 2018

 

Moh fauzil adzim

swamedium.com,Posted by adminDate: 24-06-2018 | 10:49in: Khazanah

(nahimunkar.org)