Presiden SBY Kabarkan 2 WNI Ditembak Israel

Tribunnews.com 2 Jun 2010 memberitakan bahwa Presiden SBY Kabarkan 2 WNI Ditembak Israel

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengabarkan dari 10 warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh pihak Israel, kini sudah dibebaskan. (www.tribunnews.com/…/presiden-sby-kabarkan-2-wni-ditembak-israel -)

Sementara itu 2 WNI yang ditembak Zionis Israel biadab mengalami luka berat dan masih dirawat di Israel.

Berita seputar itu sebagai berikut:

10 WNI Tiba di Jordania, 2 masih Dirawat di Israel

Rabu, 02 Juni 2010 12:36 WIB

Penulis : Thalatie Yani

JAKARTA–MI: Sebanyak 10 warga negara Indonesia (WNI) yang bergabung dalam misi Freedom Flotilla, yang sempat ditahan di Israel sudah tiba di Jordania.

Hal itu dikemukakan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor presiden, Jakarta, Rabu (2/6).

“Lima menit yang lalu saya berkomunikasi dengan dubes kita di Jordania bersama 10 orang saudara-saudara kita yang ada di bus. Yang Alhamudlillah sudah berada di Jordania,” ujar Presiden.

Presiden menyatakan sempat berkomunikasi dengan salah satu perwakilan atau pimpinan rombongan yaitu Nur Fitria mengenai situasi dan pengalaman mereka yang berada di kapal Mari Marmara yang diserang oleh pasukan Israel.

Jumlah WNI yang berada di kapal tersebut sebanyak 12 orang. Sebanyak 10 orang selamat dan dua mengalami luka berat. Mereka hingga kini masih berada di rumah sakit di Haifa, Israel. Dua orang yang mengalami luka ialah Okvianto Baharudin dari Kispa dan Surya Fahrizal dari Sahabat Al Aqsa Hidayatullah.

“Yang dua orang memang masih ada di Israel dan laporan sementara yang saya terima mulai kemarin sampai tadi pagi dikatakan dua orang itu luka ringan. Sebetulnya bukan luka ringan, karena yang satu orang tertembak di bagian kaki dan tangan, jadi termasuk luka berat, kemudian satu orang lagi tertembak di bagian dada itu juga luka berat,” tukas Yudhoyono.

Presiden telah mengintruksikan Dubes RI untuk Jordania Zainulbahar Noor untuk menanggani 10 WNI dengan baik hingga saatnya kembali ke Tanah Air.

Presiden juga berharap dua WNI yang ada di Israel juga bisa segerad i bawa ke Jordania untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan terbaik.

“Kita meminta pemerintah Jordania bekerjasama kita dengan baik dan aksi-aksi dari pihak manapun, yang penting dua orang itu dirawat dengan baik dan kemudian pada saatnya kalau memungkinkan kalau lebih bagus bisa dievakuasikan ke Jordania,” tukasnya.

Nur Fitria, kata Presiden, mengucapkan terima atas doa atas warga negara Indonesia dan pemerintah. “Mereka menyatakan terimakasih atas doa kita sehingga mereka selamat. Marilah kita mendoakan agar dua warga kita yang masih ada di Israel selamat dan bisa kembali ke Tahah Air,” tukasnya. (Rin/OL-7)

Sumber: mediaindonesia.com

Sementara itu rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia yang sedianya akan tiba 2 Juli 2010 mendatang disikapi 25 Ormas Islam di Indonesia dengan negative. Karena Amerika dinilai sebagai otak dibalik tindak kekejaman yang dilakukan oleh Israel terhadap para aktivis kemanusiaan dan rakyat Gaza. “Amerika dan Israel itu setali tiga uang,” kata tokoh Ormas tersebut, Rabu (2/6/2010).

Inilah beritanya:

Aktivis Kemanusiaan Diserang

25 Ormas Tolak Kedatangan Barack Obama

Tribunnews.com – Rabu, 2 Juni 2010 15:46 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Rencana kedatangan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama ke Indonesia yang sedianya akan tiba 2 Juli 2010 mendatang, mendapat respon negatif dari 25 Ormas Islam yang melakukan aksi solidaritas di depan gedung Amerika Serikat.

Bukti respon tersebut adalah sebuah penolakan terhadap kedatangan Obama ke Indonesia. Pasalnya, 25 Ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) menilai Obama harus bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan oleh Israel.

Melalui Munarman, FUI menilai Amerika merupakan otak dibalik tindak kekejaman yang dilakukan oleh Israel terhadap para aktivis kemanusiaan dan rakyat Gaza. “Amerika dan Israel itu setali tiga uang,” kata Munarman, Rabu (2/6/2010).

Ia sangat menyesalkan dengan statemen resmi AS beberapa waktu lalu yang menghimbau agar dunia tidak terlalu mengeluarkan kata-kata kotor terhadap Israel.

Penulis : iwan

Editor : johnson

Sumber: tribunnews.com

(Dibaca 336 kali, 1 untuk hari ini)