Pria di Sumbawa Bunuh Istrinya yang Beberapa Kali Ketahuan Selingkuh


M. Rafi’i (31 tahun), nekat membunuh istrinya yang selingkuh./ Photo :VIVA/ Satria Zulfikar.

M. Rafi’i (31 tahun), warga Desa Beru, Kecamatan Brang Rea, Kabupaten Sumbawa Barat, nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri, Aliyawati (29 tahun), Selasa, 23 Maret 2021. Dia menggorok leher istrinya dengan pisau dapur karena istrinya beberapa kali kedapatan selingkuh.

Pembunuhan dilakukan di Pantai Pasir Putih, Poto Tano, Sumbawa. Dia lantas membiarkan mayat istrinya dengan kondisi luka di leher dan luka bacok di punggung.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol Hari Brata, mengatakan pelaku lebih dahulu menyerahkan diri di kantor polisi, saat Tim Puma Polres Sumbawa Barat tengah menyelidiki keberadaan pelaku.

“Pada saat tim sudah mengantongi identitas pelaku dan sedang dalam perjalanan menjemput pelaku, ternyata pelaku sudah lebih dahulu mendatangi polres dan menyerahkan diri serta mengakui perbuatannya,” kata Hari Brata.

Hari Brata membenarkan motif pelaku membunuh istrinya karena terbakar api cemburu.

“Keterangan pelaku, membunuh menggunakan pisau dapur dengan motif cemburu terhadap istri yang beberapa kali ketahuan melakukan perselingkuhan,” ujarnya.

VIVA – Selasa, 23 Maret 2021 | 19:25 WIB

Oleh :     Syahrul Ansyari

    Satria Zulfikar (Mataram)

***

Zina di Jalanan Kian Marak, Penguasa dan Tokoh Diam Saja? Ancaman Azab pun Tak Digubris?

Posted on 18 Maret 2021


Ilustrasi. Foto /TATSQIFUL-UMMAH @tatsqiful_ummah

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

Astaghfirullaah… kini gejalanya, zina bukan hanya nampak, tapi bahkan zina di jalanan terang-terangan dikabarkan marak.

Anehnya, sulit kita dengar suara keprihatinan dari para pejabat negeri ini. Demikian pula keprihatinan para tokoh. Padahal, ancaman azabnya sebegitu dahsyat.

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

Silakan simak ini.

***

Apabila Zina Telah Tersebar…

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا

 

“Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]

 

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,

 

ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه

 

“Makna ‘Dan nampaknya perzinahan’ adalah tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114]

 

APA AKIBATNYA?

 

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,

 

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

 

“Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]

 

➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,

 

تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ

 

“Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073]

 

➡ Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam juga bersabda,


” يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ: لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ، حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا، إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ، وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ، وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ، وَجَوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ، إِلَّا مُنِعُوا الْقَطْرَ مِنَ السَّمَاءِ، وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ، وَعَهْدَ رَسُولِهِ، إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ، فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ، وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ، إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ “.

 

“Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya:

 

1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.

 

2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.

 

3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.

 

4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.

 

5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.”

 

[HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]

 

وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

 

 

——

Sumber: http://sofyanruray.info/apabila-zina-telah-tersebar/

 

via Group WA Ta’awun Dakwah

Pondok Jamilurahman

Abu Bassam | Kamis, 11 Agustus 2016 – 09:44:49 WIB 

https://www.atturots.or.id/berita-apabila-zina-telah-tersebar%E2%80%A6.html

***

 

Zina di Jalanan Kian Marak, Tanda Kiamat Sudah Dekat!

loading…

 Salah satu tanda Kiamat sebagaimana disabdakan Nabi Muhammad adalah merebaknya perzinahan. Foto/ilustrasi

 

Zina di jalanan kembali menghebohkan umat Islam di Tanah Air. Baru-baru ini video asusila pasangan sejoli di depan ruko kawasan Jawilan, Kabupaten Serang, Provinsi Banten viral di media sosial. 

Dua remaja dalam video itu melakukan adegan tidak senonoh di pinggir jalan. Tak ada yang menyangka sepasang remaja berzina di pinggir jalanan yang ramai. Peristiwa ini menjadi pertanda semakin dekatnya Hari Kiamat. Semoga kita semua dijauhkan dari azab Allah. 

Februari 2021, peristiwa serupa terjadi di Sulawesi Selatan. Sepasang remaja melakukan mesum di Gerbang Masuk Kawasan Objek Wisata Alam Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, dan sempat viral di media sosial. 

Desember 2020 lalu praktik asusila di jalanan juga menghebohkan warga Surabaya. Seorang pria yang dibonceng seorang perempuan bermasker melakukan aksi senonoh ketika motornya berhenti di lampu merah. Dalam video itu, pria itu memeluk perempuan tersebut dari belakang kemudian menciumnya bertubi-tubi. 

Merebaknya perzinahan dan pornografi adalah salah satu tanda Kimat yang disabdakan oleh Rasulullah صلى الله عليه وسلم. Sejak 14 abad lebih lalu beliau sudah mengabarkan akan datanganya masa dimana zina dianggap biasa. 

Dari Abdullah bin Umar, beliau berkata bahwa Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi sampai orang-orang bersetubuh di jalan-jalan seperti layaknya keledai.” Aku (Ibnu ‘Umar) berkata, “Apa betul ini terjadi?”. Beliau lantas menjawab, “Iya, ini sungguh akan terjadi.” (HR. Ibnu Hibban, Hakim, Bazzar, dan Thobroni)

Dari Anas bin Malik, beliau mengatakan pada Qotadah, “Sungguh aku akan memberitahukan pada kalian suatu hadis yang tidak pernah kalian dengar dari orang-orang sesudahku. Kemudian Annas berkata:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يَقِلَّ الْعِلْمُ ، وَيَظْهَرَ الْجَهْلُ ، وَيَظْهَرَ الزِّنَا ، وَتَكْثُرَ النِّسَاءُ وَيَقِلَّ الرِّجَالُ ، حَتَّى يَكُونَ لِخَمْسِينَ امْرَأَةً الْقَيِّمُ الْوَاحِدُ

“Di antara tanda-tanda hari Kiamat adalah: ‘sedikitnya ilmu dan tersebarnya kebodohan, merebaknya perzinaan, wanita akan semakin banyak dan pria akan semakin sedikit, sampai-sampai salah seorang pria bisa mengurus (menikahi) 50 wanita (karena kejahilan orang itu terhadap ilmu agama).” (HR Al-Bukhari)

Peringatan tentang bahaya Zina disampaikan Rasulullah dalam hadis riwayat Abdullah ibn ‘Abbas:

يا شبابَ قريشٍ ! لا تزنوا ! احفَظوا فُروجَكم ، ألا من حفَظ اللهُ فرجَه فله الجنَّةُ

“Wahai para pemuda Quraisy, janganlah kalian berzina. Ingatlah, siapa saja yang menjaga kemaluannya, dia berhak mendapat surga.” (HR Al-Hakim). 

Rasulullah juga bersabda:”Tidak ada dosa yang lebih besar di sisi Allah, setelah syirik, kecuali dosa seorang lelaki yang menumpahkan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya.” (Ibnu Abi al-Dunya) 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi bersabda:

وَالَّذِيْ نَفْسِيْ بِيَدِهِ، لاَ تَفْنَى هَذِهِ اْلأُمَّةُ حَتَّى يَقُوْمَ الرَّجُلُ إِلَى الْمَرْأَةِ، فَيَفْتَرِشُهَا فِي الطَّرِيْقِ، فَيَكُوْنَ خِيَارُهُمْ يَوْمَئِذٍ يَقُوْلُ: لَوْ وَارَيْتَهَا وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ!

“Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak akan hancur umat ini hingga kaum pria mendatangi kaum wanita, lalu dia menggaulinya di jalan. Orang yang paling baik di antara mereka saat itu berkata, ‘Seandainya engkau menutupinya di belakang tembok ini.” (HR Abu Ya’la. Al Haitsami berkata, “perawi-perawinya shahih.” Lihat Majmu’ Zawaid: 7/331)

Keimanan para pezina pun dipertaruhkan, sebagaimana sabda Nabi dari Abu Hurairah: “Tidaklah seorang berzina bila dirinya beriman.” (HR Al-Bukhari)

Perzinaan zina pun dicap sebagai perbuatan keji sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an: 

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al-Isra’ Ayat 32)

Fakta hari ini kita saksikan betapa banyak beredar video mesum, pornografi dan prostitusi online yang dilakukan secara terbuka. Zina seakan-akan dianggap hal biasa di zaman ini. Mudah-mudahan Allah menjauhkan kita dari perkara-maksiat ini. Aamiin.

(rhs)

kalam.sindonews.com, Rusman H SiregarRabu, 17 Maret 2021 – 17:06 WIB

(nahimunkar.org)

 

(Dibaca 509 kali, 1 untuk hari ini)