Soal Kewarganegaraan Ahok, Yusril Ihza: Ahok Baru Jadi Warga Negara Indonesia di Usia 20 Tahun

“Ahok lahir tahun 1966, berarti Ahok adalah warga negara RRT. Ahok baru dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia sekitar tahun 1986,” pungkas Yusril. 

“Ahok tidak lahir sebagai Warga Negara Indonesia. Bisa dicek datanya di catatan sipil, Bapak Ahok, Tjoeng Kiem Nam, warga negara Tiongkok. Ketika ada penentuan kewarganegaraan pada tahun 1962, Tjoeng Kiem Nam memilih warga negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” jelas Yusril panjang lebar. 

Silakan simak.

***

Soal Kewarganegaraan Ahok, Yusril Ihza: Ahok Baru Jadi Warga Negara Indonesia di Usia 20 Tahun

 

Ramai di jagad maya yang membahas soal kewarganegaraan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, setelah sebuah video viral di media sosial (TikTok) yang diunggah oleh akun @bang_fen165, 31 Mei 2022 lalu.

 

Video tersebut merupakan potongan video lama yang menampilkan mantan Menteri Sekretariat Negara Indonesia Yusril Ihza Mahendra yang membahas tentang kewarganegaraan Ahok

Dalam tayangan video tersebut, Yusril mengatakan bahwa dirinya sekampung dengan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut, yaitu di Belitung.

 

Yusril juga menceritakan bahwa ketika ia mengobrol dengan Ahok, keduanya lebih sering menggunakan Bahasa Mandarin. Seperti yang diketahui, Ahok mempunyai darah Tionghoa.  

 

“Saya satu kampung sama Ahok. Kalo saya ngomong sama Ahok, jarang-jarang pake Bahasa Indonesia, saya pasti ngomong Bahasa Cina dengan Ahok,” ujar Yusril, seperti yang dilansir dari VIVA, Minggu (3/7). 

 

Alasan keduanya menggunakan bahasa Mandarin adalah karena Ahok saat itu bukan merupakan warga negara Indonesia, karena sang ayah Tjoeng Kiem Nam berkewarganegaraan Tiongkok.

 

“Ahok tidak lahir sebagai Warga Negara Indonesia. Bisa dicek datanya di catatan sipil, Bapak Ahok, Tjoeng Kiem Nam, warga negara Tiongkok. Ketika ada penentuan kewarganegaraan pada tahun 1962, Tjoeng Kiem Nam memilih warga negara RRT (Republik Rakyat Tiongkok),” jelas Yusril panjang lebar. 

 

Yusril menjelaskan bahwa Ahok lahir sebagai warga Tiongkok dan baru pindah menjadi warga negara Indonesia pada tahun 1986. 

 

“Ahok lahir tahun 1966, berarti Ahok adalah warga negara RRT. Ahok baru dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia sekitar tahun 1986,” pungkas Yusril. 

 

Sumber: tvOne

Gelora Media

3 Juli 2022

***

Prof. Yusril: Ahok Tidak Bisa Jadi Capres atau Cawapres, Ini Alasannya

zahid – Minggu, 1 April 2018 17:30 WIB

Eramuslim – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra menyebut Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak bakal bisa jadi Calon Presiden RI. Alasannya bukan karena jadi terpidana kasus penistaan agama. Namun, karena rekam jejak kewarganegaraan Ahok.

Menurut Yusril, Ahok pernah menjadi kewarganegaraan Tiongkok.

Hal ini diungkapkan Yusril saat mengisi Kongres Umat Islam Sumut di Asrama Haji Medan Jalan AH Nasution, Jumat (30/3) pekan kemarin.

“Lalu kenapa Ahok tidak bisa? Karena Ahok tidak terlahir sebagai warga negara Indonesia. Kami tahu persis, bisa di-check datanya ke catatan sipil. Bapak Ahok, Tjung Kim Nam, warga negera Tiongkok. Dan ketika ada penentuan kewarganegaraan, pada tahun 1962, Tjung Kim Nam memilih warga negara RRT. Ahok lahir 1966, berarti Ahok adalah warga negara RRT. Ahok baru dinaturalisasi jadi warga Indonesia itu sekitar 1986, baru Ahok dinaturalisasi. Jadi Ahok tidak bisa, yang lain bisa,” kata Yusril.

Menurut Yusril, amandemen Undang-undang Dasar 1945 mengharuskan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia berkewarganegaraan Indonesia sejak kelahirannya dan tidak pernah menerima kewarganegaraan lain karena kehendaknya sendiri.

“Yang terakhir dalam amandemen Undang-undang Dasar 1945 Tahun 2003, atas usul dari Profesor Sahetapy dari PDIP, kata-kata orang Indonesia asli pun dihapuskan. Maka bunyi UUD kita mengatakan, Presiden Indonesia adalah warga negara Indonesia sejak kelahirannya,” kata Yusril.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Ahok belum dapat dimintai keterangannya. (tr)

/ eramuslim.com

(nahimunkar.org)