Program Kemenag, ‘Penceramah Bersertifikat’, Mirip Cara-cara Kolonial Penjajah. Kemenag Mengaku Itu Arahan Wapres Ma’ruf Amin

 

  • Program tersebut mirip zaman penjajah belanda. “Bertentangan dengan konstitusi. Ini mirip cara-cara kolonial penjajah dulu,” ujar Fadli Zon.
  • Tolak Program Kemenag, ‘Penceramah Bersertifikat’, Anwar Abbas Siap Mundur dari Sekjen MUI

Silakan simak ini.

***

Penceramah Bersertifikat, Fadli Zon: Mirip Cara-cara Kolonial Penjajah

JAKARTA — Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Fadlin Zon mengatakan, rencana sertifikasi penceramah oleh Kementerian Agama (Kemenag), sebaiknya dihentikan. Sebab akan muncul kegaduhan dan kecurigaan.

“Rencana sertifikasi dai oleh Menteri Agama harusnya dihentikan. Menimbulkan kegaduhan dan kecurigaan bahwa pemerintah akan lakukan sensor dan pembatasan dai,” tulis Fadli Zon di akun twitternya, Senin (7/9).

 

Dia menilai, program tersebut mirip zaman penjajah belanda. “Bertentangan dengan konstitusi. Ini mirip cara-cara kolonial penjajah dulu,” ujar Fadli Zon.

Menag Fachrul Razi tengah menggodok program penceramah bersertifikat. Langkah ini sebagai upaya pencegahan paham radikalisme. Nantinya para penceramah dibekali dengan wawasan kebangsaan dan pancasila.

Program ini, akan akan bekerja sama dengan MUI, BNPT, dan sejumlah Organisasi keagamaan. Bukan saja di Islam, namun para penceramah di semua agama akan diberikan sertifikat.

Menag menyebutkan, meskipun mendapat pertentangan dari sejumlah pihak, namum saat ini sudah sebanyak 8 ribu lebih sertifikat itu telah dicetak.

Akan kami mulai bulan ini, kami tahap awal, kami cetak (sertifikat) mulai 8.200 orang di semua agama. Ini semua semoga bisa menghasilkan penceramah-penceramah paling tidak sudah kita bekali dengan banyak hal,” ujar Menag. (fin/fajar)

fajar.co.id,
Editor: Hamsah umar

Senin, 7 September 2020 09:29

***

Soal Penceramah Bersertifikat, Kemenag Mengaku Arahan Wapres Ma’ruf Amin

Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin mengungkapkan, program penceramah bersertifikat merupakan arahan Wapres KH Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tahun ini, kata dia, target peserta program ini adalah 8.200 penceramah. Terdiri 8.000 penceramah di 34 provinsi dan 200 penceramah di pusat. Dia menegaskan, program ini bukan sertifikasi penceramah tetapi penceramah bersertifikat.

“Jadi tidak berkonsekuensi apa pun,” ucap Kamaruddin, Ahad (6/9).Kemenag, kata Kamaruddin, melibatkan Lemhanas untuk memberikan penguatan pada aspek ketahanan ideologi. Sementara keterlibatan BNPT untuk berbagi informasi tentang fenomena yang sedang terjadi di Indonesia dan di seluruh dunia.

“Kehadiran BPIP untuk memberikan pemahaman tentang Pancasila, hubungan agama dan negara. Sementara MUI dan ormas keagamaan adalah lembaga otoritatif dalam penguatan di bidang Agama,” ungkapnya.

Dia menegaskan, program ini akan digelar untuk semua agama.

Sumber: fajar

News IDtoday

September 7, 2020

***

Tolak Program Kemenag, ‘Penceramah Bersertifikat’, Anwar Abbas Siap Mundur dari Sekjen MUI

 

 

 

loading…

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan dirinya menolak langkah Kementrian Agama (Kemenag) yang membuat program ‘penceramah bersertifikat’. Ilustrasi/SINDOnews

 

JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyatakan dirinya menolak langkah Kementrian Agama (Kemenag) yang membuat program program dai dan penceramah bersertifikat.
“Saya Anwar Abbas secara pribadi yang juga kebetulan adalah sekjen MUI dengan ini menolak dengan tegas dan keras program dai dan penceramah bersertifikat yang akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama yang akan melibatkan MUI,” kata Anwar dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (5/9/2020).

Anwar mengatakan, jika program itu terus dilaksanakan dan diterima secara baik di MUI, dirinya akan mundur dari jabatannya sebagai sekjen MUI. “Bila hal ini terus dilaksanakan dan teman-teman saya di MUI menerimanya maka begitu program tersebut diterima oleh MUI, maka ketika itu juga saya Anwar Abbas tanpa kompromi menyatakan diri mundur sebagai Sekjen MUI,” jelasnya.

“Demikian pernyataan sikap saya ini saya sampaikan sebagai pertanggungjawaban saya kepada Allah SWT dan kepada umat Islam di Indonesia untuk diketahui,” ujarnya.

(Baca juga: Mengontrol Ulama Melalui Sertifikasi).

Sebelumnya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, Kementerian Agama (Kemenag) akan memulai program penceramah bersertifikat bulan ini. Pada tahap pertama akan ada ribuan penceramah bersertifikat dari semua agama yang ada di Indonesia. 

“Apa yang kami lakukan di Kementerian Agama, kami melakukan program penceramah bersertifikat. Akan kami mulai bulan ini. Tahap awal kami cetak lebih kurang 8.200 orang. Semua agama sukarela. Ada gesekan tidak setuju tidak masalah, kita lanjut,” katanya saat Webinar Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu, 2 September 2020.

(zik)

Harits Tryan Akhmad

Sabtu, 05 September 2020 – 11:20 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 493 kali, 1 untuk hari ini)