Program Mendikbud Nadiem dan Yaqut, Moderasi Beragama untuk Memeloroti Agama?

Menag Yaqut undang artis untuk kampanyekan moderasi beragama. (Program Moderasi beragama itu ditempuh dengan tahapan: Umat Islam dipojokkan dengan tuduhan intoeran, lalu diprogram untuk dijejali faham pluralisme agama yang diharamkan MUI 2005 karena pluralisme agama itu faham yang menganggap semua agama benar atau sama, sejalan, paralel, hanya beda teknis. Lihat pembahasan di sini:
Umat Islam Dituduh Intoleran dan Radikal, Lalu Dipaksakan Paham Pluralisme Agama (Kemusyrikan) Lewat Pendidikan dengan Sebutan Penguatan Moderasi Beragama
https://www.nahimunkar.org/umat-islam-dituduh-intoleran-dan-radikal-lalu-dipaksakan-paham-pluralisme-agama-kemusyrikan-lewat-pendidikan-dengan-sebutan-penguatan-moderasi-beragama/ ).

Pada hakekatnya pluralisme agama itu adalah kemusyrikan baru, namun dikemas dengan program yang disebut moderasi beragama, hingga Menag Yaqut dan juga Mendikbud Nadiem bikin kurikulum yang disebut moderasi beragama itu.

Katanya untuk memberantas sikap intoleran, padahal hakekatnya justru memberangus iman yang teguh menyatakan hanya Islamlah yang diridhoi Allah Ta’ala (lihat QS Ali ‘Imrah: 19) dan selain Islam tidak diterima agamanya (lihat QS Ali ‘Imran:85).

Iman yang sesuai dengan ayat2 tersebut lah yang kini diberangus dan diberantas dengan program dan kurikulum moderasi beragama yang akan diterapkan untuk anak2 sekolah dan mahasiswa. Sedang peresmiannya dengan acara ngundang ledhek yang kini disebut artis untuk pidato tentang Tuhan dan agama. (weleh2 artis yang suka umbar aurat diundang untuk pidato soal agama dan Tuhan?). Lalu artis itu dipuji-puji setinggi langit oleh Menag Yaqut, hingga dia mengaku mau nangis (saking sebegitunya dalam mengagumi ledhek itu), tapi ga’ jadi karena ada istrinya. Weleh weleh… sudah memasarkan kemusyrikan baru, untuk mencopot iman dengan sebutan yang Umat Islam tidak faham yaitu moderasi beragama, masih pula memuji ledhek setinggi langit. Na’udzubillahi min Dzalik!

Perlu diingat, Islam itu agama dari Allah Ta’ala. Ketika keyakinan Islam justru diserang dengan sebutan intoleran, lalu dipeloroti dan diserang dengan upaya mencpot iman Umat Islam pakai program yang Umat tidak faham (karena namanya moderasi beragama, itu samar bagi Umat), namu tentu saja tidak samar bagi Allah Ta’ala.

Bila hakekatnya itu adalah pemberangusan Iman Tauhid Islam, diganti dengan kemusyrikan baru yang disebut pluralisem agama, dan disosialisakan ke generasi muda mahasiswa dan pelajar dengan kurikulum yang disebut moderasi beragama, maka kemungkinan itu merupakan penyerangan terhadap agama Allah Ta’ala yang misinya mirip Raja Abrahah yang menyerang Ka’bah. Yang akibatnya tentara bergajah pimpinan Abrahah itu dihancurkan oleh Allah Ta’ala sehancur-hancurnya, bahkan kehancurannya karena diazab itu diabadikan dalam surat Al-Fiil dalam Al-Qur’an.

Atau mirip pula 9 penjahat durjana yang mengomandoi untuk membunuh onta Nabi Shalih, suatu mu’jizat dari Allah Ta’ala yang mereka (kaum Nabi Shalih ‘alaihissalam) sudah diwanti-wanti agar tidak membunuh onta mu’jizat dari Allah itu, namun mereka membunuhnya secara berramai-ramai. Akibatnya, kaum Nabi Shalih yang durjana membunuh onta pemberian Allah Ta’ala yang tidak boleh dibunuh itu, mereka dihancurkan dengan azab yang nyata.

Agama Islam adalah agama dari Allah Ta’ala. Tidak boleh diganggu. Bila yang dari Allah berupa onta saja ketika tidak boleh dibunuh lalu dibunuh oleh orang2, kemudian para pembunuhnya itu diazab dengan sehancur-hancurnya. Wahai para perekayasa (yang mirip misi para durjana pembunuh onta Nabi Shalih) tidak takutkah terhadap azab Allah di dunia dan akherat kelak? Tidak takutkah wahai penerus2 misi Abrahah yang bertentara gajah yang dihancurkan Allah Ta’ala karena misinya menyerang Ka’bah yang dimuliakan Allah Ta’ala?

Peringatan sudah disampaikan. Apabila tetap ngeyel dan ngotot atau bahkan menuduh macam2 lagi, maka cukup diserahkan kepada keputusan Allah Ta’ala, karena yang mereka ganggu adalah agama Allah Ta’ala.

Ya Allah, tolonglah orang2 yang menolong agamaMu, dan hinakanlah orang2 yang menghinakan kaum Muslimin. Engkau Maha adil dan Maha Memberi pertolongan kepada hamba2Mu yang taat kepadaMu. Dan AdzabMu sangat pedih bagi orang2 yang memusuhi atau menyengsarakan atau memojokkan Umat yang taat padaMu. Sedangkan doa NabiMu pun telah Engkau ijabahi di antaranya ini:

Doa Nabi untuk Sebagian Para Musuhnya


Do’a Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap sebagian musuh-musuhnya yang selalu terkabul, bahwa orang-orang musyrik telah menyakiti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di kota Mekah dan Abu Jahal memerintahkan sebagian kaumnya untuk meletakkan kotoran unta di antara dua pundak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan beliau dalam keadaan sujud, maka dilakukanlah perbuatan itu oleh Uqbah Ibnu Abu Mu’ith, maka ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai dari shalatnya, beliau mengangkat suaranya kemudian mendo’akan atas mereka:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشِ

“Ya Allah, hendaklah Engkau (adzab) terhadap orang-orang Quraisy.” Tiga kali.

Maka tatkala mereka mendengar do’a Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam, hilanglah gelak tawa mereka, mereka takut terhadap do’anya shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian beliau berdo’a lagi:

اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ وَعَلَيْكَ عُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ وَالْوَلِيدِ بْنِ عُقْبَةَ وَأُمَيَّةَ بْنِ خَلَفٍ وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ

“Ya Allah, hendaklah Engkau (adzab) Abu Jahal Ibnu Hisyam, Utbah Ibnu Rabi’ah, Syaebah Ibnu Robi’ah, al-Walidlbnu Utbah, Umayyah Ibnu Khalaf dan Uqbah Ibnu Abu Muith.”

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Demi dzat yang telah mengutus Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallamdengan kebenaran, sungguh aku telah melihat orang-orang yang disebutkan tadi bergelimpangan pada perang Badar, kemudian mereka diseret kesumur yaitu sumur Badar.” (HR. Muslim).

Dan dalam riwayat lain disebutkan: “Sungguh aku bersumpah kepada Allah, telah melihat bangkai mereka bergelimpangan telah berubah di Badar akibat panas matahari di mana hari itu cukup panas.” (HR. Muslim).[]

Disalin dari Kitab Agar Doa Dikabulkan Karya Syaikh Said bin Ali Wahf al-Qahthani pada Pasal V: Perhatian para Rasul terhadap do’a dan Allah Memperkenankan do’a mereka, hal. 95-96, Penerbit Darul Haq-Jakarta.

https://doandzikir.wordpress.com 14/04/2016

***

صحيح البخاري (4/ 44)

2934 – حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ عَوْنٍ، حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مَيْمُونٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي فِي ظِلِّ الكَعْبَةِ، فَقَالَ أَبُو جَهْلٍ: وَنَاسٌ مِنْ قُرَيْشٍ، وَنُحِرَتْ جَزُورٌ بِنَاحِيَةِ مَكَّةَ، فَأَرْسَلُوا فَجَاءُوا مِنْ سَلاَهَا وَطَرَحُوهُ عَلَيْهِ، فَجَاءَتْ فَاطِمَةُ، فَأَلْقَتْهُ عَنْهُ، فَقَالَ: «اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ، اللَّهُمَّ عَلَيْكَ بِقُرَيْشٍ» لِأَبِي جَهْلِ بْنِ هِشَامٍ، وَعُتْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ، وَشَيْبَةَ بْنِ رَبِيعَةَ، وَالوَلِيدِ بْنِ عُتْبَةَ، وَأُبَيِّ بْنِ خَلَفٍ، وَعُقْبَةَ بْنِ أَبِي مُعَيْطٍ، قَالَ عَبْدُ اللَّهِ: فَلَقَدْ رَأَيْتُهُمْ فِي قَلِيبِ بَدْرٍ قَتْلَى، قَالَ أَبُو إِسْحَاقَ وَنَسِيتُ السَّابِعَ، قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ: وَقَالَ يُوسُفُ بْنُ إِسْحَاقَ، عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ: أُمَيَّةُ بْنُ خَلَفٍ، وَقَالَ شُعْبَةُ: أُمَيَّةُ أَوْ أُبَيٌّ «وَالصَّحِيحُ أُمَيَّةُ»

__________

[تعليق مصطفى البغا]

2776 (3/1072) -[ ش (نحرت) ذبحت. (جزور) مفرد الإبل ذكرا أم أنثى وقيل هي الناقة التي تنحر. (سلاها) هو الجلدة الرقيقة التي يكون فيها الولد من المواشي]

[ر 237]

/Maktabah Syamilah

(nahimunkar.org)

(Dibaca 68 kali, 1 untuk hari ini)