Promosi Babi Panggang, Pakar Hukum: Presiden Jokowi Terancam 5 Tahun Penjara

  • Wartawan Senior: Ada Kesengajaan Presiden Jokowi Promosikan Bipang Ambawang
  • Media Rusia pun Kaget soal Jokowi dan Babi Panggang

Silakan simak ini.

***

Promosi Babi Panggang, Pakar Hukum: Presiden Jokowi Terancam 5 Tahun Penjara

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa terancam lima tahun penjara yang mempromosikan babi panggang (bipang) Ambawang. Tindakan Jokowi itu bagian penistaan agama yang dapat didakwa Pasal 156a KUHP.

“Mempromosikan Babi Panggang kepada muslim yang akan menjalankan Iedul Fitri adalah sebuah penistaan. Presiden Jokowi sebagaimana Ahok dapat didakwa dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal kurungan 5 tahun,” kata pakar hukum Rizal Fadillah dalam artikel “Promosi Babi Panggang Buat Lebaran, Presiden Dapat Kena 156a KUHP”.

Kata Rizal, pernyataan Presiden soal kuliner Bipang Ambawang bisa menjadi ringan jika mantan Wali Kota Solo itu mengklarifikasi. Akan tetapi dapat juga berakibat berat, bukan saja dampak politik tetapi akibat hukum, yaitu penodaan agama.

“Seluruhnya kembali kepada Presiden Jokowi sendiri dan umat Islam yang merasa tersinggung atas penawaran barang haram untuk lebaran oleh seorang Presiden. Apa dan bagaimana kelanjutannya?” paparnya.

Selain itu, ia mengatakan, Jubir Presiden Fadjroel Rahman mencoba menolong dengan “ngeles” bahwa Bipang adalah Jipang makanan yang ada di Jawa disukai juga oleh Fadjroel katanya. Yang dimaksud Jokowi Bipang adalah Jipang, kata Fadjroel.

“Penjelasan ini tentu ditertawakan bahkan dianggap membodohi netizen. Sangat jelas Presiden mempromosikan kuliner Bipang Ambawang Kalimantan dan itu adalah Babi Panggang Ambawang. Produsen Babi Panggang sendiri ada yang sengaja berterimakasih atas promosi Presiden,” ungkapnya.

Sulit mengeles sebenarnya namun kini kembali kepada Presiden Jokowi yang mau atau tidak mengklarifikasi. Salah teks, salah baca, tidak tahu Bipang, atau memang secara sadar benar mempromosikan.

“Jika mau lucu-lucuan dibentuk saja Tim Pencari Fakta Omongan Presiden (TPF-Ompres). Jika yang dimaksud promosi Bipang ini untuk non muslim, maka sangat tidak relevan dengan konteks larangan mudik lebaran,” pungkasnya.

suaranasional.com, 09/05/2021ByIbnu Maksum

***

 

Wartawan Senior: Ada Kesengajaan Presiden Jokowi Promosikan Bipang Ambawang

Ibnu MaksumPolitik

Ada kesengajaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempromosikan babi panggang (bipang) Ambawang menjelang lebaran.

“Ada kesengajaan. Tahapan teks dibacakan presiden itu berjenjang,” kata wartawan senior Edy A Effendi di akun Twitter-nya @SulukMalam.

Kata Edy, sebelum video Presiden Jokowi ditayangkan pasti diedit terlebih dulu termasuk isi materinya. “Sebelum dishare, rekaman pun bisa diedit. Mosok seisi istana gak paham bipang ambawang. Gak masuk akal,” kata Edy.

Edy mengatakan, para pendukung Jokowi yang membela promosi bipang Ambawang tidak mempunyai nalar dengan menyatakan pernyataan orang nomor satu itu untuk kaum kristen yang merayakan Isa Al-Masih.

“Pembelaan dari pemuja Pak @jokowi makin nyungsep saja nalarnya. Giliran bawa-bawa orang Kristen juga merayakan Isa Al-Masih. Kristen juga mengharamkan babi. Yahudi juga mengharamkan,” jelasnya.

“Jadi Bipang Ambawang untuk siapa Pak? Islam, Kristen dan Yahudi mengharamkan. Untuk Kejawen?” ungkapnya.

Ajakan Presiden Jokowi agar membeli kuliner lebaran menjadi momok yang dibicarakan banyak netizen. Sebab, di antara jajan lebaran yang Jokowi sebutkan terdapat Bipang Ambawang, Pontianak, Kalimantan Barat.

Menurut Jokowi, karena pemerintah melarang mudik, jajanan khas yang biasanya menjadi oleh-oleh saat lebaran bisa dibeli secara daring.

“Yang rindu makan gudeg Jogja, bandeng Palembang, bipang Ambawang Kalimantan dan lain-lain tinggal pesan dan makanan kesukaan akan sampai di rumah,” kata Jokowi dalam sebuah video pidato yang tersebar di media sosial.

suaranasional.com, 09/05/2021ByIbnu Maksum

***

Media Rusia pun Kaget soal Jokowi dan Babi Panggang


Foto: Repro

Video berisi pernyataan Presiden Joko Widodo menyarankan umat Muslim yang merayakan Lebaran untuk memesan makanan daerah mereka secara online juga menjadi perhatian media dari Rusia, Russian Behind The Headlines (RBTH) versi Indonesia.

Salah satu kuliner daerah yang dicontohkan Jokowi dalam pernyataanya itu adalah bipang Ambawang dari Kalimantan Selatan. 

Bipang adalah singkatan dari babi panggang. Kuliner ini terkenal di kecamatan Ambawang, Kalimantan Selatan. Babi yang biasa digunakan biasanya adalah babi muda yang berusia antara 3 sampai 9 bulan. Teknik pemanggangan yang khas konon menghasilkan tekstur daging yang khas pula. 


“Setahu kami, Muslim tidak boleh makan daging babi, ‘kan?” tulis @RBTHIndonesia.

Dalam twitnya, media yang tidak dimiliki pemerintah Rusia itu mengunggah kembali satu berita yang sempat populer tahun 2017 lalu. 

Dalam berita tersebut, Presiden Vladimir Putin tertawa sampai menutup wajah mendengar pernyataan Menteri Pertanian Rusia, Alexander Tkachev, yang ingin mengekspor babi ke Indonesia

Putin tahu, bahwa mayoritas penduduk Indonesia yang beragama Islam tidak mengkonsumsi daging babi yang diharamkan ajaran agama. 

Sambil tertawa, Putin memotong pembicaraan sang Menteri Pertanian. Dia tahu, menterinya itu tidak tahu.

“Indonesia adalah negara mayoritas Muslim. Babi tidak dimakan di sana,” ujarnya. 

Pernyataan Putin ini pun sebenarnya masih bisa dikritisi. Karena faktanya, ada juga warganegara Indonesia non-Muslim yang mengkonsumsi daging babi. Namun, karena jumlahnya tidak mayoritas, barangkali yang dimaksudkan Putin tidak perlu mengekspor babi ke Indonesia. 

Mendengar Putin menyela, Menteri Pertanian Tkachev terlihat kebingungan. 

EDITOR: YELAS KAPARINO

 

Laporan: Yelas Kaparino

dunia.rmol.id/Sabtu, 08 Mei 2021, 14:18 WIB

(nahimunkar.org)

(Dibaca 660 kali, 1 untuk hari ini)