“Rencana Ibu Puan mengimpor guru dari luar negeri sungguh membuat saya bingung,” kata Ketum IGI (Ikatan Guru Indonesia) Muhammad Ramli Rahim dalam pesan elektroniknya, Jumat (10/5).

Jumlah mahasiswa ( Pendidikan Tenaga Kependidikan) 1,44 juta, lanjutnya, diperkirakan lulusan sarjana kependidikan adalah sekitar 300 ribu orang per tahun. Padahal kebutuhan akan guru baru hanya sekitar 40 ribu orang per tahun. Artinya akan terjadi kelebihan pasokan yang sangat besar.

“Di tengah hebohnya guru-guru honorer K2 dan nonkategori yang sudah mengabdi puluhan tahun menyelamatkan pendidikan kita dengan pendapatan yang tidak memanusiakan guru, menteri justru berpikir untuk melakukan impor guru,” kritiknya.

… Atau begini saja, jika guru harus impor, bagaimana kalau sekalian saja menteri kita juga impor?,” pungkas Ramli.

*ilustrasi Guru mengajar siswa SMK Negeri 7 di ruang kelas darurat di emper sekolah di Cipocok, Serang, Banten, Selasa (31/7/2018). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

Sumber: jpnn / Gelora/ https://berita.indonesiamenang.club

(nahimunkar.org)

(Dibaca 1.347 kali, 1 untuk hari ini)