Ustadz Yusuf Mansur Juga Ditantang Mubahalah oleh Jamaah yang Merasa Ditipu dalam Investasi Batu Bara, Disertai Tuntutan Lengkap Korban Investasi Batu Bara Jabal Nur

Ustadz Yusuf Mansur (UYM)

RadarKotaNews, Jakarta – Setelah beberapa hari kembali menginjakkan kaki di Tanah Air, Yusuf Mansur dibombardir pertanyaan oleh awak media. Pulang dari Mesir, Ustadz Yusuf Mansur (UYM) yang merupakan salah satu penceramah kondang di Indonesia tentang sejumlah kasus hukum.

Yusuf Mansur yang menjadi buah bibir di media dan banyak orang yang mengaku menjadi korban dai 45 taun tersebut, berusaha menghadapi masalah ini dengan tegap. Dia mengartikan cobaan ini sebagai sebuah pembelajaran.

“Ini cerita bagaimana Yusuf Mansur belajar. Kalau ada yang salah insyaAllah kita perbaiki, kalau masih kurang-kurang insyaAllah kita coba sempurnakan. Enggak ada menang, enggak ada kalah. Menang itu ketika kita bisa memperbaiki kesalahan kita,” kata Yusuf Mansur, ditemui di acara Wisuda Akbar Tahfizh Quran, di Pesantren Tahfizh Daarul Quran di kawasan Cipondoh, Tangerang, Banten, beberapa waktu lalu.

UYM sebagaimana diketahui, menang di kasus tabung tanah dalam sidang di Pengadilan Negeri Tangerang. Meski demikian Yusuf Mansur masih harus menghadapi berbagai kasus. Dia pun menegaskan enggak bakal lari dan siap menghadapinya. Dia pun akan selalu mengikuti prosedur hukum dan persidangan tanpa intervensi.

“Kasus masih berjalan, di PN Tangeran dua, PN Jakarta Selatan satu. Kita ikuti, kita hormati semua. Sekaligus saya bilang bahwa ya sudah ayo lanjutkan. Sampai kemudian terjadi ketetapan Allah berdasarkan pengadilan yang di Indonesia,” kata Yusuf Mansur.

“Saya dan kawan-kawan dari Daarul Quran membersihkan hati, tidak ada intervensi dari manapun dan kami benar-benar melakukan proses dengan baik, sebagai warga negara yang baik.”

Yusuf Mansur belakangan ini menjadi sorotan karena pelbagai kasus yang menjeratnya. Misal, Desember 2021 lalu, Yusuf Mansur digugat oleh korban Patungan Usaha ke Pengadilan Negeri Tangerang. Gugatan itu dilayangkan para korban karena Yusuf Mansur dianggap telah melakukan wanprestasi.

Berikut beberapa kasus yang terlupakan menjerat Yusuf Mansur;

Digugat Investor Pembangunan Condotel dan Hotel: Yusuf Mansur digugat secara perdata oleh beberapa orang yang mengaku telah dirugikan atas investasi yang dibuatnya. Sidang perdata kasusnya pun sudah digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Rabu 3 Juni 2020.

Dalam gugatan perdata, agenda dimulai oleh upaya perdamaian atau mediasi. Pihak penggugat diwakili oleh kuasa hukumnya Asfa Davy Bya bersama rekan. Sedangkan pihak Yusuf Mansur diwakili oleh Ariel Muchtar bersama rekan.

Patungan Usaha: Yusuf Mansur digugat oleh korban Patungan Usaha ke Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis 9 Desember 2021. Gugatan itu dilayangkan para korban karena UYM dianggap telah melakukan wanprestasi. Gugatan dilayangkan karena Ustaz Yusuf Mansur tidak menepati janjinya seperti yang sudah diutarakan di televisi maupun surat sertifikasi.

Tabung Tanah: Yusuf Mansur, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Quran itu lagi-lagi digugat salah satu jamaahnya. Dua orang mantan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Sukarsi dan Marsiti mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Tangerang.

Sidang perdana gugatannya sudah berlangsung, Selasa 5 Januari 2022. Dalam gugatannya beragendakan mediasi antara kedua belah pihak. Majelis Hakim pun meminta keduanya untuk melakukan mediasi.

Investasi Hotel Bodong: Usai digugat oleh beberapa TKI yang bekerja di Hong Kong, Yusuf Mansur kembali menghadapi gugatan lainnya. kali ini dia menghadapi gugatan kasus wanprestasi investasi hotel bodong. Bersama UYM, turut digugat PT Inext Arsindo dan pengusaha Jody Broto Suseno digugat atas dugaan kasus wanprestasi investasi hotel bodong. Sidang perdana gugatan wanprestasinya telah berlangsung di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis 6 Januari 2022.

Digugat Rp98 Triliun: Yusuf Mansur kembali digugat. Gugatan kali ini datang dari seseorang bernama Zaini Mustofa. Gugatan secara perdata diajukan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan itu tercatat dengan nomor perkara 28/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL dan diagendakan sidang pertama pada 15 Februari 2022.

Sebelumnya Yusuf Mansur juga telah digugat terkait investasi bodong di PN Tangerang. Zaini Mustofa yang merupakan seorang pengacara sebagai pelapor, menggugat kasus dugaan wanprestasi yang dilakukan Yusuf Mansur. Dalam gugatan yang dilayangkan, Zaini turut menuntut PT Adi Partner Perkasa (tergugat 1), Adiansyah (tergugat 2), BMT Darussalam Madani (tergugat 4), dan Yayasan Program Pembibitan Penghafal Al Qur’an Pondok Pesantren Tahfizh Daarul Qur’an (turut tergugat ).

Dalam gugatan tersebut, Zaini Mustofa, meminta ganti rugi materil senilai kurang lebih Rp98 triliun dan kerugian materi sebesar Rp100 miliar. Zaini sedikit merinci kerugian yang ia terima sampai harus melayangkan permintaan ganti rugi hingga Rp98 triliun.

Mau Beli Real Madrid

Terlepas dari deret kasus, nama Yusuf Mansur menjadi buah bibir netizen. Itu terkait video lama dirinya yang ingin membeli Real Madrid viral lagi, setelah pesohor Raffi Ahmad berhasil menjadi mantan pemain bintang sepakbola Dunia, Ronaldinho ke Indonesia.

Namun demikian, Yusuf Mansur santai menghadapi kritik di tengah masalah yang merundungnya. Soal ingin beli Real Madrid Yusuf Mansur menegaskan itu video lama.

Ceramah lama, kata Yusuf Mansur di kawasan Cipondoh, Tangerang.

Bukan hanya itu, banyak pula video lama Yusuf Mansur yang kembali viral. Selain keinginan membeli Real Madrid, video dirinya dianggap azan sambil teriak juga sempat viral.

Hal tersebut, Yusuf Mansur mengaku santai. Dia tak mau ambil pusing soal hal tersebut.

“Alhamdulillah kalau saya viral terus. Itu kalau dibongkar di sosmed, 400 juta diomongin,” kata Yusuf Mansur.

“Kalau itu salah saya, saya bisa memperbaiki diri. Kalau itu memang merupakan kenaikan derajat, mudah-mudahan bisa menaikkan derajat,” kata dia. (Ipk)

/radarkotanews.com,  4 Juli 2022 21:48

***

Ada juga puluhan jamaah masjid yang merasa ditipu soal investasi batubara. Mereka menantang Yusuf Mansur untuk mubahalah (doa saling melaknat, agar laknat menimpa atas yang berdusta). Mereka menggeruduk rumah Yusuf Mansur dan mengajukan sejumlah tuntutan. Apakah mereka akan menuntut ke pengadilan pula, yang jelas, mereka menantang mubahalah.

Silakan simak ini.

***

Ustadz Yusuf Mansur Ditantang Mubahalah oleh Jamaah yang Merasa Ditipu dalam Investasi Batu Bara, Ini Tuntutan Lengkap Korban Investasi Batu Bara Jabal Nur

Puluhan orang mendatangi rumah pendakwah kondang Jam’an Nurchotib Mansur atau yang lebih dikenal dengan Ustadz Yusuf Mansur, Senin 20 Juni 2022.

Tak kurang 30 orang itu mendatangi rumah Ustadz Yusuf Mansur di daerah Ketapang, Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, karena merasa ditipu dalam investasi batu bara.

Meski para investor itu menuntut Yusuf Mansur berdialog dengan mereka tentang kerugian yang mereka derita dalam investasi batu bara Jabal Nur (JBN), ayah dari Wirda Mansur itu tak menemui mereka karena dikabarkan berada di luar negeri.

Para investor yang merupakan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur itu akhirnya pulang setelah berbicara dengan pengacara Yusuf Mansur.

Kuasa hukum puluhan jemaah Masjid Darussalam Kota Wisata Cibubur dalam keterangannya kepada media menyebutkan ada 4 poin tuntutan dari korban investasi yang bermasalah dengan Yusuf Mansur.

Muhammad Nur Kholik, Ketua Tim Task Force Investasi Batu Bara Jabal Nur (JBN) Jamaah Masjid Darussalam pun merinci 4 poin tersebut, sebagai berikut:

1. Kami minta Jamaan Nur Khotib Mansur alias Yusuf Mansur untuk mengembalikan seluruh dana investasi batu bara Jabal Nur (JBN) jamaah kota wisata;

2. Minta Jamaan Nur Khotib Mansur alias Yusuf Mansur melakukan mubahalah atas kebenaran pernyataan yang menyatakan:

A. Investasi Jabal Nur Jamaah Masjid Darussalam itu Hoax;

B. Jamaan Nur Khotib Mansur alias Yusuf Mansur tidak pernah presentasi bisnis di Masjid Darussalam kota wisata, Cibubur

C. Jamaan Nur Khotib Mansur alias Yusuf Mansur tidak pernah terlibat dengan jamaah Darussalam Kota Wisata;

D. Jamaan Nur Khotib Mansur alias Yusuf Mansur selalu mengelak dan telah mengembalikan investasi jamaah investasi batu bara Jabal Nur (JBN);

3. Ada yang satu orang telah dikembalikan sampai Rp23 miliar sebagaimana klarifikasi Yusuf Mansur Desember 2021 di Daqu Channel.

4. Apabila hal diatas tidak dipenuhi oleh Jaman Nur Khotib Mansur alias Yusuf Mansur kami akan datang lagi ke rumah dengan massa yang lebih banyak lagi dari sekarang.

“Demikian disampaikan atas perhatian terima kasih, Kota Wisata, Cibubur, 20 Juni 2022, Hotmat Kami Muhammad Nur Kholik,” tulis surat pernyataan tersebut.

Kuasa hukum korban menyatakan bahwa sebenarnya kasus ini sudah sejak lama akan dibawa ke jalur hukum, namun dilarang oleh beberapa ulama.

“Dari dulu sebenarnya saya sudah mau buka kasus ini, cuma saya direm sama ulama Jakarta, ‘jangan nanti umat rusak’ saya melihat banyak korban, terpaksa saya buka ini sampai tuntas,” kata kuasa hukum korban dikutip dari kanal YouTube ARAH KEBENARAN.

Pihak korban akan terus mengajukan gugatan secara berkala ke pihak berwajib, jika Yusuf Mansur enggan menyelesaikan masalah ini secara baik-baik.

Sementara itu, perwakilan kuasa hukum Yusuf Mansur mengatakan bahwa yang bersangkutan saat ini sedang berada di Yaman.

Surat tuntutan dari para korban akan disampaikan perwakilan keluarga pada Yusuf Mansur sesegera mungkin.

Perwakilan keluarga juga meminta para korban mengagendakan ulang pertemuan mereka sampai Yusuf Mansur pulang ke Indonesia.*** (Hani Febriani/Pikiran Rakyat)

By

 Onlineindo News

 –

2022-06-21,14:24

***

Pengertian Mubahalah

Mubahalah (atau mula’anah, saling melaknat, pen) ialah masing-masing pihak di antara orang-orang yang berbeda pendapat, berdo’a kepada Allah dengan bersungguh-sungguh agar Allah menjatuhkan la’nat kepada pihak yang berdusta. Nabi mengajak utusan Nasrani Najran bermubahalah tetapi mereka tidak berani dan ini menjadi bukti kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. _(Al- Quran dan Tafsirnya, Depag RI, 1985/ 1986 juz 1 hal 628).

Mubahalah atau do’a saling melaknat itu dilakukan terhadap:

1. Orang Nasrani, berlandaskan QS Ali ‘Imran: 61;

2. Orang Yahudi berlandaskan QS Al-Jumu’ah: 6

3. Orang Musyrik berlandaskan QS Maryam: 75 dan hadits tentang Abu Jahal ditantang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk mubahalah, riwayat Al-Bukhari, Ahmad, At-Tirmidzi, dan An-Nasai).

4. Terhadap penyeleweng, ahli bid’ah dan semacamnya, berlandaskan bahwa banyak dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dulu mengajak orang lain untuk mubahalah. Di antaranya Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘iddah (masa tunggu) wanita hamil. Dan sesungguhnya iddah itu selesai dengan lahirnya kehamilan, bukan dengan yang terpanjang dari dua masa (sampai melahirkan, dan sampai 4 bulan 10 hari, pen). Dan juga Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘aul dalam faroidh (pembagian waris).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan dalam tafsirnya:

Perintah do’a di dalam Al-Qur’an, kalau ditujukan kepada Ahli Kitab justru berupa ancaman, bahkan mubahalah.

{ قُلْ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ هَادُوا إِنْ زَعَمْتُمْ أَنَّكُمْ أَوْلِيَاءُ لِلَّهِ مِنْ دُونِ النَّاسِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ }

_Katakanlah :”Hai orang-orang yang menganut agama Yahudi, jika kamu mendakwakan bahwa sesungguhnya kamu sajalah kekasih Allah bukan manusia-manusia yang lain, maka harapkanlah kematianmu, jika kamu adalah orang-orang yang benar.” (QS 62 Al-Jumu’ah: 6).

{ فَمَنْ حَاجَّكَ فِيهِ مِنْ بَعْدِ مَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ فَقُلْ تَعَالَوْا نَدْعُ أَبْنَاءَنَا وَأَبْنَاءَكُمْ وَنِسَاءَنَا وَنِسَاءَكُمْ وَأَنْفُسَنَا وَأَنْفُسَكُمْ ثُمَّ نَبْتَهِلْ فَنَجْعَلْ لَعْنَةَ اللَّهِ عَلَى الْكَاذِبِينَ } [آل عمران : 61]

Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), maka katakanlah (kepadanya): “Marilah kita memanggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri kami dan isteri-isteri kamu, diri kami dan diri kamu; kemudian marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta. (QS 3 Ali Imran: 61).

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, suruhan Allah kepada Yahudi agar minta mati di Surat Al-Jumu’ah 62, Al-Baqarah 94, itu juga mubahalah; kalau memang orang Yahudi itu menganggap (diri mereka berada) dalam hidayah Allah, sedang Muhammad itu dianggap dalam kesesatan, maka mintakan mati atas yang sesat dari kedua golongan itu, kalau memang Yahudi menganggap diri mereka benar. Ternyata Yahudi tak berani.

Demikian pula ancaman terhadap orang-orang musyrik di Surat Maryam ayat 75, agar musyrikin ber-mubahalah dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sekeluarga-nya.

2264- حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ حَدَّثَنِى أَبِى حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ يَزِيدَ الرَّقِّىُّ أَبُو يَزِيدَ حَدَّثَنَا فُرَاتٌ عَنْ عَبْدِ الْكَرِيمِ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ قَالَ أَبُو جَهْلٍ لَئِنْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ يُصَلِّى عِنْدَ الْكَعْبَةِ لآتِيَنَّهُ حَتَّى أَطَأَ عَلَى عُنُقِهِ. قَالَ فَقَالَ « لَوْ فَعَلَ لأَخَذَتْهُ الْمَلاَئِكَةُ عِيَاناً وَلَوْ أَنَّ الْيَهُودَ تَمَنَّوُا الْمَوْتَ لَمَاتَوا وَرَأَوْا مَقَاعِدَهُمْ مِنَ النَّارِ وَلَوْ خَرَجَ الَّذِينَ يُبَاهِلُونَ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَرَجَعُوا لاَ يَجِدُونَ مَالاً وَلاَ أَهْلاً ». مسند أحمد – (ج 5 / ص 290)

Dari Ibnu Abbas: Abu Jahal la’natullah berkata, bila aku melihat Muhammad di sisi Ka’bah pasti sungguh aku datangi dia sehingga aku injak lehernya. Ibnu Abbas berkata, bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

“Kalau ia (Abu Jahal) berbuat, pasti malaikat akan mengambilnya (mengadzabnya) terang-terangan, dan seandainya orang-orang Yahudi mengharapkan mati pasti mereka mati dan mereka melihat tempat-tempat mereka berupa neraka.” Dan seandainya mereka yang (ditantang)ber_mubahalah dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu keluar, pasti mereka pulang(dalam keadaan) tidak menemukan keluarganya dan tidak pula hartanya. (HR Ahmad, Al-Bukhari, At-Tirmidzi, dan An-Nasai, _Tafsir Ibnu Katsir, darul Fikr 1412H/ 1992M jilid 4: hal 438, Tafsir Surat Al-Jumu’ah ayat 6, atau juz 8 halaman 118, ditahqiq Sami bin Muhammad Salamah, Daru Thibah, cetakan 2, 1420H/ 1999M).

Mubahalah Tidak Khusus pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Soal:

Apakah mubahalah itu khusus pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam atau dapat menjadi umum bagi Muslimin? Dan apakah seandainya mubahalah itu umum bagi Muslimin bolehkah untuk dihadapkan dari arah ahlis sunnah waljama’ah kepada firqoh-firqoh sesat? Dan apakah mesti terjadi tanda yang menampakkan kebenaran seandainya dilangsungkan mubahalah?

Fatwa:

Alhamdulillah wassholatu wassalmu ‘ala rasulillah wa ‘ala alihi washohbihi, amma ba’du.

Mubahalah adalah do’a dengan laknat atas yang berdusta di antara dua pihak yang bermubahalah. Mubahalah itu tidak khusus hanya untuk Nabi saw. Dalilnya, bahwa banyak dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dulu mengajak orang lain untuk mubahalah. Di antaranya Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘iddah (masa tunggu) wanita hamil. Dan sesungguhnya iddah itu selesai dengan lahirnya kehamilan, bukan dengan yang terpanjang dari dua masa (sampai melahirkan, dan sampai 4 bulan 10 hari, pen).

Dan juga Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu mengajak untuk mubahalah dalam masalah ‘aul dalam faroidh (pembagian waris); dan tidak mengapa dalam hal mubahalah Ahlis Sunnah waljama’ah terhadap ahli syirik, bid’ah dan semacamnya tetapi sesudah ditegakkan hujjah (argumentasi) dan upaya menghilangi syubhat (kesamaran), dan memberikan nasihat dan peringatan, sedang itu semua tak guna. Bukan termasuk kepastian (setelah mubahalah itu) munculnya tanda/ bukti atas dustanya orang yang batil dan dhalimnya orang yang dhalim, karena Allah Ta’ala menunda dan mengakhirkan, sebagai cobaan dan istidroj/ uluran.

Wallohu a’lam.

Mufti; Markas Fatwa dengan bimbingan Dr. Abdullah Al-Faqih (Asy-Syabakah Al-Islamiyah juz 8 halaman 85).


(nahimunkar.org)