Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII)/ foto hdytllhcom

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyambut baik adanya PULDAPII. Harapannya, lembaga ini bisa jadi pionir untuk kemajuan dakwah dan pendidikan di Indonesia.

Untuk meningkatkan kualitas kondisi Umat, PILDAPII (Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam) bertekad meningkatkan dakwah, pendidikan, dan media Islam. Itu diperlukan penyiapan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan ilmu agama, ekonomi, dan politik. Sehingga, berkecimpung di bidang apapun hendaknya berlandaskan ilmu agama, agar terwujud keadaan yang Islami.

Keterangan itu diserap dari penjelasan para pengurus PULDAPII seusai pertemuan dua hari dan peresmian PULDAPII di resto Aljazeera Jakarta Timur, Kamis 16 Muharram 1437H/ 29 Oktober 2015. Peresmian Puldapii ini dihadiri oleh ketua DPR Setya Novanto dan Duta besar Saudi Arabia untuk Indonesia Yang Mulia Mustafa Ibrahim Al Mubarak.

Ketua Dewan Pembina Puldapii Yusuf Utsman Baisa mengatakan, Puldapii merupakan lembaga yang fokus di bidang pendidikan dan dakwah. “Sebuah wadah dan forum perkumpulan lembaga dakwah dan pendidikan islam Indonesia, Puldapii ingin duduk bersama dan menyelesaikan masalah dengan ilmu dan hikmah,” ujar Yusuf Utsman Baisa dalam keterangan di depan para wartawan, Kamis (29/10).

Diresmikannya PULDAPII ini untuk mewujudkan kehidupan yang Islami. Sehingga 103 yayasan dan lembaga pendidikan yang tergabung dalam PULDAPII ini punya garapan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan dakwah, agar terwujud tenaga-tenaga yang berkualitas di bidangnya dan bersifat Islami. Sehingga di bidang eknomi misalnya, kalau bank ya benar-benar islami (tanpa riba, red), di bidang politik ataupun lainnya agar tetap secara Islami. Kalau itu rumah sakit Islam ya jangan hanya namanya, lalu dokter untuk ibu-ibu yang melahirkan ya hendaknya bukan laki-laki.

Dalam konferensi pers itu dijelaskan untuk meningkatkan kualitas yang dimaksud itu, PULDAPII memiliki tenaga-tenaga ahli di bidangnya, lulusan S2 dan S3 sebanyak 116 tenaga. Dan setiap 3 bulan, PULDAPII mengadakan pertemuan.

Di samping peningkatan kualitas dakwah, pendidikan, dan media Islam, PULDAPII juga mengadakan kegiatan perkhidmatan kepada masyarakat, misalnya setelah kasus dibakarnya masjid di Tolikara Papua, PULDAPII mengadakan khitanan massal di 7 kapubapaten di Papua, diikuti seribu anak lebih.

Ditanya tentang kondisi pendidikan pesantren di Indonesia yang selama ini tampaknya menghasilkan tokoh-tokoh namun kurang sekali dalam hal menjaga aqidah wala’ (cinta Islam) dan bara’(lepas diri dari kekufuran), Ustadz Agus Hasan Bashori salah satu pengurus menjawab, itu juga akan jadi garapannya. Karena hal itu merupakan prinsip dalam agama yang harus diajarkan. Diakui, dalam kurikulum memang masih ada hal-hal yang kurang, maka perlu diperbaiki.

Ustadz Aslam Muhsin menambahkan, PULDAPII ada rasa iri terhadap lembaga pendidikan yang mandiri, yang sampai kurikulumnya dan ijazahnya diakui karena memang kualitasnya memadahi. Hal yang seperti itu yang ditempuh, karena ternyata dari pemerintah juga memberikan apresiasi. Apalagi ketika penyelenggaraan pendidikan itu dapat ditingkatkan menjadi benar-benar mandiri secara keberadaannya. Diadakannya PULDAPII untuk mengarah ke sana, ungkap pengurus yang berbicara secara bergantian, dipimpin oleh Ustadz Yusuf Utsman Baisa dan Ustadz Aslam Muhsin.   Setidaknya, PULDAPII kini ada sekitar 50 ribuan santri, karena dari 103 lembaga pendidikan dan yayasan itu ada yang sampai santrinya mencapai 2.500 santri seperti yang ada di Jogjakarta, kata Ustadz Aslam dalam sambutannya di acara peresmian.

Isi pertemuan Hari Pertama

Hari pertama diisi dengan pertemuan. Gemaislam.com membertakan, Pertemuan hari pertama Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam (PULDAPII) di resto Aljazeera Jakarta Timur pada hari Rabu (28/10/2015) berjalan lancar. Alhamdulillah.

Acara resmi dibuka pada pukul 8.30 WIB oleh ketua majlis idari Ustadz Yusuf Utsman Baisa dan ketua majlis tanfidzi Ustadz Aslam Muhsin. Setelah pembukaan, dipaparkan program-program  PULDAPII, yaitu: konsorsium travel haji dan umrah oleh Ustadz Yusuf Utsman Baisa, Paperless School dan virtual Account oleh Agus Santoso, Implementasi Pendidikan Islam unggulan oleh Dr. Sofyan Baswedan, PULDAPII dan Hukum Nasional oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan dan Hakim MK Patrialis Akbar dan koperasi dan agrobisnis oleh Bambang Kuswijayanto.

Ketua MPR Zulkifli Hasan menyambut baik adanya PULDAPII. Harapannya, lembaga ini bisa jadi pionir untuk kemajuan dakwah dan pendidikan di Indonesia.

Hadir beberapa Asatidzah dan tokoh Islam pada acara ini seperti Usatdz Abu Nida’, Ustadz Abu Qotadah, Ustadz Cholid Samhudi, Ustadz Agus Hasan Bashori, Ustadz Ainul Haris, Ustadz Ali Saman Hasan, Ustadz Nafi’, Ustad Qosim dari Al-Irsyad Tengaran Salatiga dan lainnya dari seluruh Indonesia.

Sementara itu hidayatullah.com memberitakan:

Patrialis Sambut Baik Kehadiran PULDAPII, Dakwah Organisasi yang Baik

Kamis, 29 Oktober 2015 – 11:15 WIB

PULDAPII telah melakukan pertemuan-pertemuan (Liqo’), seperti di Pesantren Albinaa Bekasi, Pesantren Wadi Mubarok Bogor, dan Pesantren Al Irsyad Tengaran

Hidayatullah.com- Perkumpulan Lembaga Dakwah dan Pendidikan Islam Indonesia (PULDAPII) diresmikan di Aljazeraa Resto & Wedding Hall, Jl Cipinang Cempedak 1, Polonia, Jakarta Timur, Rabu-Kamis (28-29/10/2015).

Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar, di antara yang memberi sambutan pada Rabu malam, menyambut baik kehadiran perkumpulan tersebut.

PULDAPII, kata Patrialis, sangat penting bagi umat Islam. Sebab, dakwah membutuhkan satu ikatan organisasi yang baik.

“Kadang-kadang ada persoalan penting yang memang harus kita pecahkan bersama,” ujarnya di depan ratusan dai.

Menurutnya, setiap dai atau lembaga dakwah tentu memiliki kemampuan masing-masing. Ketika bersama, maka bisa dilakukan tukar pikirin, berbagi ilmu dan urun rembug, sehingga umat akan lebih kuat.

“PULDAPII ini tentu merupakan titik awal dari sejarah (persatuan. Red) dan mudahan merupakan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dakwah bagi para dai adalah perbuatan yang agung dan mulia. Tanpa dakwah masyarakat akan jadi gersang bahkan sesat.

Ia pun mengingatkan, sekarang ini terlihat ada persoalan sangat besar dalam dunia dakwah. Dimana umat Islam, seperti prediksi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasalam, kondisinya laksana buih di lautan.

“(Hal itu) tak bisa dilepaskan dari faktor dakwah. Juru-juru dakwah harus evaluasi kenapa masyarakat kita bisa seperti itu,” pesannya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun hidayatullah.com, acara tersebut dibuka pada pukul 08.30 WIB oleh ketua majlis dari Ustadz Yusuf Baisa dan Ketua Majlis Tanfidzi Ustadz Aslam Muhsin Abidin.

Di antara rangkaian acaranya adalah pemaparan program pada setiap bidang, seperti pendidikan, dakwah, dan ekonomi.

Lembaga ini didirikan dengan prinsip tolong-menolong dalam ketaqwaan. Sejak awal 2015 PULDAPII telah melakukan pertemuan-pertemuan (Liqo‘), seperti di Pesantren Albinaa Bekasi, Pesantren Wadi Mubarok Bogor, dan Pesantren Al Irsyad Tengaran.

Hingga kini, jumlah anggota PULDAPII dikabarkan sudah lebih dari seratus lembaga seluruh Indonesia. Acara di Polonia, Rabu-Kamis tersebut adalah liqo ke-5.*

Rep: Muh. Abdus Syakur

Editor: hidayatullah.com

(nahimunkar.com)

(Dibaca 886 kali, 1 untuk hari ini)