Aden dan Sana’a, Asharq Al-Awsat- Dalam tanda terbaru pergeseran gelombang konflik di Yaman, puluhan milisi gerakan Houthi menyerahkan diri kepada pasukan koalisi yang dipimpin Arab dan tentara Yaman, menurut gubernur provinsi Ma’rib.

Berbicara kepada Asharq Al-Awsat, Sultan Al-Arada mengatakan anggota milisi Houthi dan pasukan pro mantan presiden Ali Abdullah Saleh telah melakukan kontak dengan tentara Yaman dan pimpinan militer pasukan koalisi yang dipimpin Arab.

“Beberapa dari mereka ingin menyerah sementara yang lain meminta akses perjalanan yang aman keluar dari Ma’rib, di mana telah terjadi pertempuran dengan pasukan koalisi, loyalis pemerintah dan kekuatan tentara Yaman yang disebut sebagai Pasukan Gabungan.”

Arada mengatakan permintaan milisi Houthi akan direspon, tergantung pada penilaian terhadap kredibilitas mereka.

Pasukan Gabungan Selasa lalu merebut kembali provinsi strategis Ma’rib Dam, yang selama berbulan-bulan telah dikuasai Huthi dan sekutunya. Ini adalah keberhasilan terbaru dalam serangkaian kemenangan aliansi anti-Houthi yang pada hari Kamis juga merebut kembali selat Bab El-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden di selatan negara itu.

Pada hari Minggu Pasukan Gabungan meluncurkan fase kedua dari operasi militer untuk membebaskan provinsi Ma’rib, yang menjadi pembuka jalan untuk merebut kembali ibukota Sana’a, yang telah berada di bawah kendali Houthi selama lebih dari setahun.

Berbicara kepada Asharq Al-Awsat pada hari Sabtu, seorang pejabat tinggi dari tentara Yaman mengatakan sekarang milisi Houthi telah menarik setengah dari pasukan mereka dari Ma’rib untuk menopang pertahanan di sekitar Sana’a.

Saksi mata mengatakan kepada Asharq Al-Awsat pada hari Minggu tank dan kendaraan militer milik pemberontak Houthi telah disebar ke daerah sekitar ibukota, dan milisi bersenjata dengan peluncur roket sedang dikerahkan di seluruh kota.

Asharq Al-Awsat

Posted on October 6, 2015 by tabayyunnews

(nahimunkar.com)

(Dibaca 5.960 kali, 1 untuk hari ini)