tribunnews.com/herudin

 .

Hura-hura acara maksiat malam tahun kemudian disusul oleh musibah yang melanda Jakarta telah berulang terjadi. Namun para penguasanya tidak pernah mengambil pelajaran untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala.

Inilah beritanya.

***

Puluhan Ribu Warga Jakarta Jatuh Sakit karena Banjir Sepekan

Ratusan warga korban banjir di sekitar Bidara Cina dan Otista Jakarta Timur mengungsi di GOR Jakarta Timur, Minggu (19/1/2014). Warga terpaksa mengungsi karena ketinggian banjir hampir mencapai atap rumah mereka. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

 

JAKARTA – Banjir yang melanda Jakarta selama sepekan mulai (13/1/2014) hingga Senin (20/1/2014), membuat sebagian warga jatuh sakit. Dari data yang ada, total pasien akibat banjir yang ditangani Posko Kesehatan dan Puskesmasmencapai 22.124 orang.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati kepada wartawan, Selasa (21/1/2014) mengatakan,  dari puluhan ribu pasien tersebut, 21 di antaranya dirujuk ke rumah sakit terdekat karena membutuhkan penanganan lanjutan.

”Sebagian besar Flu, demam, ISPA, gatal-gatal, diare, itu muncul akibat lingkungan. Karena lingkungan terkena banjir, maka kesehatan menjadi sangat rentan,” ujar Dien.

Selain penyakit tersebut, ada juga pasien akibat banjir yang mengalami penyakit cukup berat seperti pasien terkena stroke, bayi mengalami kejang-kejang, diare berat dan asma berat.

Jika dilihat dari jumlah rujukan ke rumah sakit, jumlah pasien yang paling banyak dirujuk ke rumah sakit terjadi pada hari Minggu (19/1/2014) mencapai 10 orang. Kemudian Senin (13/1/2014) ada lima orang, Sabtu (18/1/2014) ada sembilan orang dan Jumat (17/1/2014) ada empat orang. Laporan Wartawan Warta Kota, Ahmad Sabran tribunnews.com, Selasa, 21 Januari 2014 15:30 WIB

 

***

Pemprov DKI tak ambil pelajaran tahun lalu, ulangi lagi gelar maksiyat undang bencana malam ini

A. Z. MuttaqinSelasa, 28 Safar 1435 H / 31 Desember 2013 18:05

Gelar pesta maksiyat di malam pergantian tahun 2013, dua pekan kemudian bencana banjir besar menimpa Jakarta termasuk Bundaran HI tempat digelarnya puncak acara maksiyat tersebut. (Demikian pula hura-hura malam tahun baru 2014 di Jakarta, Gubernur Jokowi hamburkan dana satu miliyar rupiah. Tidak sampai dua minggu, banjir sudah melanda Jakarta tanggal 11-12 Januari 2014 mengakibatkan kerugian Rp7 Triliun. Masih disusul banjir lebih parah lagi tanggal 17-18 Januari 2014. Sedang sebelumnya mereka telah sesumbar bahwa banjir kini lebih kecil dari yang lalu, dan dikelurkan dana 20 miliar rupiah untuk rekayasa pengalihan hujan, tapi sia-sia, bahkan banjir lebih parah lagi.  red NM).

JAKARTA (Arrahmah.com) – Masih ingat momen tahun baru 2013 lalu? DKI Jakarta diterpa musibah banjir yang dahsyat. Ketika itu, banjir datang beberapa hari setelah perayaan tahun baru 2013 yang menghabiskan puluhan milyar dengan berbagai macam hiburannya. Kini setelah setahun berlalu, rupanya teguran Allah berupa banjir besar yang telah merugikan hingga triliunan rupiah itu tidak membuat pemda dan warga Jakarta kapok.

Malam ini, Selasa (31/12/2013) dimulai pada pukul 19.00 WIB, pemprov DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Night Festival untuk menyambut tahun baru 2014 yang berpusat di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Jenderal Sudirman dengan berbagai hiburan. Total ada 194 acara hiburan yang disiapkan Pemprov DKI yang dipimpin oleh gubernur Joko Widodo (Jokowi) itu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Arie Budhiman mengatakan, jumlah ini sedikit berkurang dari tahun sebelumnya yang berjumlah 196. Namun untuk jumlah lokasi makin bertambah dari 155 menjadi 156 lokasi.

“Tahun ini jumlah acara berkurang, tapi untuk jumlah lokasi malah bertambah,” kata Arie seperti dikutip detik.com, Senin (30/12/2013).

Arie mengatakan, 194 acara tersebut disebar di 5 wilayah Jakarta. Untuk di Jakarta Pusat ada 82 acara di 52 titik. Jakarta Utara ada 15 acara di 14 titik. Jakarta Barat ada 27 acara di 26 titik. Di Jakarta Selatan ada 64 acara di 59 titik, dan di Jakarta Timur ada 5 acara di 4 titik.

Maksiat akan mengundang bencana

Menurut mantan misionaris, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, perayaan tahun baru Masehi berasal dari kaum kafir yang dimulai jaman Romawi pimpinan Julius Caesar pada 45 SM (sebelum masehi). “Umat Islam jelas haram ikut merayakannya, apalagi jika dilakukan dengan maksiat. Nabi Muhammad Saw mengingatkan dalam haditsnya, “Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk kaum tersebut,” papar Ustaz Bernard.

Dia juga mengingatkan, seharusnya bencana banjir tahun lalu menjadikan pelajaran untuk tidak kembali bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Didalam al Qur’an, Allah Swt berfirman,

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ (٤١)

“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar),” jelas Ustaz Bernard membacakan surat Ar-Ruum ayat 41.

(suaraislam/arrahmah.com)

(nahimunkar.com)

(Dibaca 1.112 kali, 1 untuk hari ini)