Inilh beritanya

***

Pushami Polisikan Ketua GP Ansor Terkait Pembakaran Bendera Tauhid

Jakarta (SI Online) – Pusat Hak Asasi Muslim Indonesia (Pushami) melaporkan Ketua GP Ansor, Yaqut Cholil Qaumas ke Bareskrim Mabes Polri terkait kasus pembakaran bendera tauhid di Garut, Jawa Barat.

Ketua Biro Hukum Pushami Aziz Yanuar menyampaikan, pihaknya melaporkan Yaqut dengan dugaan tindak pidana konflik suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) serta penistaan agama sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 156a juncto Pasal 59 ayat (3) KUHP.

Ia juga melaporkan Yaqut atas dugaan tindak pelanggaran Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45a ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Karena dari beberapa statemennya itu kita anggap sebagai tindakan provokasi yang akhirnya diikuti oleh anggota-anggotanya,” tutur Aziz di Bareskrim Mabes Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Menurut Aziz, selain melakukan pembakaran bendera dan ikat kepala, oknum Banser NU juga melakukan sweeping terhadap simbol-simbol yang tidak ada hubungannya dengan HTI. Menurut informasi yang ia dapatkan tidak ada satu pun lambang atau tanda bertuliskan HTI.

Pihaknya juga menegaskan bahwa pembakaran yang dilakukan membuat sebagian besar umat Islam marah. “Kalimat Laa illa haaillallah adalah simbol umat Islam,” jelasnya.

Dan menanggapi adanya alasan pembakaran karena takut terinjak-injak, pihaknya mengatakan, “Kalau takut terinjak-injak, tak perlu dibakarlah. Bisa dipungut, taruh di kardus, tempat, simpan di tempat yang baik gitu. Kalau ada tulisan HTI-nya kan bisa dihapus, bisa digunting tulisan HTI-nya, enggak perlulah dibakar,” jelas dia.

“Dan satu lagi, yang jelas dalam pembakaran, mereka menyanyi-nyanyi, artinya mereka melakukan itu dengan gembira dan sengaja. Dan saya pastikan disitu tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia,” tambahnya

Dalam laporan itu Pushami juga melaporkan dua anggota Banser NU, yakni Rohis dan Faisal dengan dugaan pelanggaran yang sama dengan Yaqut. Laporan itu tertuang dalam surat dengan nomor LP/B/1365/X/2018/BARESKRIM tanggal 25 Oktober 2018.

Dalam pelaporan tersebut, Aziz didampingi Ketua Umum Pushami Mohammad Hariadi Nasution dan beberapa pengurus Pushami lainnya seperti Muhammad Yusuf Sembiring, Achmad Ardiansyah dan lainnya.

red: adhila/ si online

***

Wagub Jabar Janji Kawal Kasus Pembakaran Bendera Tauhid

Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruhzanul Ulum di depan ribuan massa Aksi Bela Tauhid depan Gedung Sate, Bandung. Foto: Agus/Jurnisc

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruhzanul Ulum berjanji akan mengawali proses hukum terhadap pelaku pembakaran bendera tauhid oleh okun Banser. Hal tersebut disampaikan di hadapan ribuan peserta Aksi Bela Tauhid di depan Gedung Sate Jabar, Jumat (28/10/2018).

“Sebagai umat Islam saya merasakan apa yang bapa ibu rasakan,” kata Uu. Ia menegaskan bahwa kalimat tauhid jelas sangat bermakna bagi umat Islam.

“Siapapun yg menggangu kalimat thayyibah, aqidah umat islam maka berhadapan dengan umat Islam,” tegasnya. Namun ia tetap mengingatkan masyarakat agar tetap membela kalimat tauhid sesuai dengan norma dan hikmah.

Sebagai orang nomor dua di Jabar, Ia juga berjanji akan mengawal kasus ini hingga tuntas.

“Saya selaku wagub akan mengawal kasus ini. Mari kita kawal bersama sama,” katanya.

Ia mendorong agar penegak hukum dapat menuntaskan kasus ini dengan adil dan transparan.

“Mari kita dorong proses lebih adil jujur dan transparan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, ribuan warga Jabar dari berbagai elemen umat seperti club motor Brigez, XTC, Moonraker, Pemuda Hijrah, Pejuang Subuh, DDII, Kodas, Pemuda Persis, dan lainnya menggelar aksi bela tauhid mendesak polisi menghukum pembakar bendera tauhid.

Reporter: Mazaya/ Jurnalislam.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 267 kali, 1 untuk hari ini)