Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, akhirnya melaporkan Sukmawati SoekarnoPutri terkait puisinya berjudul ‘Ibu Indonesia’, ke Polda Jatim, Selasa (3/4). Laporan itu diwaikili Gerakan (GP) Pemuda Ansor Jawa Timur di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

Setelah sekitar 3 jam diproses, mereka mendapatkan surat tanda bukti laporan dengan nomor TBL/407/IV/2018/UM/JATIM.

KH Mutawakkil dari PWNU Jatim menyayangkan adanya video viral tersebut. Terutama apa yang disampaikan oleh Sukmawati melalui puisinya. “Kami sangat menyayangkan,” ujarnya.

Mutawakkil menjelaskan dalam puisi tersebut disebut simbol-simbol agama. Seperti syariat, azan dan cadar. Yang kemudian dibandingkan dengan budaya Jawa.

“Isi puisi tidak menghormati agama.” ujarnya.

Inilah beritanya.

***

PWNU Jatim Laporkan Sukmawati ke Polda Jatim (atas Dugaan Penistaan Agama )

KH Mutawakkil Alallah melihatkan surat pernyataan dari PWNU Jatim ketika konferensi pers

PWNU Laporkan Sukmawati ke Polda Jatim

SUMENEPTIMES, SURABAYA – Video viral pembacaan puisi dari Sukmawati Soekarno Putri di Jakarta rupanya membuat ‘panas’ kuping sebagian kiai. Terutama yang ada di jajaran PWNU Jatim. Sehingga secara resmi pihak PWNU Jatim akan melaporkan kasus ini ke Polda Jatim.

Selasa (3/4) PWNU Jatim mengadakan konferensi pers di kantornya. Melalui pimpinannya langsung KH Hasan Mutawakkil Alallah.

KH Mutawakkil menyayangkan adanya video viral tersebut. Terutama apa yang disampaikan oleh Sukmawati melalui puisinya. “Kami sangat menyayangkan,” ujarnya.

Mutawakkil menjelaskan dalam puisi tersebut disebut simbol-simbol agama. Seperti syariat, azan dan cadar. Yang kemudian dibandingkan dengan budaya Jawa.

“Isi puisi tidak menghormati agama. Kalau Ibu Sukmawati muslimah berarti beliau tidak menghormati agamanya,” kata pengasuh Ponpes Zainul Hasan ini.

Menurut dia apa yang dilakukan Sukmawati ini sangat berbeda jauh dengan ayahnya, Soekarno. Di mana Soekarno sangat menghormati ulama. Dan dalam banyak hal selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan ulama sebelum mengambil keputusan.

Nah, menyikapi kasus ini pihak PWNU akan mengadukan Sukmawati ke polisi. “Aduan langsung disampaikan ke Polda Jatim. Soal pidananya kami serahkan ke kepolisian,” bebernya.

Dengan adanya aduan ini Mutawakkil berharap masyarakat tetap tenang. Tidak gaduh sampai turun ke jalan dan menyerahkan semua urusan ke pihak kepolisian. “Kami khawatir ini nanti malah dimanfaatkan orang-orang yang tidak ingin melihat Indonesia tenang,” lanjutnya.

Disinggung apakah PWNU Jatim bakal melaporkan Sukmawati dengan pasal penistaan  agama, Mutawakkil tidak menampiknya. Tapi dia menyatakan hal tersebut sepenuhnya diserahkan pada polisi. “Kami ingin diusut secara tuntas,” tegasnya.

Selain itu Mutawakkil juga berharap agar ada klarifkasi dari pihak keluarga Bung Karno. Karena khawatirnya nanti akan dipukul rata bahwa semua keluarga dari Bung Karno sama demikian. “Seperti Ibu Megawati. Saya kenal beliau dan tidak sama dengan Ibu Sukmawati,” imbuhnya.
http://www.sumeneptimes.com/baca/169…e-polda-jatim/

https://www.kaskus.co.id

***

PWNU Jatim Resmi Laporkan Sukmawati ke Polda Jatim

Ketua GP Ansor Rudi Tri Wahid menunjukkan surat bukti pelaporan kepada Sukmawati Soekarno Putri.  (Aryo Mahendra/jawapos.com)

JawaPos.com – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim, akhirnya melaporkan Sukmawati SoekarnoPutri terkait puisinya berjudul ‘Ibu Indonesia’, ke Polda Jatim, Selasa (3/4). Laporan itu diwaikili Gerakan (GP) Pemuda Ansor Jawa Timur di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim.

Ketua GP Ansor Jatim Rudi Tri Wahid dan puluhan anggota GP Ansor Jatim mendatangi kantor SPKT Polda Jatim pulul 16.00 WIB. Setelah sekitar 3 jam diproses, mereka mendapatkan surat tanda bukti laporan dengan nomor TBL/407/IV/2018/UM/JATIM.

Rudi berharap, polisi dapat segera memproses laporan tersebut. Dia juga mengatakan menyerahkan seluruhnya kepada polisi terkait kategori pelanggaran apa yang akan dikenakan Sukmawati selaku terlapor.  “Kami bawa barang bukti. Yakni, satu pernyataan dari PWNU. Kemudian link berita dan video,” kata Rudi kepada  wartawan usai melapor di SPKT mako Polda Jatim, Selasa (3/4).

Di sisi lain, Rudi berharap mendapatkan hasil yang memuaskan berdasarkan laporan tersebut. Bila tidak, Rudi mengatakan akan melakukan langkah lain.  Hanya saja, Rudi tidak menyebutkan apa yang akan dilakukan jika tidak mendapat hasil yang diharapkan dari laporan tersebut.

Rudi mengatakan, pihaknya juga mendesak Sukmawati Soekarnoputri sebagai terlapor, meminta maaf secara terbuka.   “Yang jelas ini sudah mulai ada kegaduhan dan keresahan di masyarakat. Kami tidak ingin kegaduhan itu terjadi di masyarakat,” kata Rudi.

Sebagaimana diberitakan, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jatim menilai, puisi yang dibaca Sukmawati Soekarnoputri itu  sebagai polemik yang bisa dimanfaatkan pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk memecah belah Indonesia. (HDR/JPC)

Editor : Soejatmiko / jawapos.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 317 kali, 1 untuk hari ini)