INILAHCOM, Jakarta Seorang pegiat lembaga survei menilai ada keanehan di balik hasil hitung cepat (quick count/QC) yang dilakukan lembaga SMRC yang dipimpin Saiful Mujani. Dia mengatakan hasil SMRC itu sebagai klaim yang aneh.

Keanehan itu misalnya, data QC langsung tercipta angka yang awalnya dipegang Prabowo 52%, berubah menjadi milik Jokowi dalam 14 menit dengan data 17,65%.Data itu menurutnya berubah ketika iklan masuk dan diselingi adanya artis yang menyanyi di TV

Saya sedang tidak membangun opini versi saya, saya justru menyampaikan fakta dari akun SMRC milik Saiful Mujani.Dalam waktu 14 menit dialihkan iklan dan adanya penyanyi. Data dibalik, Prabowo 47,3% dan Jokowi 52,7%7. Dalam 14 menit dengan data 13,78% sampai 17,6%, alias naik hanya 4%, perubahan suara Jokowi naik dari 47% ke 52% alias naik 5%. Data hanya naik 4% tapi perubahan suara jokowi naik 5%, sekaligus dengan diturunkannya suara Prabowo ke angka 47% tanpa ada kenaikan, kata dia.

Sumber juga menunjuk, hal serupa pernah dilakukan Saiful pada 2004 lalu. Sebagaimana hasil penelusuran Google, pada Senin, 20/09/2004, sekitar pukul 17:15 WIB, memang keluar hasil QC versi PDIP pada Pilpres saat itu.

Hasilnya, seperti tertulis di laman detik.com dengan judul Mega Menang Tipis atas SBY, sementara hasil real count SBY justru menang atas Mega. Berita itu menulis:Tim kampanye Mega-Hasyim membuat perhitungan cepat (quick count) ‘tandingan’. Menurut quick count yang diadakan TVRI bekerja sama dengan Institute for Social Empowerment and Democracy, Mega menang tipis atas SBY. Hasil perhitungan cepat ini disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Mega-Hasyim Heri Akhmadi dalam jumpa pers di kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (20/9/2004) pukul 16.00 WIB. Menurut Heri Akhmadi, berdasarkan perhitungan suara di 1.264 TPS yang jadi sampel duet Mega-Hasyim meraih 131.421 suara atau 50,07% dan SBY-Kalla meraih 131.051 suara atau 49,93%.

Sebelumnya menurut quick count The National Democratic Institute (NDI) dan LP3ES, yang telah merampungkan perhitungan 40% dari 2.000 TPS yang disurvei, SBY unggul relatif besar dengan perolehan suara 62%, sedangkan Mega 38%.

Pada kampanye Pilpres kali ini pun Saiful sempat terpeleset. Pada Rabu, 11 Juni 2014 lalu, pada pukul 20.16 WIB, Kompas.com menulis berita Saiful Mujani Benarkan Bagi-bagi Uang Usai Kampanye untuk Jokowi. [ ]

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.096 kali, 1 untuk hari ini)