.

 

Siapa sebenarnya Quraish Shihab terutama hubungannya dengan aliran sesat lagi berbahaya yakni syiah. Juga kaitan dia dengan tafsir Al-Qur’an dan pendapatnya yang aneh tentang jilbab.

Berikut ini uraian yang disajikan untuk membantu Umat Islam dalam memahami masalah tersebut.

Selamat menyimaknya dengan baik.

***

Siapa Quraish Shihab Sebenarnya?

Yang menjadi permasalahan utama bagi umat Islam di Indonesia adalah ketidakmampuan mereka untuk mengenali ulama-ulama yang benar manhajnya. Ketidakmampuan ini disebabkan oleh kurangnya pengetahuan agama yang mereka miliki. Akibatnya mereka tidak memiliki penyaring untuk membedakan ajaran-ajaran sesat.

Kali ini kita akan membahas seorang ilmuwan tafsir yang terkenal di Indonesia namanya Quraish Shihab. Siapa Quraish Shihab ini sebenarnya? Untuk mengetahui apa manhaj dia, maka kita perlu dengan seksama mengikuti ceramah-ceramahnya, buku-bukunya, atau tulisan-tulisannya.

1. Melalui Buku-Bukunya

Quraish Shihab terlalu gandrung menggunakan tafsir Syi’ah Al Mizan karangan Tabataba’i sebagai referensi dalam penulisan entri di bukunya yang berjudul Ensiklopedi Al-Qur’an: Kajian Kosa Kata dan Tafsirnya. Bahkan dapat dikatakan, rujukan utama Ensiklopedi ini adalah tafsir Syi’ah yang memberikan penafsiran terhadap Al-Qur’an sesuai dengan pemahaman aliran Syi’ah.

Dalam buku lainnya yang berjudul Sunnah-Syi’ah Bergandengan Tangan! Mungkinkah, Quraish Shihab menyatakan bahwa sesungguhnya tidak banyak perbedaan antara Sunni dan Syi’ah. Mereka sama-sama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta melaksanakan rukun Islam yang lima. Hujah-hujah dalam buku ini, khas pendukung Syi’ah.

2. Melalui Ceramah-Ceramahnya

Di acara Metro TV, salah seorang peserta ketika mengajukan pertanyaan berkenaan dengan latar belakang adanya kebiasaan memperingati atau merayakan hari anak yatim (10 Muharram), Quraish Shihab menjawabnya dengan memasukkan doktrin Syi’ah tentang perang Karbala yang menewaskan cucu Rasulullah shallallohu ‘alaihi wa sallam yakni Husein radhiyallahu ‘anhu. (Metro TV edisi Selasa 02 Ramadhan 1429 H bertepatan dengan 02 September 2008)

Menurut Quraish Shihab, perayaan anak yatim yang bertepatan dengan tanggal 10 Muharram itu adalah untuk mengenang kematian Husein radhiyallahu ‘anhu dan keluarganya yang tewas pada perang Karbala. Dari peperangan itu menghasilkan banyak anak yatim. Peristiwa Karbala yang menewaskan Husein radhiyallahu ‘anhu terjadi pada 10 Muharram tahun 61 Hijriyah.

Jawaban khas Syi’ah ala Quraish Shihab itu, menunjukkan bahwa ia memang penganjur Syi’ah yang konsisten dan gigih. Di berbagai kesempatan, bila ada peluang memasukkan doktrin dan ajaran Syi’ah, langsung dimanfaatkannya, apalagi di hadapan audiens yang awam (tidak mengerti apa itu Syi’ah, dan bagaimana ajarannya yang sesat dan menyesatkan).

3. Masukan Dari Teman Dekatnya

LPPI pernah mendapatkan surat pernyataan dari Osman Ali Babseil (PO Box 3458 Jedah, Saudi Arabia, dengan nomor telepon 00966-2-651 7456). Usianya kini sekitar 74 tahun, lulusan Cairo University tahun 1963.

Dengan sungguh-sungguh seraya berlepas diri dari segala dendam, iri hati, ia menyatakan:

Sebagai teman dekat sewaktu mahasiswa di Mesir pada tahun 1958-1963, saya mengenal benar siapa saudara Dr. Quraish Shihab itu dan bagaimana perilakunya dalam membela aqidah Syi’ah.

Dalam beberapa kali dialog dengan jelas dia menunjukkan sikap dan ucapan yang sangat membela Syi’ah dan merupakan prinsip baginya.

Dilihat dari dimensi waktu memang sudah cukup lama, namun prinsip aqidah terutama bagi seorang intelektual, tidak akan mudah hilang/dihilangkan atau berubah, terutama karena keyakinannya diperoleh berdasarkan ilmu dan pengetahuan, bukan ikut-ikutan.

Saya bersedia mengangkat sumpah dalam kaitan ini dan pernyataan ini saya buat secara sadar bebas dari tekanan oleh siapapun.

Pernyataan itu dibuat Osman Ali Babseil sepuluh tahun lalu (Maret 1998), namun hingga kini masih relevan, karena Quraish Shihab pun hingga kini terbukti masih menyebarluaskan doktrin Syi’ah.

Taqiyyah Yang Kental

Orang-orang seperti Alwi Shihab, Quraish Shihab, Haidar Bagir dan semacamnya merupakan jalur yang sering orang sebut sebagai dekat dengan Syi’ah, hingga Quraish Shihab yang punya rubrik tanya jawab Agama Islam di koran Republika waktu lalu mengambil kesempatan untuk mengemukakan bahwa Sunni dengan Syi’ah hanya beda masalah politik. Modal taqiyyah (menyembunyikan keyakinan yang asli) rupanya diamalkan pula, sambil mengeliminir masalah.

Kesimpulan

Setelah mengetahui siapa itu Quraish Shihab sebenarnya, sudah sepatutnya kita berhati-hati dengan segala fatwa yang keluar dari dia, begitu juga dengan buku-bukunya. Kalau merasa pemahaman agama masih lemah, lebih baik hindari bersentuhan dengan pendapat-pendapat Quraish Shihab.

sunnahcare.com / Pada Selasa, Agustus 13, 2013

***

Quraish Shihab Bukan Mufasir Al Quran!

Pati, Ahad (15/12/2013) di masjid Al-Islam di kota Pati Jawa Tengah, saat kajian rutin kitab hadits Jamius Shohih Bukhari bersama beliau Ust Mustaqim,LC yang lebih terkenal dalam dunia media Sang Singa Tauhid dari Pantura  atau Mantan Santri Tambak Beras Jombang ini kembali membuat tercengang para jama’ahnya.

Setelah menerangkan beberapa Hadits yang dibaca saat kajian sore itu, tibalah saat tanya jawab, maka sontak ada jama’ah yang menanyakan persoalan pada beliau.

“Ust sampai hari ini saya terheran-heran, mengapa orang sekelas Quraish Shihab yang mengarang tafsir Al Misbah dan mendapatkan pujian dari banyak kalangan kok mengatakan bahwa jilbab itu adalah produk budaya bukan sebuah kewajiban, sebenarnya beliau ini mufasir atau apa Ust?” demikian pertanyaan yang di sampaikan.

Tanpa panjang lebar, Ust yang lama belajar di negeri piramid Mesir ini menjawab dengan tegas “ooo perlu jamaah ketahui bahwa Quraish Shihab itu bukan seorang Mufasir, dia cuma seorang lulusan S3 di Mesir yang mempelajari tentang tafsir Al quran, jadi kita harus bisa membedakan orang yang sedang belajar dengan ahli itu beda”.

Kemudian beliau menceritakan kejadian menarik bersangkutan dengan Quraish Shihab waktu di Mesir, kata Ust yang kini tinggal di Pati ini “saya masih ingat tahun 1997 saat itu kami mahasiswa yang belajar di al Azhar Mesir dikumpulkan untuk mendengarkan presentasinya bersangkutan dengan jilbab. Setelah panjang lebar dia menerangkan, akhirnya dia mengatakan “saya tidak menemukan satu ayat pun dalam tafsir imam qurthubi yang berjumlah hampir 3 jilid itu, tentang diperintahkannya wanita berjilbab, akan tetapi imam al Qurtubi mengatakan bahwa itu adalah produk budaya” dengan sangat sungguh-sungguh ust yang sekarang lebih memilih jualan di pasar  itu menceritakan.

kemudian beliau melanjutkan “setelah itu tiba-tiba ada wanita bercadar berdiri dimana dia adalah seorang mahasiswi al Azhar yang berasal dari Kalimantan mengatakan “maaf bapak, saya telah membaca tafsir imam al Qurtubi hingga lima kali khatam, akan tetapi saya tidak pernah menemukan kalimat bahwa jilbab itu adalah hasil produk budaya, di halaman berapakah kalimat itu berada? wahh langsung saja mixnya di berikan MC lalu ke belakang” demikian akhir kisahnya.

Beliau Ust Mustaqim,Lc juga mengatakan sangat beda antara orang yang belajar dalam bidang al Quran meskipun dia seorang profesor dengan seorang Mufasir, karena seorang Mufasir pasti akan menyelaraskan amal dan ilmunya, sedangkan Quraish Shihab membiarkan anaknya telanjang tanpa jilbab.

Semoga umat Islam Indonesia tidak terkecoh kepada para Ulama atau Asatidz yang bertitle tinggi tapi liberal dibandingkan para penyeru tauhid yang lurus. (KSL)

Sumber Berita: www.islamlagi.com/  Senin, 16 Desember 2013 – 14:22:06 WIB

***

Selanjutnya silakan baca artikel Pendapat Aneh Soal Jilbab Quraish Shihab dan … –di  Nahimunkar.com

 

(nahimunkar.com)

(Dibaca 6.096 kali, 1 untuk hari ini)