Rachmawati Soekarnoputri meminta polisi serius menggarap kasus Sukmawti. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta, CNN Indonesia — Rachmawati Soekarnoputri meminta pihak kepolisian serius memproses kasus puisi yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri.

Dia berpendapat penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati lebih parah ketimbang yang dilakukan terpidana kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Saya mengharapkan agar semua pihak, Bareskrim, menanggapi dengan serius. Karena ini menurut saya, lebih parah dibandingkan kasus Ahok,” ujar Rachmawati saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (20/4).

Putri Presiden pertama Indonesia Sukarno tersebut menyatakan pernyataan Ahok menista Surat Al-Maidah ayat 51 dilakukan secara spontan.

Sementara puisi saudarinya itu sudah direncanakan secara tertulis sebelum diungkap ke publik. Rachma mengaku berani mengkritisi Sukmawati meski masih saudara kandungnya.

“Saya ini mempunyai karakter berpihak kepada kebenaran. Jadi apapun saya rasakan itu tidak berada dalam koridor kebenaran, maka saya akan kritisi,” ujarnya.

Sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri dianggap menistakan agama Islam lewat puisi Ibu Indonesia yang ia bacakan di suatu gelaran pekan busana.

Puisi itu membandingkan kidung lebih merdu dari suara azan. Lalu menyandingkan sari konde lebih cantik ketimbang cadar.

Hingga saat ini, sudah ada 18 laporan terkait puisi itu yang diterima Bareskrim Polri. Beberapa ormas Islam juga sudah melakukan aksi menuntut penangkapan Sukmawati. (DAL)

Sumber: cnnindonesia.com

(nahimunkar.org)

(Dibaca 604 kali, 1 untuk hari ini)